Bahan dapur pengendali hama Pestisida nabati merupakan kearifan lokal di Indonesia yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Hal itu guna mendukung terciptanya sistem pertanian organik.Ada banyak bahan di alam sekitar kita yang bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat pestisida nabati. Salah satunya ialah bawang putih. Bumbu dapur yang memiliki nama Latin Allium sativum ini merupakan salah satu sumber bahan pestisida yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama.1. Bawang putihBawang putih sangat efektif untuk mengendalikan hama seperti trips, apids, ulat, belalang dan beberapa jenis hama lainnya, terutama pada tanaman hortikultura. Bawang putih mempunyai senyawa kimia yang mudah menguap yang tidak disukai oleh hama tanaman sehingga membuatnya efektif sebagai pembasmi hama.Senyawa kimia bawang yang mudah menguap ini menyebabkan gangguan visual pada hama sehingga dapat memengaruhi tingkah laku dan kecepatan kolonisasi serangga. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pembuatan estisida bawang putih:Pertama, kupas dua bungkul (20 siung) bawang putih lalu tumbuk sampai halus, lalu campurkan dengan lima liter air.Masukan dua sendok teh minyak tanah dan dua sendok makan deterjen atau sabun colek ke dalam campuran tadi, kemudian aduk sampai merata.Setelah itu, saring larutan tersebut menggunakan kain halus dan masukkan ke botol tertutup untuk penyimpanan yang cukup lama. Simpan di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung. Usahakan penyimpanan tidak terlalu lama agar khasiatnya tetap terjaga.Untuk pengaplikasiannya, campurkan tiga sendok teh larutan insektisida yang sudah disaring dengan satu liter air bersih. Lalu, semprotkan cairan tersebut pada tanaman terutama yang terserang hama.2. KecombrangKecombrang adalah salah satu jenis rempah yang banyak digunakan sebagai masakan dan juga sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional. Meskipun namanya kurang familiar, kecombrang memiliki manfaat luar biasa. Mungkin sedikit terdengar aneh, tapi tahukah Anda bahwa kecombrang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pestisida nabati.Hal tersebut telah berhasil diuji menggunakan GCMS (gas chromatography mass spectra) dengan senyawa kimia utama monoterpen. Ekstrak bunga kecombrang mampu bersifat fungisidal antara lain pada jamur Penicillium dan Aspergillus yang menyebabkan penyakit busuk buah pada produk pascapanen buah seperti stroberi, anggur, mangga, dan salak serta beberapa sayuran buah seperti tomat dan terong dan pencegahan penyakit antraknosa pada cabai. Berikut ini langkah pembuatan pestisida kecombrang: Alat dan bahan:• Kecombrang• 1 liter air• saringanCara pembuatan:• Ambil kecombrang (bisa gunakan bagian daun, bunga, batang, dan rimpang) sekitar 100 gram.• Tumbuk hingga halus.• Setelah halus, larutkan ke dalam satu liter air, lalu aduk hingga tercampur rata.• Setelah tercampur rata, peras dan saring sebelum digunakan.• Pestisida nabati dari kecombrang telah siap digunakan.Cara penggunaan:Semprotkan larutan pestisida nabati pada bagian buah yang belum matang sempurna. Tujuannya, agar menghasilkan buah yang matang sempurna dengan kualitas unggul.Hasil kajian:1. In Vitro: menunjukkan bahwa ekstrak bunga kecombrang pada konsentrasi 48-50% dapat menghambat pertumbuhan jamur putih hingga 90% pada media PDA.2. In Planta: aplikasi ekstrak bunga kecombrang mampu menghambat pertumbuhan jamur putih pada buah salak lepas tandan atau yang masih menempel pada tandan. Ekstrak murni bunga kecombrang bahkan mampu melindungi buah salak hingga 100% dari infeksi jamur putih.Selain untuk tanaman salak, ekstrak bunga kecombrang efektif sebagai alternatif pencegahan penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Nah, mudah bukan pembuatan pestisida nabati ini. Yuk, praktikkan di rumah! Oleh : Imam Mustakim, S.PKP (Penyuluh Pertanian Kebumen) Daftar pustaka : https://www.pertanianku.com