Loading...

Atasi Krisis Bibit Durian melalui Pelatihan Sambung Pucuk

Atasi Krisis Bibit Durian melalui Pelatihan Sambung Pucuk
Balai Penyuluhan (BP) Kecamatan Slogohimo mengadakan pelatihan sambung pucuk buah durian pada tanggal 30 Oktober 2014. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Gapoktan Slogohangesthi Rukun, Desa Slogohimo, Kecamatan Slogohimo yang terdiri dari pengurus 4 kelompok tani yang ada di desa Slogohimo. Setelah mengikuti pelatihan sambung pucuk ini diharapkan petani perwakilan dari kelompok tani dapat menyebarkan pada anggota kelompoknya masing-masing. Kecamatan Slogohimo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Wonogiri yang terkenal sebagai penghasil durian lokal yang rasanya banyak digemari para pencinta buah durian. Pada musim panen buah durian sekitar bulan Desember-Februari banyak sekali yang datang dan sebagian besar dari mereka berasal dari luar wilayah Slogohimo. Pada event lomba buah durian unggul yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Wonogiri bulan Maret lalu, buah durian asal kecamatan Slogohimo berhasil meraih juara ke-3 dan 3 juara harapan. Namun saat ini kondisi tanaman durian lokal di Kecamatan Slogohimo sangat mengkhawatirkan karena sebagian besar sudah sangat tua (umurnya lebih dari 30 tahun). Peremajaan memang dilakukan namun tidak sebanding dengan laju tanaman yang tua dan mati. Petani lebih banyak menunggu bantuan bibit dari pemerintah yang biasanya bukan varietas unggul lokal. Untuk membeli bibit buah durian juga jarang dilakukan karena harganya relative mahal. Untuk mengatasi kendala tersebut Balai Penyuluhan Kecamatan Slogohimo selalu berusaha melakukan program pengembangan buah durian unggul lokal sebagai salah satu programa penyuluhan pertanian. Ikhtiar ini salah satunya dilakukan dengan melaksanakan pelatihan perbanyakan bibit durian. Perbanyakan bibit durian yang dilakukan tidak hanya sambung pucuk melainkan juga system okulasi dan merunduk, disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Kegiatan ini akan dilakukan di desa- desa lain yang berpotensi untuk dikembangkan buah durian. Ditulis Oleh: Novita Rahmawati, SP