Loading...

Arang Tempurung Kelapa

Arang Tempurung Kelapa
Sampai saat ini tanaman kelapa masih merupakan salah satu tanaman penting di Indonesia. Komoditas ini pada umumnya diusahakan oleh rakyat, sehingga perananan sosialnya menempati urutan kedua sesudah padi. Tanaman kelapa telah dikenal sejak zaman dahulu sebagai tanaman serba guna. Istilah ini mempunyai alasan yang kuat, karena mulai dari pucuk sampai ke akarnya mempunyai kegunaan. Salah satu kegunaan yang belakangan ini menjadi perhatian masyarakat di pedesaan adalah arang tempurung kelapa. Setelah menjadi arang kemudian dapat diproses kembali menjadi arang aktif. Arang Aktif merupakan arang yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap/adsorbsi yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan atau uap. Bahan baku yang paling banyak beredar dipasaran adalah dari batok kelapa.Fungsi dari arang aktif adalah sebagai bahan penyerap, dan penjernih, juga bisa sebagai katalisator. Industri kimia, farmasi, makanan dan minuman adalah pengguna terbesar untuk produk ini. Pemanfaatan limbah kelapa memiliki nilai jual, salah satunya adalah dengan melakukan pembuatan tempurung kelapa menjadi arang. Kegiatan ini akan meningkatkan pendapatan petani. Untuk membuat arang dari batok kelapa perlu memenuhi syarat antara lain tempurung berasal dari kelapa tua, kayunya keras, dan berkadar air rendah. Syarat ini akan memudahkan proses pengarangan, pematangannya akan berlangsung baik dan merata. Pembuatan arang tempurung ini dapat dilakukan secara sederhana dengan cara menggunakan lubang pembakaran, dan menggunakan drum bekas sebagai tempat pembakaran. 1. Menggunakan Lubang Pembakaran.Cara pembuatan arang batok kelapa menggunakan lubang pembakaran dimulai dengan menyiapkan tempurung kelapa yang sudah kering. Kemudian dibuat lubang pada tanah yang kering dengan ukuran kedalaman 1 – 2 meter, panjang 75 – 100 cm dan lebar 75 – 100 cm. Pada dasar lubang digunakan batu bata sebagai alas lubang agar api tahan lama. Pada dasar lubang susunlah kayu kering, lalu bakar. Setelah api agak besar masukkan tumpurung kelapa (batok kelapa) yang telah bersih dari sabut kira-kira ¼ bagian lubang. Jika tempurung (batok) kelapa sudah terbakar semua, kemudian masukkan tempurung lagi ¼ bagian dan seterusnya sampai penuh. Setelah tempurung terbakar semua, permukaan lubang cepat ditutup dengan kayu, pelepah pisang atau tanah bekas galian. 2. Menggunakan Drum BekasCara pembuatan arang batok kelapa menggunakan drum bekas dimulai dengan menyiapkan drum bekas yang telah dilubangi bagian bawahnya sebanyak 8 buah lubang. Susunlah tempurung (batok) kelapa ke dalam drum tadi kira-kira ¼ bagian.Kemudian arang dibakar sampai menyala. Setelah tempurung (batok) kelapa menyala semua, masukkan kembali tempurung (batok) kelapa ¼ bagian lagi dan seterusnya hingga penuh. Tempurung dibakar saat awal saja kemudian setelah menyala ditutup tutup dengan plat besi yang dilapisi dengan tanah liat. Harap diingat, drum harus dikasih lubang udara sedikit untuk melihat apakah arang sudah jadi atau belum. Untuk mengetahui apakah arang sudah jadi bisa dilihat dari indikasi asap yang keluar. Cirinya adalah sebagai berikut: Jika asap tebal dan putih, berarti batok sedang mengering, jika asap tebal dan kuning, berarti sedang terjadi pengkarbonan, Pada fase ini sebaiknya tungku ditutup dengan maksud agar oksigen pada ruang pengarangan serendah-rendahnya sehingga diperoleh hasil arang yang baik. Untuk pengaturan udara di dalam tungku bisa diatur dengan membuka tutup lubang udara. Kemudian jika asap semakin menipis dan berwarna biru, berarti pengarangan hampir selesai, tunggu sampai arang menjadi dingin. Setelah dingin arang bisa di bongkar. PENGAWASAN MUTU Tempurung kelapa yang hendak dibakar harus dipilih dari tempurung kelapa yang berwarna coklat, bukan yang berwarna putih. Hendaknya drum yang digunakan jangan yang telah rusak atau berlubang besar, hal ini akan menyebabkan asap keluar, karena bila keluar maka api tidak akan mati, sehingga arang menjadi kecil-kecil. Waktu mematikan jangan disiram air terlalu banyak, cukup diperciki agar mutu yang dihasilkan menjadi baik. Plesteran pada plat besi yang digunakan harus diawasi sebab bila tak diawasi tanah liat sebagai plester menjadi pecah dan kering, akibatnya asap keluar dan api tak akan padam sehingga arang menjadi abu. Waktu mengeluarkan arang tempurung kelapa dari drum hendaknya menggunakan alas karung atau jenis lainnya agar waktu mengayak/menampi tidak banyak terdapat kotoran. Setiap 5 kg tempurung kelapa yang dibakar akan diperoleh 1 kg arang tempurung, sedangkan 1 kg tempurung kelapa berasal dari 4 – 5 butir atau 5 – 6 butir kelapa tergantung ukurannya. Proses Aktivasi Arang Aktif Proses aktivasi arang aktif, prinsip dasarnya adalah destilasi kering atau pirolisis yaitu pembakaran tanpa menggunakan udara atau oksigen dengan suhu tinggi.Caranya arang dimasukkan ke dalam tangki aktivasi (pirolisis) dan ditutup rapat. Diharap untuk memastikan sambungan pipa pendingin, dan termocouple untuk pengamatan temperatur berfungsi sebagaimana mestinya. Alirkan air pendingin ke dalam pipa pendingin, kemudian kompor tungku pirolisis mulai dinyalakan. Kompor bisa menggunakan bahan bakar minyak tanah atau solar, dan pengaturan api bisa diatur menggunakan kompresor. Lakukan pengamatan terhadap kerja dari tungku aktivasi dengan mengamati kenaikan temperatur. Temperatur selama proses sekitar 600°C, apabila temperatur telah mencapai 600°C dan terlihat pada ujung pendingin tidak adanya tar (cairan berwarna coklat) yang keluar, ditandai dengan adanya gelembung air, maka pembakaran dipertahankan selama 3 jam. Setelah waktu tersebut proses telah selesai.Kemudian api dimatikan, dan tungku aktivasi dibiarkan sampai dingin, setelah itu bisa dibuka dan dikeluarkan untuk dilakukan penggilingan sesuai ukuran (mesh) yang diinginkan. Arang aktif siap dikemas dan di Jual. Penulis: Shalimar Andaya Nia