Loading...

Bakorluh Sultra Dorong Siswa SD Peduli Lingkungan

Bakorluh Sultra Dorong Siswa SD Peduli Lingkungan
Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (Bakorluh P2K) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong agar kesadaran untuk mencintai lingkungan dimulai dari anak usia sekolah dasar (SD). Hal itu diungkapkan Kepala Sekretariat Bakorluh P2K Sultra Ir. Akbar, M.Si dalam Sosialisasi Program Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM) di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), beberapa waktu lalu. Program KMDM merupakan salah satu gerakan moral yang digagas Pusat Penyuluhan Kehutanan Kementerian Kehutanan RI untuk mengendalikan kerusakan hutan. Sebagai institusi penyuluhan, Bakorluh Sultra merupakan instansi yang memiliki kewenangan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk menyelamatkan hutan Indonesia. Kesadaran ini harus dipupuk sejak dini. "Murid sekolah dasar merupakan bagian dari generasi muda yang perlu kita kader untuk mencintai lingkungannya sehingga dapat mengambil bagian untuk memperbaiki kerusakan lingkungan," jelas Akbar dalam rilis yang diterima Kendari Pos, Kamis (8/10). Akbar mengungkapkan, kegiatan sosialisasi tersebut digelar Bakorluh Sultra di kantor Operation Wallacea Trust di Desa Welala, Kecamatan Ladongi, Koltim. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus sekolah, komite sekolah, dan perwakilan orangtua murid di 10 SD yang ada di Koltim. Selain itu, juga dihadiri oleh penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM) dan penyuluh pendamping. Selanjutnya, pada 10 SD tersebut akan dibangun kebun bibit sekolah (KBS) yang akan dikembangkan oleh murid di masing-masing sekolah itu dengan dana sebesar Rp 2 juta per KBS. Akbar menjelaskan, 10 SD ini ditetapkan sebagai penerima bantuan pembuatan KBS karena lokasinya yang berada di sekitar kawasan hutan. Sekolah tersebut yaitu SD 1 Mokupa, SD 2 Mokupa, SD 3 Mokupa, SD 1 Bou, SD 3 Bou, SD 1 Penanggo Jaya, SD 2 Penanggo Jaya, SD 1 Lambandia, SD 1 Wonuambuteo, dan SD 1 Pomburea. Pembuatan KBS ini diharapkan menjadi materi pelajaran muatan lokal di masing-masing sekolah. KBS ini akan ditanami berbagai macam pohon untuk bibit dan selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar hutan. "Di samping pembuatan KBS, kita juga melakukan sosialisasi peran sekolah, peran orangtua murid, serta penyuluh pendamping untuk melaksnakan program KMDM," jelas Akbar. Sekolah yang melaksanakan program ini harus mempunyai komitmen dari sekolah, guru dan orangtua murid, serta memiliki kemampuan menyelenggarakan KMDM dan lahan untuk pembuatan KBS. Orangtua murid berperan membimbing dan mengarahkan putra/putrinya untuk menentukan lokasi penanaman, jumlah dan jenis bibit utama yang akan ditanam, serta cara menanam dan memeliharanya. Penyuluh pendamping berperan memberikan pemahaman tentang pentingnya pelestarian lingkungan dengan mengajarkan fungsi dan manfaat pohon, serta memberi bimbingan teknis kepada murid tentang keterampilan membuat bibit, menanam, memelihara dan masa panen sebuah pohon (Andi Syahrir, Penyuluh Muda Sekretariat Bakorluh Sultra)