Penyediaan pakan untuk itik yang dipelihara secara intensif sering menjadi kendala dalam peralihan cara pemeliharaan dari tradisional ke intensif, karena itik yang dipelihara secara intensif biasanya diberi pakan produksi pabrik atau pakan komersial yang menghabiskan 60-70% biaya produksi. Hal ini merupakan beban yang cukup berat apabila itik yang dipelihara hanya berproduksi rata-rata kurang dari 60%. Keadaan ini memacu peternak untuk menyusun ransum itik sendiri. Penggunaan pakan komersial hanya terbatas untuk itik periode awal (umur 0-28 hari), hal ini berkaitan dengan alasan yang sifatnya ekonomis, disamping karena bahan baku pakan itik tidak mudah diperoleh.Semakin meningkatnya pemeliharaan itik secara intensif (dikandangkan), maka pengetahuan dan keterampilan tentang penyusunan ransum dan pemberian pakan sangat diperlukan.Banyak bahan pakan alternatif (bahan pakan pilihan) yang bisa digunakan, namun dalam mencari bahan yang akan dipakai hendaknya berpegang pada kadar protein dan energy yang diperlukan itik.Bahan pakan sumber energy untuk itik antara lain adalah dedak padi, jagung, menir, tepung singkong, polar, nasi kering, roti afkir dan mie afkir, namun dalam pemberiannya sebaiknya tidak dalam bentuk kering, tetapi agak basah atau jika terlalu keras perlu direndam sebelum diberikan pada itik. Sebagai contoh perendaman diperlukan jika itik diberi nasi kering, sehingga nasi tersebut menjadi agak lunak/lembek dan dapat ditelan dengan mudah oleh itik.Bahan pakan sumber protein yang sangat disukai oleh itik dalam bentuk segar adalah ikan rucah, cangkang udang dan keong, namun pemberiannya haruslah dalam ukuran yang cukup kecil untuk memudahkan itik menelannya. Selain itu berbagai jenis bahan pakan sumber protein yang berbentuk tepung yang dapat diberikan kepada itik antara lain bungkil kelapa, tepung ikan, bekicot dan sebagainya. Kandungan zat gizi beberapa bahan.Dedak Padi. Dedak padi (bekatul) merupakan hasil dari penggilingan yang digiling, jumlahnya sekitar 10% dari total berat padi. Pemanfaatan dedak sebagai bahan pakan ternak mempunyai kandungan karbohidrat atau sumebr energy yang cukup tinggi. Penggunaan dedak padi hingga 75% dalam ransum itik petelur tidak mengganggu produksi telur, asalkan kandungan nutrisi yang lainnya cukup. Singkong. Singkong merupakan tanaman yang mudah dijumlai dan banyak dihasilkan di Indonesia. Bagian singkong yang dapat digunakan sebagai bahan pakan itik adalah umbi gaplek. Tepung singkong/gaplek mempunyai kandungan karbohidrat atau sumber energy yang tinggi, hampir menyamai jagung, tetapi miskin akan protein (sekitar 2%). Pada umbi singkong, sebagian besar sianida terdapat pada kulitnya. Pengupasan kulit umbi, perendaman dan pengeringan dapat menurunkan kadar sianida tersebut. Tepung singkong dapat digunakan dalam pakan ini hingga 30%. Pemberian dalam jumlah yang lebih tinggi akan menyebabkan ternak mencret (diare).Keong Emas. Keong emas baik digunakan untuk campuran pakan itik karena hewan air ini mengandung banyak protein dan kalsium. Pemberian dalam bentuk segar dapat menyebabkan pengarus negative terhadap ternak, yaitu dapat menyebabkan penurunan produksi ternak karena di dalam lender keong tersebut terdapat suatu zat anti nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan ternak, oleh sebab itu dianjurkan menggunakan keong emas yang telah direbus, karena zat anti nutrisi yang ada akan berkurang atau bahkan hilang stetlah proses perebusan selama 15-20 menit.Eceng Gondok. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, ternyata eceng gondok dapat digunakan sebagai mekanan ternak, karena dari hasil analisis kimia menunjukan bahwa eceng gondok mengandung protein kasar yang cukup tinggi. Dimana berdasarkan analisis yang dilakukan di Balai Penelitian menunjukan kandungan protein kasar 13,03%, serat kasar 20,16%, Ca 3,09%, P 0,45%, Lemak 0,45%, Bet N 23,989 dan Abu 23,87%. Eceng gondok mengandung Carotene cukup tinggi sekitar 109,000IU/100 gram. (Penulis Suwarna) Sumber : http://www.Pustaka.Litbang.Deptan.go.id/Agritek/ dkij.0116.pdf. Ransum Itik Petelur.Jakarta