Loading...

ASOSIASI PELAKU USAHA HORTIKULTURA (ASPEHORTI) PROVINSI BALI DIKUKUHKAN

ASOSIASI PELAKU USAHA HORTIKULTURA (ASPEHORTI) PROVINSI BALI DIKUKUHKAN
Di tengah berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian khususnya pengembangan hortikultura (buah, sayur, bunga dan biofarmaka) di Bali, maka kehadiran dan pengukuhan Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (ASPEHORTI) Provinsi Bali bagaikan hujan di musim kemarau dan menumbuhkan gairah serta harapan bagi petani dan seluruh pihak terkait dalam pengembangan komoditas hortikultura di Provinsi Bali ini. Hal ini dapat dimaklumi karena maksud dan tujuan dari pembentukan ASPEHORTI Bali sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, dalam laporannya pada acara pengukuhan yaitu : Membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan pertanian, khususnya komoditas hortikuktura. Meningkatkan posisi tawar petani dan daya saing produk hortikultura Bali. Memudahkan sosialisasi dan desiminasi teknologi serta akses terhadap sumber-sumber pembiayaan usahatani sehingga skala usaha menjadi lebih ekonomis. Membantu pemasaran produk hortikultura melalui pengembangan system informasi berbasis IT sekaligus fasilitasi jalinan kemitraan antar pelaku usaha hortikultura. Memberdayakan kelembagaan petani/pelaku usaha sehingga kuat dan mandiri. Memperpendek system distribusi dan rantai pemasaran produk, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Bersama-sama pihak terkait membantu menjaga kelestarian lingkungan dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan di Bali. Pengukuhan Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (ASPEHORTI) Bali dilakukan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si, mewakili Gubernur Bali tanggal 27 April 2017 di Soewan Garden/Kelompok Tani Mekar Sari, Dusun Buyan, Pancasari, Sukasada, Buleleng, yang dilanjutkan dengan penandatanganan AD/ART ASPEHORTI Bali. Dalam sambutan beliau, Bapak Gubernur Bali menyatakan bahwa masalah ketahanan pangan, kemandirian pangan menuju terwujudnya kedaulatan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak karena sangat terkait dengan ketahanan nasional dan kedaulatan bangsa. Oleh karena itu beliau berharap kepada seluruh anggota ASPEHORTI Bali yang baru terbentuk dan dikukuhkan dapat bersinergi dan berperan secara aktif dengan seluruh stake holders dalam mengembangkan dan membangun pertanian, khususnya komoditas hortikultura sebagai salah satu penghasil bahan pangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Bali yang banyak membutuhkan produk-produk hortikultura untuk bahan upacara, memenuhi kebutuhan pelaku pariwisata dan bahkan suatu saat dapat dieksport. Keragaman dan kekhasan produk hortikultura Bali seperti : Manggis, Mangga dan Salak Bali serta "branding BALI" yang begitu kuat di dunia internasional memiliki "nilai jual" sehingga peluang eksport produk pertanian Bali merupakan suatu hal yang cukup realistis. Diakhir sambutan beliau, Bapak Gubernur menekankan agar ASPEHORTI sebagai lembaga nirlaba membangun komitmen untuk lebih memberdayakan petani/kelompok tani sehingga "menjadi petani bukanlah keterpaksaan, tetapi merupakan pilihan" yang dapat menjadi sumber penghasilan dan mampu memberikan kehidupan yang layak sekaligus melestarikan lingkungan dan budaya Bali. Pada acara pengukuhan juga dilaksanakan : sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh PT. Bank Mandiri dalam upaya mencoba memberikan solusi terhadap lemahnya permodalan petani/pelaku usaha hortikultura, demontrasi teknik merangkai bunga dengan memanfaatkan sumber daya lokal oleh Ikatan Perangka Bunga Indonesia (IPBI) Provinsi Bali dan diakhiri dengan penyampaian potensi yang dimiliki dan kebutuhan masing-masing peserta yang hadir. Oleh : Ir. I Made Oka Parwata, M.MA. (PP. Madya, Dinas TPH dan Perkebunan Prov. Bali)