Loading...

Babadotan sebagai Pestisida nabati

Babadotan sebagai Pestisida nabati
Pembuatan pestisida nabati dapat dilakukan secara sederhana dan secara laboratorium. Pembuatan pestisida nabati, yaitu dalam bentuk ekstrak secara sederhana (jangka pendek) dapat dilakukan oleh petani, dan penggunaannya biasanya dilakukan sesegera mungkin setelah pembuatan ekstrak. Pembuatan secara sederhana ini berorientasi kepada penerapan usaha tani berinput rendah. Sedangkan cara laboratorium (jangka panjang) biasanya dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah terlatih dan hasil kemasannya memungkinkan untuk disimpan relatif lama. Pembuatan cara laboratorium berorientasi pada industri, membutuhkan biaya tinggi, sehingga produk pestisida nabati menjadi mahal, bahkan kadang lebih mahal daripada pestisida sintetis. Oleh karena itu pembuatan dan penggunaan pestisida nabati dianjurkan dan diarahkan kepada cara sederhana, terutama untuk luasan terbatas dan dalam jangka waktu penyimpanan yang juga terbatas. Pembuatan pestisida nabati dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu : Penggerusan, penumbukan, pembakaran atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu atau pasta. Perendaman untuk produk ekstrak. Pembuatan ekstrak ini dapat dilakukan dengan beberapa cara : Tepung tumbuhan + air Tepung tumbuhan + air, kemudian dipanaskan/direbus Tepung tumbuhan + air + deterjen Tepung tumbuhan + air + surfaktan (pengemulsi) pestisida Tepung tumbuhan + air + sedikit alkohol/metanol + surfaktan Ekstraksi dengan menggunakan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus oleh tenaga yang terampil dan dengan peralatan yang khusus. Summarized by @fannishafiani