Manfaat pupuk sebagai nutrisi dalam proses pertumbuhan tanaman padi mulai dari proses pertumbuhan vegetatif sampai pertumubuhan generatif. Pemberian pupuk yang seimbang akan memberikan produksi dan produktivitas yang tinngi. Tanaman padi seperti tanaman yang lainnya membutuhkan 16 unsur hara esensial baik makro maupun mikro dalam jumlah yang seimbang sesuai tahapan proses pertumbuhan. Kekurangan salah satu unsur menyebabkan pertumbuhan secara fisiologis tidak memberikan hasil yang memuaskan, Terutama unsur N, yang berperan memberikan dampak hijau daun tidak dibutuhkan dalam jumlah yang lebih, jika tidak seimbang dengan unsur mikro yang lain tanaman akan mudah rebah, gampang terserang hama dan penyakit tanaman. Untuk itu untuk mengetahui kecukupan unsur N adalah dengan cara membaca bagan warna daun, (BWD).Hasil panen padi yang tinggi dapat diperoleh melalui pemupukan berimbang yang memperhatikan ketersediaan dan keseimbngan hara dalam tanah serta tingkat serapan hara sesuai kebutuhan tanaman. Pemakaian N yang kurang dari kebutuhan tanaman akan memberikan hasil padi yang rendah atau tidak optimal, sebaliknya pemebrian N secara berlebihan akan menyebabkan tanaman akan rentan terhadap infeksi penyakit dan mudah rebah.Bagan Warna Daun (BWD), akan membantu petani untuk mengetahui apakah tanaman perlu segera diberikan pupuk N atau tidak dan berapa takaran N yang diperlukan. Pemakaian pupuk N berdasarkan pengukuran bagan Warna Daun dengan yang BWD dapat menghemat biaya pemakaian N pupuk sebanyak 12-20% dari takaran pupuk yang digunakan petani tanpa menurunkan hasil. BWD berbentuk persegi panjang dengan 4 kotak sala warna, mulai dari hijau muda sampai hijau tuaBWD dan Tingkat Hasil.Penggunaan BWD berkaitan erat dengan beberapa tingkat hasil tinggi biasa dicapai disuatu tempat. Biasanya tinkat hasil dimusim hujan akan berbeda dengan tingkat hasil dimusim kemarau. Oleh karena itu tingat hasil yang dicapai pada tabel 1 dan 2 bukan berarti hasiltertinggi yang ingin dicapai di suatu tempat. Misalnya tingkat hasil tertinggi disuatu tempat mencapai 6 t/ha, pemebrian urea melebihi takaran yang dianjurkan belum tentu dapat menaikan hasil mencapai 7atau 8 t/ha.Takaran Pupuk N Sebagai Pupuk Dasar? Pada saat pemupukan dasar BWD tidak diperlukan. ? Berikan 50-75 kg urea/ha sebagai pupuk dasar atau pemupukan N pertama sebelum tanaman berumur 14 HST? Selain pupuk tunggal pupuk majemuk juga digunakan sebagai pupuk dasar. Cara dan Waktu Penggunaan BWDCara penggunaan BWD1. Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang sudah membuka penuh 2. Taruh bagian tenganh daun diatas BWD (foto 2) dan bandingkan antara warna daun dengan warna pada panel. Jika warna daun berada di antara 2 skala, gunakan nilai rata-ratanya, misalnya 3,5 untuk warna antara 3 dan 43. Sewaktu mengukur warna daun dengan BWD, jangan menghadap sinar matahari, sebab pantulan sinar matahari dari daun padi dapat berpengaruh pada pengukuran warna daun.4. Pilih waktu pembacaan daun pada pagi atau siang hari. Hindari menilai warna daun dengan BWD ditengah terik matahari.5. Lakukan pengukuran yang sama oleh orang yang sama6. Jika 6 atau lebih dari 10 daun yang diamati warnanya berada dalam batas kritis, yaitu di