Dalam rangka mengantisipasi tantangan perubahan lingkungan strategis yang berkembang di abad ini dengan issu globalisasi, desentralisasi, demokratisasi, pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim global diperlukan sumberdaya manusia yang siap pakai, profesional, inovatif, kreatif dan berwawasan global, guna mewujudkan pertanian yang tangguh, produktif, efisien, berdaya saing dan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku utama pembangunan pertanian. Menjawab tantangan tersebut maka untuk meningkatkan kapasitas bagi Penyuluh, Babinsa, Kelompok Tani, Mahasiswa dan Kelompok Wanita Tani di Provinsi Gorontalo maka Bakorluh Provinsi Gorontalo kembali menyelenggarakan diklat teknis pengelolaan alsintan serta diklat teknis pengelolaan pekarangan dan teknologi hasil pertanian.Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 (lima) hari yaitu pada tanggal 8-12 Agustus 2016, dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang, yang terdiri dari Kelompok Wanita : 30 orang, Penyuluh pertanian :30 orang, Bintara Pembina Desa:10 Orang, Kelompok Tani : 10 Orang serta Mahasiswa Pertanian : 10 Orang.Peserta dikelompokkan dalam 3 kategori masing-masing 1 kelas bagi para penyuluh, 1 kelas bagi Babinsa, Kelompok Tani dan Mahasiswa serta 1 kelas lagi bagi Kelompok Wanita Tani. Acara ini dibuka langsung oleh Ibu Gubernur Gorontalo Dra. Hj. Idah Saidah Rusli Habibie selaku ketua tim penggerak PKK Provinsi Gorontalo. Sementara itu Kepala Bakorluh Provinsi Gorontalo DR.Alwarits Nggole,MP dalam laporannya menyampaikan bahwa adapun tujuan pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis dimaksudkan untuk :a) Bimtek Pekarangan bagi KWT:- Peningkatan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.- Meningkatkan partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penghasil sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.b) Bimtek Alsintan Bagi Penyuluh, Babinsa, Kelompok Tani, dan Mahasiswa:Untuk meningkatkan kompetensi Petugas khususnya penyuluh pertanian dalam Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) khususnya Mesin Tanam Bibit Padi (Rice Transplanter), Mesin Panen Padi (Combine Harvester).Selanjutnya menurut Kepala Bakorluh Prov.Gorontalo kegiatan ini akan terus dimantapkan dengan melibatkan seluruh elemen terkait sebagai implementasi atas UUD no 16 tahun 2016 serta penjabaran terhadap program pemerintah pusat maupun daerah.Narasumber yang menjadi pemateri dalam diklat ini yakni fasilitator/pelatih dari BBPP Batangkaluku, Bakorluh Prov.Gorontalo serta KJF dari Kab/KotaDemi efektifnya pelaksanaan diklat tersebut maka selain peserta menerima materi dalam ruangan peserta juga melaksanakan praktek langsung di lapangan.