Loading...

Ayam lokal dengan suara kokoknya yang lantang

Ayam lokal dengan suara kokoknya yang lantang
Ayam-ayam jenis lokal asli Indonesia seperti ayam pelung, ayam gaok dan ayam balenggek dikenal karena keistimewaannya dengan suara kokoknya yang lantang dan panjang. Ayam-ayam ini dapat dijadikan sebagai ayam hias atau ayam pajangan karena penampilannya cantik dan kokok suara yang merdu. Mari kita lihat ayam-ayam yang suara kokoknya merdu ini .• Ayam Pelung, merupakan salah satu jenis ayam lokal Indonesia dari Jawa Barat Nama Pelung berasal dari bahasa sunda, Mawelung atau Melung,yang artinya melengkung. Lehernya panjang, jika berkokok lehernya melengkung sehingga disebut ayam pelung . Ayam ini memiliki ciri tersendiri, diantaranya berbadan besar. Ukuran tubuhnya satu setengah sampai dua kali lebih besar dari ayam lokal. Berat jantan antara 3,5 kg sd 5,5 kg, betina 2,5 kg sd 3,5 kg. Warna bulu jantan berbeda-beda antara campuran hitam dengan merah , serta hitam dengan merah kekuning-kuningan atau kuning kemerahan. Kadang-kadang ditemukan pula campuran hitam dengan hijau, yang disebut juga warna jalakSuara kokok yang jantan sangat terkenal karena merdu merayu dan bergema. Satu kali berkokok dapat berlangsung 28 detik, jauh lebih lama dari kokok ayam jantan lokal lainnya yang hanya berkisar dua sampai tiga detik saja. Keistimewaan kokoknya ini membuat minat masyarakat untuk memeliharanya sebagai ayam hias. Ayam pelung jantan memiliki jengger tunggal bergerigi dengan pial ganda. Gerigi jengger umumnya ganjil, seperti lima,tujuh atau sembilan. Pola jengger dan pial betinanya sama dengan yang jantan, hanya ukurannya lebih kecil. Ayam pelung betina pertama kali bertelur ketika umur enam atau tujuh bulan. Produksi telurnya dapat mencapai 106 butir/tahun, dibandingkan di peternakan biasa hanya mampu bertelur 40 sd 60 butir/ tahun. Anak ayam pelung yang baru menetas lebih besar dibandingkan ayam kampung atau anak ayam bangkok.Ayam pelung sebagai plasma nutfah harus memperoleh perlindungan hukum. Himpunan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (HIPPAPI) yang berpusat di kota Cianjur sejak maret 2004 resmi memperoleh penetapan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) berupa hak cipta untuk merek Ayam pelung HIPPAPI.Kontes ayam pelung sebagai ajang lomba tarik suara dan kegagahannya biasanya dilaksanakan usai musim panen, lazimnya pada musim kemarau. Selain itu kontes ini juga sekaligus bursa penjualan anak ayam sampai ayam pelung dewasa, juga promosi, perkenalan dan pemasyarakatan bagi penggemarnya untuk mendapatkan bibit maupun induk ayam pelung yang bermutu. Kontes ayam pelung terdiri atas kontes terbuka ayam pelung jantan dengan sang juara umum yang diberi gelar KANCANA. Ayam pelung jantan pada kontes regional/ besar diberi gelar sebagai juara umum GILANG KENCANA yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Sedangkan untuk kontes Nasional yang diadakan sekali dalam setahun untuk juara umum jantan diberi gelar SURYA KENCANA dan juara umum betina diberi gelar KEMBANG KAPUTREN . Sementara untuk juara umum kontes Internasional untuk jantan dengan gelar SURYA KANCANA GEDE dan ayam pelung betina dengan gelar KEMBANG BENTANG yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Kontes tingkat Nasional dan Internasional disebut kejuaraan Piala Mama Djarkasih (pertama pemelihara ayam pelung). Hasil kejuaraan meningkatkan harga ayam pelung sampai jutaan rupiah yang sangat menguntungkan peternak.