Loading...

Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Gerakan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (GPPT)

Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Gerakan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (GPPT)
Dalam Menghadapi 2015-2019, sektor pertanian masih dihadapkan pada berbagai kendala, antara lain berupa alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur/jaringan irigasi, makin berkurang dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian, masih tingginya susut hasil (losses) dan belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi.Untuk kembali mewujudkan kejayaan sektor pertanian Indonesia menuju kedaulatan dan kemandirian pangan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan program Gerakan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (GPPT) dan Penumbuhan Generasi Muda di bidang pertanian. Kegiatan GPPT dan penumbuhan wirausahawan muda bidang pertanian dilakukan dengan memadukan kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendidikan pertanian.GPPT merupakan rangkaian pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian dalam mendukung pencapaian sasaran Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi dan produktivitas tujuh komoditas prioritas yang dirancang secara sistematis dan komprehensif dari aspek pelatihan, pendidikan dan penyuluhan yang kesemuanya bermuara pada pemberdayaan petani agar mampu menjadi pelaku utama yang handal dalam menerapkan teknologi yang terekomendasi guna meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas prioritas dalam satuan kawasan berbasis kelembagaan petani.Pada acara konperensi pers Hasil Penerapan GPPT dan Penumbuhan Minat Generasi Muda Bidang Pertanian Dalam Rangka Mendukung Kedaulatan Pangan” di ruang Diorama, BPPSDMP tanggal 19 Mei 2016, Kepala BPPSDMP menyatakan bahwa Menuju Kedaulatan pangan merupakan amanah undang-undang negara”. Indonesia adalah negara tropis yang mempunyai potensi yang besar, untuk bisa menuju kedaulatan dan kemandirian pangan. Indonesia memiliki peluang tanam yang tidak tegantung pada musim dan bisa menghasilkan produksi tanam baik pada musim hujan atau panas, tinggal bagaimana kita mensikapinya. Fokus Kementerian Pertanian adalah penanganan aspek produksi, dan yang masih menjadi kendala saat ini adalah kesulitan tenaga kerja dan kondisi alam.Ditambahkan oleh Kepala Badan PPSDMP, mekanisasi pertanian dilakukan agar dapat membantu petani untuk mempercepat olah tanah, panen, menekan losis. Penyuluh dan BPPSDMP sebagai lembaga suporting dalam pengembangan komoditas diharapkan mengawal pemberian pupuk dan benih, sehingga penyuluh yang ada disentra produksi bisa mengawal produksi dengan baik dan mekanisasi pertanian yang diberikan pemerintah harus di konsolidasi dan di optimalkan penggunaannya, sehingga tanam serempak bisa dilakukan.Mekanisasi, benih, pupuk dan pendampingan dari penyuluh dapat dilakukan, sehingga dapat menurunkan biaya olah tanah dan costproduksi bisa relatif lebih kecil. Panen dengan menggunakan mekanisasi dapat mengurangi losis. Sasaran akhir GPPT melalui pemberdayaan SDM Pertanian secara terpadu mampu menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan petani poktan dan gapoktan menjadi kelembagaan petani yang berbadan hukum.GPPT yang dimulai tahun 2016 ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan peran serta sumberdaya manusia pertanian khususnya penyuluh dan para petani dalam mendukung pencapaian sasaran Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi dan produktivitas tujuh komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, gula, dan daging sapi, dengan melibatkan banyak pihak. Dukungan dari penyuluh pertanian, mahasiswa, perguruan tinggi, TNI serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan menggerakkan petani dalam meningkatkan martabat dan kesejahteraan petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan. (Nurlaily).