Bagi sebagian warga yang tinggal di kota-kota besar, impian memiliki rumah dengan pekarangan yang luas dan berisi pohon buah-buahan dengan buahnya ranum agaknya sulit tercapai. Kebanyakan rumah di daerah perkotaan hanya memiliki pekarangan yang sempit dan sudah tertutup semen. Kecuali bagi mereka yang memiliki pekarangan yang luas, keinginan ini bisa terwujud. Dengan kemajuan teknologi saat ini, masalah sempitnya lahan ini tidak menghambat impian untuk memiliki tanaman buah. Salah satu caranya adalah membudidaya tanaman dalam pot. Keuntungan dari tanaman buah dalam pot di pekarangan, selain menghijaukan pekarangan juga dapat memanen buah dari pekarangan rumah sendiri dalam keadaan fresh dan gratis. Salah satu tanaman buah yang bisa dimanfaatkan untuk memperindah pekarangan rumah dan hasilnya dapat menambah gizi keluarga adalah lengkeng. Kadang -kadang pencinta tanaman ini kecewa karena tanaman lengkeng dalam pot tidak cepat memberikan buah. Oleh karena, bagi para pencinta selain memahami teknis budidaya adalah bagaimana tanaman ini dapat tumbuh dengan subur tetapi harus pula memahami bagaimana agar tanaman lengkeng dapat cepat berbuah sesuai harapan. Terdapat 2 (dua) hal yang harus diperhatikan dalam memacu tanaman lengkeng cepat berbuah yaitu perlakuan fisik dan non fisik.A. Perlakuan FisikPerlakuan fisik untuk memacu lengkeng berbunga dan berbuah meliputi pemangkasan, pelengkungan batang dan penggelangan.1. Pemangkasaan. Pemangkasan merupakan salah satu cara perlakuan fisik untuk merangsang munculnya bunga. Tanaman dewasa berbunga bila kandungan karbohidrat dan nitrogen sebanding atau rasio C/N seimbang. Untuk mendapatkan tingkat rasio C/N seimbang dilakukan pemangkasan. Pangkas cabang dan ranting yang tumbuh rapat atau yang menyebabkan sinar matahari tidak dapat masuk ke bagian dalam tajuk tanaman. Singkirkan pula cabang yang menutup tanah, yang lemah atau sakit, sehingga sinar matahari dapat menembus hingga ke seluruh bagian daun dan cabang. Pemangkasan ini biasanya bersamaan dengan pemupukan, antara lain pupuk kandang dan pupuk kimia dengan kandungan P dan K tinggi. Nantinya dari bekas pangkasan diharapkan tumbuh tunas baru yang membawa bunga. 2. Penggelangan batang. Pemunculan bunga juga dapat dirangsang dengan cara mengikat pangkal batang. Pengalaman Simbul Haryadi, penangkar di Pontianak, yang melakukan pengikatan pada batang atau penggelangan batang lengkeng dengan kawat selama 2 hari agar mau berbunga. Namun demikian tanaman lengkeng lebih menyukai merangsang terjadinya pembungaan melalui pemberian pupuk, stres air atau pemberian hormon karena tidak merusak fisik tanaman. B. Perlakuan Non Fisik. Pemacuan buah dengan perlakukan non fisik berupa stres air, pemupukan, dan pemberian hormon perangsang bunga dan buah.1. Stres air. Pengaturan penyiraman dapat merangsang Keluarnya bunga. Caranya dengan melakukan stres air pada lengkeng dalam pot. Semula tanaman rutin disiram setiap hari, hentikan penyiraman sampai daun terlihat layu, lamanya penyetopan itu tergantung kondisi cuaca. Dalam keadaan mendung setelah 5-6 hari dikeringkan tanaman baru terlihat layu. Saat kondisi terik, stres air cukup selama 2-3 hari. Setelah tanaman terlihat layu segera siram kembali secara rutin semula. Begitu tanaman sehat lakukan lagi stres air. Ulangi perlakuan sebanyak 2-3 kali. Niscaya sebulan setelah perlakuan terakhir lengkeng mengeluarkan bunga.2. Pemberian Pupuk Tambahan Memasuki fase generatif dilakukan penggunaan pupuk majemuk dengan NPK berkadar P atau K tinggi. Fosfor mengurangi pertumbuhan vegetative sehingga tanaman terpacu mengeluarkan bunga. Pupuk majemuk mengandung unsur boron (Br) juga merangsang pembungaan. Pemberan pupuk organik yang dapat memacu pembungaan yaitu pupuk organik berasal dari ikan atau hewan laut. Menyiramkan secara rutin 2 cc per liter minyak ikan ke media tanam setiap 2 minggu. Ukuran bunga besar, malai panjang sehingga buah menjadi lebih besar dan banyak, dan rasa buah lebih manis. Agar tingkat keberhasilan bunga menjadi buah lebih tinggi, taburkan campuran pupuk tulang dan OST dengan perbandingan seimbang. Untuk pot berukuran diameter 30 cm dosis masing-masing cukup 2 senduk makan yang setara 30 gram. Lakukan sekali sebulan.3. Pemberian HormonGliberin adalah senyawa kimia yang berfungsi sebagai hormon perangsang tanaman atau zat pengatur tumbuh (ZPT). Hormon pertumbuhan yang tersedia toko-toko pertanian dapat dimanfaatkan untuk mengatur dan merangsang tanaman berbunga.4. Pengendalian Hama dan Penyakit Keberhasilan membuahkan tanaman dalam pot sering mengalami kegagalan akibat adanya hama dan penyakit yang menyebabkan rendahnya produktivitas buah dan akibatnya mengalami kerugian. Terdapat kegiatan untuk mengendalikan hama dan penyakit, yaitu mengatasi codot, ulat dan penyakit.1. Musuh utama tanaman lengkeng adalah kelelawar yang biasanya menyerbu saat buah mulai matang pohon. Cara mengatasinya dengan membuat berongsongan buah lengkeng. Dompolan buah dibungkus satu per satu dengan plastik atau buluh bambu yang dianyam membentuk sebuah kantong. Cara lain adalah memasang bendera atau daun kelapa kering. Selain itu, juga tikus. Pengendaliannya dengan mengecat batang utama agar tikus tidak memanjat pohon.2. Penyakit yang sering menyerang tanaman lengkeng adalah jamur upas, akar putih, akar hitam, bercak daun dan bercak gloeosporium. Pencegahannya adalah dengan menjaga kelembaban tajuk dan akar supaya tidak terlalu lembab serta menjaga kebersihan tanaman dan lingkungan sekitar tanaman.Disarikan oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan PertanianSumber : 1. Evy Syariefa, 2002. Membuahkan Lengkeng Dalam Pot, seri Agrikiat. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.2. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, 2005. Budidaya Buah-Buahan (Lengkeng). Direktorat Jenderal Hortikultura. Oktober 2005