bawah skala 4 maka tanaman perlu segera diberikan pupuk N susulan sesuai dengan tingkat hasil di tempat bersangkutan Waktu Penggunaan BWDPilih satu dari 2 waktu penggunaan berikut:? Berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, biasanya berdasarkan pertumbuhan tanaman, yaitu pada saat pembentukan tanaman aktif (21-28 HST) dan masa primordia yaitu umur (35 -40 Hari setelah tanam dengan cara ini hanya dilakukan 2 kali pengukuran warna daun padi dengan BWD, karna pada pemupukan pertama tidak perlu digunakan BWD. ? Berdasarkan kebutuhan riil tanaman, dengan membandingkan warna daun padi dengan skala BWD secara berkala, setiap 7-10 hari sejak 7-10 hari sejak 21-28 hari setelah tanam (HST) sampai 50 HST. Tanaman segera diberi pupuk N bila warna daun dibawah skala 4 BWD. Dengan cara ini petani harus selalu terus kesawah untuk membandingkan warna daun padi dengan BWD.Berdasarkan waktu yang ditetapkanBWD hanya digunakan pada pemupukan kedua atau stadia anakan aktif (21-28 HST) dan pemupukan ketiga atau primordia (35-40 HST) dengan membandingkan warna daun dengan skala BWD? Bila warna daun berada pada skala 2 sampai 3, berikan 125 Kg Urea/ ha. Kalau hasil yang dicapai disuatu tempat adalah 7 ton/ha GKG. Berikan 75 kg urea/ha kalau tingkat hasil adalah 5 t/ha GKG. (tabel 1).? Bila warna daun berada antara skala 3 dan 4, berikan 100kg urea/ha kalau hasil yang dicapai disuatu tempat adalah 7 ton/ha GKG cukup berikan 50 kg urea/ha kalau tingkat hasil adalah 5 t/ha GKG.? Bila warna daun berada antara skala 4 sampai 5, berikan 50 kg ure/ha kalau hasil yang dicapai 7-8 ton/ha GKG. Tanaman tidak perlu diberi pupuk N kalau tingkat hasil 5-6 ton/ha Tabel 1. Takaran urea yang diberikan sesuai dengan skala warna daun pada penggunaan BWD berdasarkan waktu yang ditetapkan.Nilai warna daun dengan BWD Tingkat hasil (ton/ha GKG) = 5.0 = 6.0 = 7.0 = 8.0 Takaran Urea yang digunakan (kg/ha) 2-3 75 100 125 150 Antara 3 dan 4 50 75 100 125 4-5 0 0-50 50 50 Keterangan : Tingkat hasil pada kondisi kebutuhan tanaman akan unsur hara lain seperti P dan K terpenuhi serta faktor lain seperti penegndalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pengelolaan air dilakukan secara optimal.Berdasarkan kebutuhan riil tanaman1. Pengkuran warna daun padi dengan BWD dimulai pada 21-28 HST, dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali sampai 50 HST2. Apabila tingkat hasil disuatu tempat sebesar 7 t/ha GKG, takaran pupuk urea susulan yang diperlukan adalah 100kg/ha. Bila tingkat hasil adalah 5t/ha GKG, cukup diberi 50 kg urea /ha (tabel 2)Tabel 2. Takaran Nilai warna daun dengan BWD Tingat hasil (t/ha GKG) = 5.0 = 6.0 = 7.0 = 8.0 Takaran Urea yang digunakan (kg/ha) Dibawah 4 50 75 100 125 Keterangan : Tingkat hasil pada kondisi kebutuhan tanaman akan unsur hara lain seperti P dan K terpenuhi serta faktor lain seperti penegndalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pengelolaan air dilakukan secara optimalApabila petani menggunakan ZA (amonium sulfat) atau pupuk majemuk pada pemupukan dasar maka perhatikan kandungan nitrogennya. Contoh : 100 kg ZA mengandung 21 kg nitrrogen100 pupuk majemuk (15-15-15) mengandung 15 kgnitrogen100 kg urea mengandung 46 kg nitrogen