ARAHAN TENTANG TEHNIK SANITASI PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Indonesia sebagai negara yang tanahnya subur jika ditanami kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk berperan dalam industry kelapa sawit, terlebih lagi di tahun 2007 Indonesia tercatat sebagai penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Perkembangan kelapa sawit ke depan akan semakin berkembang, hal ini disebabkan karena kelapa sawit sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yaitu selain sebagai produk pangan, industri juga sebagai bio fuel.Tanaman kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan tumbuhan tropis golongan plasma yang termasuk tanaman tahunan. Tanaman kelapa sawit ini terbagi atas tiga tipe berdasarkan karakter ketebalan cangkang buahnya, yaitu dura (D), tenera (T) dan pisifera (P). Sanitasi adalah kegiatan membuang buah busuk dan pelepah kering untuk persiapan panen, buah busuk dan pelepah kering diletakkan di gawangan, dan buah masak harus di panen.Tujuan sanitasi adalah untuk mempermudah kegiatan panen dan mendapatkan kondisi buah yang baik. Sanitasi dilakukanpada saat 3 atau 4 bulan sebelum panen. Kegiatan sanitasi meliputi: 1) membuang tandan yang tumbuhnya kurang bagus dan busuk terutama tandan buah yang terserang hama penyakit; 2) membuang pelepah yang kering; dan 3) membersihkan sampah disekitar pohon untuk mempermudah pemanenan dan pemungutan brondolan. Untuk mempermudah pemanenan, pemotongan pelepah daun yang menyangga tandan buah dipotong lebih dahulu, dengan garis potong sedekat mungkin dengan pangkal tandan buah dengan jarak 2 cm. Tandan buah yang telah dipotong, diletakkan secara teratur di piringan. Brondolan yang jatuh, dikumpulkan terpisah dari tandannya. Waktu dilakukan Sanitasi Sanitasi dilakukan pertama kali sebagai persiapan panen yaitu 1 - 2 bulan sebelum penen. Hal ini bertujuan untuk memudahkan tenaga panen mengutib brondolan. Pada awal sanitasi ini selain sampah, jika terdapat kayu sisa pembukaan lahan juga perlu diangkat dari piringan.