Loading...

BAGAN WARNA DAUN (BWD) EFEKTIF MENGHITUNG APLIKASI PUPUK N PADI SAWAH

BAGAN WARNA DAUN (BWD) EFEKTIF MENGHITUNG APLIKASI PUPUK N  PADI SAWAH
Bagan Warna Daun ( BWD ) dapat membantu petani untuk mengetahui Pupuk N (Urea) yang perlu diberikan. Pemberian Pupuk N berdasarkan pengukuran warna daun dengan BWD dapat menekan biaya pemakaian pupuk sebanyak 15 s/d 20 % dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil. BWD berbentuk persegi panjang dengan 4 kotak skala warna, mulai dari hijau muda hingga hijau tua.BWD DAN TINGKAT HASILPenggunaan BWD berkaitan erat dengan berapa tingkat hasil tinggi biasa dicapai disuatu tempat. Pada umumnya tingkat hasil dimusim kemarau berbeda dengan tingkat hasil dimusim penghujan. Oleh karena itu tingkat hasil disuatu tempat, misalnya 6 ton/Ha pemberian Pupuk Urea melebihi takaran yang dianjurkan belum tentu dapat menaikkan hasil menjadi 7 atau 8 ton/ Ha.TAKARAN PUPUK N SEBAGAI PUPUK DASAR1. Pada saat pemupukan dasar, BWD tidak perlu digunakan2. Berikan 50 s/d 75 kg urea / Ha sebagai pupuk dasar atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman umur 14 HST3. Selain pupuk tunggal pupuk majemuk juga dapat digunakan sebagai pupuk dasar.CARA DAN WAKTU PENGGUNAAN BWD1. Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun2. Taruh bagian tengah daun di atas BWD dan bandingkan antara warna daun dengan warna pada panel. Jika warna daun berada antara 2 skala, gunakan nilai rata ratanya, misalnya 3,5 untuk warna antara 3 dan 4.3. Sewaktu mengukur warna daun dengan BWD jangan menghadap sinar matahari, sebab pantulan sinar matahari dari daun padi dapat berpengaruh pada pengukuran warna daun4. Pilih waktu pembacaan daun pada pagi atau siang hari, hindari menilai warna daun dengan BWD ditengah terik sinar matahari5. Lakukan pengukuran pada waktu yang sama oleh orang yang sama6. Jika 6 atau lebih dari 10 daun yang diamati warnanya berada dalam batas kritis, yaitu dibawah skala 4, maka tanaman perlu segera diberi pupuk N susulan sesuai dengan tingkat hasil di tempat bersangkutan.WAKTU PENGGUNAAN BWDPilih satu dari 2 waktu penggunaan berikut1. Berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, biasanya berdasar pertumbuhan tanaman yaitu saat pembentukan anakan aktif (21 – 28 HST) dan primordia ( 35 – 40 HST ). Dengan cara ini hanya perlu dilakukan 2 kali pengukuran warna daun padi dengan BWD karena pada pemupukan pertama tidak perlu digunakan BWD.BWD hanya digunakan pada pemupukan kedua atau stadia anakan aktif (21-28 HST) dan pemupukan ketiga atau primordia (35–40) dengan membandingkan warna daun dengan skala BWD. Bila warna daun berada pada skala 2 sampai 3 berikan 125 kg urea/Ha jika ingin mencapai hasil 7 ton/Ha GKG. Bila warna daun berada pada skala 3 dan 4 berikan urea 100 kg/Ha jika ingin mencapai 7 ton/ GKG.Bila warna daun pada skala 4 dan 5 berikan 50 kg/ Ha kalau hasil yang biasa dicapai 7-8 ton/Ha. Tanaman tidak perlu dipupuk N, dengan tingkat hasil 5 -6 ton/Ha GKG2. Berdasarkan kebutuhan riil tanaman, dengan membandingkan warna daun padi dengan skala BWD secara berkala setiap 7 – 10 hari sejak 21 – 28 hari setelah tanam sampai 50 HST. Tanaman segera diberi pupuk N bila warna daun berada dibawah skala 4 BWD. Dengan cara ini petani perlu sering ke sawah untuk membandingkan warna daun padi dengan BWD.Pengukuran warna daun padi dengan BWD dimulai pada 21 – 28 HST dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali sampai 50 HST. Apabila tingkat hasil disuatu tempat sebesar 7 ton/Ha GKG takaran pupuk Urea susulan yang diperlukan adalah 100 kg/Ha. Bila tingkat hasil 5 ton/Ha cukup diberikan 50 kg/ HaApabila petani menggunakan ZA atau pupuk majemuk pada pemupukan dasar maka perhatikan kandungan nitrogennya.Contoh : 100 kg ZA mengandung 21 kg N100 kg Ponska (15-15-15) mengandung 15 kg N100 kg Urea mengandung 46 kg N admin-blora: Slamet Mu`arifin(BP3K Kedungtuban); Sri Endah M, SP.