Loading...

BAKORLUH SIAP MENGAWAL PROGRAM PENGEMBANGAN KEDELAI SULTRA TAHUN 2015

BAKORLUH SIAP MENGAWAL PROGRAM PENGEMBANGAN KEDELAI SULTRA TAHUN 2015
Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (Bakorluh) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) siap mengawal program pengembangan kedelai yang mulai dicanangkan pada 6 September 2014 lalu, oleh Gubernur Sultra. Tahun 2015, luas tanam akan dimaksimalkan hingga 20 ribu hektar (ha). Kepala Sekretariat Bakorluh Sultra Ir. Akbar, M.Si mengungkapkan, kegiatan tanam perdana yang dilakukan TNI di Kolaka dan dihadiri oleh Gubernur Sultra Nur Alam, yang dilakukan pada bulan September lalu, merupakan momentum untuk menjadikan Sultra sebagai lumbung kedelai. "Kita punya potensi lahan kering dan sawah yang masih luas untuk dikembangkan di Sultra. Untuk sementara, penanaman kedelai dititikberatkan pada lokasi di enam kabupaten, yaitu Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Buton, Buton Utara, dan Muna," tutur Akbar. Akbar merinci, luas lahan di enam kabupaten tersebut masing-masing Kolaka 1.000 ha, Konawe 1.295 ha, Konawe Selatan 1.000 ha, Buton 500 ha, Buton Utara 1.000 ha, dan Muna 1.000 ha. Tahun 2015, kata Akbar, dapat dimaksimalkan sampai dengan 20 ribu ha. Sebagai bentuk kesiapan, Bakorluh Sultra akan melakukan pengawalan dalam bentuk kegiatan demonstrasi area (demarea). Kegiatan ini merupakan bentuk percontohan dalam kawasan dengan luas 1,5 hektar dengan aplikasi teknologi yang telah teruji dan direkomendasikan, serta pengawalan secara menyeluruh pada lahan yang akan ditanami.Kegiatan ini direncanakan akan dilakukan di Kolaka, yang dicanangkan sebagai lumbung kedelai Sultra. Selain itu, Bakorluh juga akan menggelar sekolah lapang bagi para petani di daerah-daerah pengembangan. Bahkan, perluasan pengawalan juga akan dilakukan pada daerah yang tidak masuk dalam kawasan pengembangan. Lebih lanjut Akbar menjelaskan bahwa Bakorluh telah memiliki jaringan sumber daya manusia yang memadai di seluruh Sultra. Jumlah penyuluh PNS se-Sultra sebanyak 1.790 yang terbagi menjadi 669 penyuluh PNS, 492 penyuluh bantu yang tergabung dalam Tenaga Harian Lepas tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP), dan 629 penyuluh swadaya. Oleh karena itu, tambah Akbar, kelembagaan penyuluhan di tingkat kecamatan, Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K), akan menjadi simpul koordinasi dengan instansi terkait yang tergabung dalam tim kerja. Tahun 2013 lalu, produksi kedelai di Sultra hanya 3.826 ha. Tahun 2014 ditarget mencapai 12.706 ton. Dengan pengawalan yang intensif dari penyuluhan pihaknya optimis bisa menggenjot hingga mencapai di atas 15 ribu ton pada tahun 2015 mendatang (Andi Syahrir - Penyuluh Muda Sekretariat Bakorluh Sultra)