• Ayam Gaok, ayam lokal Indonesia yang berasal dari Pulau Puteran, kabupaten Sumenep Madura, yang dalam bahasa Madura berarti suara panjang. Disebut demikian karena ayam ini memiliki keistimewaan pada kokoknya yang memiliki suara yang panjang. Kemiripan suara kokok dan bobot badan seperti dengan ayam pelung sehingga ayam ini disebut juga ayam pelung madura. Ayam Gaok merupakan type dwiguna selain sebagai ayam hias juga ayam pedaging. Bobot badan ayam Gaok jantan mencapai 4 kg sedang betina 2-2,5 kg, pertumbuhannya relatif cepat. Sebagai ayam hias, fisik ayam gaok perlu dibersihkan secara rutin. Sisik-sisik dikakinya perlu disikat memakai pasta gigi bila terlihat kotor, dilakukan tiga kali dalam seminggu. Selain itu ayam gaok juga perlu dimandikan.Sifat kualitatif : bertubuh besar, tegap dan gagah; warna bulu ayam betina bervariasi dengan leher lurik hitam putih, warna bulu jantan lebih seragam dengan dasar kehijauan dengan bulu penutup dan bulu leher putih silver kekuningan atau kuning kehijauan serta bulu ekor hitam. Jengger dan pial besar berwarna merah. Kaki kokoh berwarna kuning serta paruh juga kuning.Sifat kuantitatif ; produktivitas telur 30 butir selama 12 minggu, bobot telur 46,7 gram dengan fetilitas 80,1%, daya tetas 79,4 % dan mortalitas 15,3 %.Di tempat asalnya, gaok diumbar dengan diberi pakan berupa jagung madura yang disangrai terlebih dahulu diberikan 3 kali sehari. Bila ingin suara lebih hebat pakannya berupa nasi panas dan air jahe. Boleh juga diberikan kroto dan ulat sebagai penambah protein, diberikan dua kali sehari. • Ayam kokok Balenggek; sebenarnya ayam lokal (buras) asli Sumatera Barat dari kecamatan Payung Sekaki dan Tigo Lurah kabupaten Solok. Sebagai plasma nuftah ayam ini telah ditetapkan sebagai rumpun Ayam kokok BalenggekSuara ayam jantan merdu dan terputus-putus, tersusun, terdiri atas kokok depan, tengah dan belakang. Suara berjumlah 3 – 9 susun (lenggek) bisa mencapai 15 susun (lenggek), durasi sekali kokok 2.01 – 4,43 detik. Mampu berkokok 8 kali ber turut-turut dalam 10 menit. Ayam kokok balenggek unik dan mempunyai enam jenis suara yang sifatnya sudah baku yaitu :- Gayuang luluah, mempunyai alunan suara panjang menyentuh kalbu dengan tingkatan suara yang panjang dan jelas. Bunyi " khu...khu...khuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, ukhe...ukhe...ukhe...ukhe" ada 5 lenggek/oktaf/tingkat . Ayam ini sudah hampir punah- Rantak gumarang,alunan suaranya seperti hentakan kuda dalam arena pacuan yang terdengar jelas serta teratur. " Ekhe.......ekhe......ekhe....ekhe.... ekhe......ekhe......ekhe....." ada 7 lenggek/tingkat/oktaf- Si gegek angin; alunan suaranya rapat tapi bergetar tertahan atau tertatih-tatih. " eck.....eck....eck....eck....eck.....eck....eck" mirip seperti ayam gagap atau ayam ketawa. Sehingga kurang diminati.- Riak air hilir; suaranya bagai aliran air sungai yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah ( dari nada tinggi ke nada rendah), bunyinya ;" khuuuuuuuu ...khuuuuuuu.....khuuuuu.....khuuuu....khuuu...khuu...khu" Nadanya atau tingkatannya masih biasa dihitung sampai 7 lenggek/tingkatan- Ginyaang; jenis kokok lebih dari 1 jenis, misalnya gabungan dari riak air hilir dengan si gegek angin atau bisa lebih. Suaranya "khu..khuu...ekeh...ekeh...khuuu....khuuuuu"- Alang babega ; suara ini seperti hasil persilangan ayam kokok balenggek dengan ayam hutan dengan bentuk lengkingan suara yang membahana dari jarak yang jauh. Suaranya " eck....eck.....eck....eck...eck...." lenggek atau tingkatannya bisa antara 5 – 7 tingkatan.Kompetisi /lomba ayam kokok balenggek di laksanakan di kabupaten Solok 1 kali setahun,kota padang sekali setahun, expo peternakan, provinsi 1 kali setahun.Bobot badan jantan dewasa: 1,025 – 2,250 kg, warna bulu punggung/sayap : hitam, merah, kuning, putih: Warna ceker : abu-abu, kuning atau putih. Jengger tunggal bergerigi,berwarna merah, tinggi jengger ayam jantan 2,04 – 4,60 cm.Produksi telur : 60 butir/tahun. Penyunting : Asia ( Penyuluh BPPSDMP)Sumber informasi : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Barat.