Loading...

BAGAIMANA MENJAGA PANGAN AMAN

BAGAIMANA MENJAGA PANGAN AMAN
Keamanan pangan merupakan usaha bersama. Kesalahan yang dilakukan oleh seorang petani dapat menyebabkan banyak orang yang sakit, pelaku usaha tani rugi dan petani kehilangan pekerjaan. Bila petani sudah mengetahui dasar-dasar budidaya buah dan sayuran, mereka akan mengetahui produksi pangan segar yang aman dan bermutu. Teknik penanamanMari kita lihat teknik penanaman. Pastikan bahwa lahan, benih dan penanamannya cocok untuk usaha taninya sehingga buah dan sayuran aman untuk dikonsumsi. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh petani yang berkaitan dengan lahan antara lain: (1) Pemilihan lokasi lahan disesuaikan dengan agroklimat dan topografi lahan (kemiringan) dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. (2) Lahan yang tercemar bahan kimia dapat mengkontaminasi produk buah dan sayuran. Bahan kimia mencakup bahan kimia alami seperti magnesium (Mg), chlor (Cl), cadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kimia buatan diaplikasikan untuk tanaman seperti pestisida (fungisida, herbisida, insektisida dan nematisida) atau penyebab polusi dari industri terdekat. (3) Pengaturan pola tanam bagi jenis tanaman semusim yang akan dibudidayakan. (4) Tata ruang penggunaan lahan untuk efisiensi kegiatan proses produksi usaha tani. (5) Kesuburan lahan mempengaruhi tindakan atau kegiatan proses produksi yang akan dilakukan, misalnya pemupukan yang lebih banyak dan lain sebagainya. (6) Penyiapan lahan untuk siap ditanami seperti jarak tanam, pembuatan guludan/bedengan dan lubang tanam.Hindari kontaminasiPangan dapat mengandung zat asing seperti serpihan kayu, gelas dan logam, serangga, batu dan perhiasan, rambut dan lain-lain. Kontaminan tipe ini dapat dikontrol dengan menjaga pertumbuhan dan berhati-hati saat penanganan buah dan sayuran untuk memastikan bahwa barang tersebut tidak tercampur. Pangan dapat mengandung bahan kimia seperti pestisida, bahan kimia pembersih, cat, oli dan lain-lain. Kontaminasi tipe ini dapat dikontrol dengan menggunakan bahan kimia sebagai mana mestinya dan menjauhkannya dari buah dan sayuran. Kontaminasi mikrooba dapat mengakibatkan keracunan. Mikroba adalah organisme yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Terdapat jutaan jenis mikroba. Beberapa mikroba digunakan dalam pengolahan pangan seperti untuk membuat kecap dan tempe. Sedangkan beberapa jenis mikroba tertentu dapat menyebabkan penyakit. Tanah, hewan, feses, dan air mentah mengandung mikroba. Di tubuh manusia seperti kulit, rambut, telinga, mulut, dan hidung terdapat mikroba. Saat bersin atau menyentuh barang mikroba dapat berpindah. Mikroba yang dapat menyebabkan keracunan pangan dapat dikendalikan dengan: (1) higenie yang baik misalnya cuci tangan dan pergunakan peralatan yang bersih. (2) kondisi yang menghambat pertumbuhan mikroba menjaga pangan tetap panas atau dingin.Pastikan bahwa mikroba dari tanah, hewan, dan feses tidak bersentuhan dengan buah dan sayuran setelah dipanen. Mikroba lebih banyak terdapat pada buah dan sayuran setelah dipanen, semakin pendek umur simpannya semakin cepat mikroba tumbuh didalamnya. Dengan memperhatikan lahan,keadaan tanaman dan lingkungannya petani dapt melindungi terutama produk buah dan sayuran dari kontaminasi. Sumber : Piagam Bintang Satu untuk Keamanan Pangan Badan POM. Penulis : Ir. Arman Moenek, M.Ed ( Penyuluh Pertanian Madya)