Loading...

AYAM ARAB JENIS AYAM PETELUR UNGGUL

AYAM ARAB JENIS AYAM PETELUR UNGGUL
Ayam arab merupakan keturunan ayam Brakel Kriel Silver dari Belgia. Disebut sebagai ayam arab karena ayam jantannya mempunyai daya seksual yang tinggi. Ayam arab berkembang di Indonesia melalui telur ayam yang dibawa jamaah haji dari Mekah. Ayam arab merupakan jenis ayam petelur unggul yang mampu menghasilkan telur 190 -250 butir setiap tahunnya. Ayam arab tidak mempunyai sifat mengeram dan effisien dalam pemberian pakannya hanya 80 gram/ekor/hari. Ayam arab berkembang di Indonesia merupakan hasil kawin silang dengan ayam buras lokal. Jenis ayam arab di Indonesia dikenal dengan nama golden red dan arab silver. Ayam arab mudah dikenal dari penampilan khas bulunya sepanjang leher ayam berwarna putih mengkilap dengan warna bulu punggung putih berbinti bintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih. Bulu ekor ayam dominan berwarna hitam bercampur putih. Jengger ayam arab berbentuk kecil dengan warna merah merah muda. Mata berwarna hitam dengan dilingkari warna kuning. Tinggi badan ayam arab dewasa mencapai 35 cm dengan bobot badan 1,5- 2 kg. Kepala mempunyai jengger bentuk tunggal dan bergerigi Koko suara ayam arab jantan nyaring. Usia produktif ayam arab sampai umur ayam 1,5 tahun. Cara Budidaya Ayam ArabBudidaya ayam arab relatif mudah, pada umur 4,5 bulan sudah mampu menghasilkan telur. Untuk bisa menghasilkan produksi telur yang maksimal tentunya perlu diimbangi dengan pemeliharaan ayam arab yang intensif sejak tahap ayam arab DOC sampai masa periode bertelur aktif. Pemberian pakan pada ayam arab juga harus diperhatikan benar kebutuhan kandungan gizi pakannya. Pakan yang diberikan pada periode awal DOC sampai umur 2 bulan adalah pakan starter BR1, kemudian bisa disesuaikan dengan pakan formulasi yang dibuat sendiri hingga masa periode bertelur tiba. Pemberian pakan pada ayam arab tidak berbeda dengan umumnya pemberian pakan pada jenis ayam petelur lainnya. Ayam arab cukup sensitif dengan respon pakan, jika pemberian kualitas pakan rendah produksi telur ayam arab akan mengalami penurunan.Kandang yang digunakan untuk budidaya ayam arab dapat dipilih kandang koloni atau kandang batterai. Bila pilihan pada kandang koloni lantai dianjurkan penggunaan lantai berupa lantai postal biasa dikenal dengan nama lain kandang litter. Kandang litter dapat digunalkan untuk budidaya ayam arab setelah berumur 31 hari sampai umur ayam 2 bulan. Ukuran kandang litter yang dianjurkan 4 meter x 4 meter dengan tinggi kandang 2,5 meter dapat menampung 200 ekor ayam arab atau setiap meter persegi diperuntukkan 5-7 ekor ayam arab. Setelah ayam arab dewasa diperlukan areal luas lahan setiap meter persegi untuk 4 ekor ayam arab dewasa. Dengan kandang koloni memungkinkan terjadinya perkawinan. Untuk menghasilkan keturunan ayam arab yang berkualitas idealnya jumlah ratio perbandingan jantan betina ayam arab dikandang postal idealnya 1: 9-10 ekor. Artinya satu ekor ayam arab jantan untuk melayani 9-10 ekor ayam arab betina. Selain kandang koloni juga dapat dipilih kandang batterai yaitu ayam arab dikandangkan satu persatu. Ukuran kandang batterai yang dianjurkan untuk ayam arab panjang kandang 25 cm, lebar kandang 35 cm, tinggi belakang kandang 28 cm dan tinggi depan kandang 35 cm. Biosekuriti kandang Tidak berbeda dengan umumnya ayam kampung lainnya. Biosekuriti kandang ayam arab juga perlu diberlakukan dengan tujuan untuk mencegah adanya bibit penyakit masuk dalam kandang. Program biosekuriti yang dapat diberlakukan pada ayam arab meliputi 1) Pemeliharaan ayam secara all in all out, artinya ayam arab yang dibudidayakan harus berumur sama, 2 ) Untuk memutus siklus penyakit pada setiap siklus produksi kandang harus diistirahatkan minimalnya selama 14 hari, 3) Perlu dilakukan pembatasan lalu lintas orang berlalu lalang diarea kandang. Karena itu kandang ayam arab harus berpagar keliling, 4) Sanitasi kandang, peralatan kandang dan lingkungannya dilakukan secara teratur dengan menggunakan disenfektan, 5) Lakukan program vaksinasi dengan baik dan benar Nani Priwanti Soeharto – PP PPMKP Ciawi Sumber : 1. Team Penulis Agriflo, Ayam Kampung Agribisnis Pedaging dan Petelur, Cetakan 1, Penebar Swadaya, 2013