Minapadi dari pengertiannya adalah suatu bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang ditanami padi sebagai kolam untuk budi daya air tawar. Dengan demikian minapadi mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus. Meskipun gedung baru saja selesai dibangun di tanah sewa, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Mejobo yang terletak di wilayah perbatasan desa Mejobo dan desa Kirig ini sebagai lembaga yang menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan di tingkat kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus merasa perlu memberikan sebuah percontohan atau alternatif sistem bentuk usaha tani, mengingat beberapa desa dalam wilayah kecamatan Mejobo adalah wilayah yang berpotensi dikembangkan pengelolaan perikanan, mengingat 6 desa dari 11 desa wilayah Kecamatan Mejobo merupakan desa yang sepanjang tahun sebagian besar sawahnya tergenang air dengan kurun waktu relatif lama sekitar 3 bulan. Maka pilihan untuk membudidayakan pertanian dan perikanan dalam satu petak sawah adalah pilihan yang sudah dipertimbangkan. Penyuluh kecamatan Mejobo yang di komando oleh Koordinator Penyuluh Bapak Abdul Rofik, SPKP bersama Penyuluh Lapangan yang lain, yaitu Indri Subekti P, SP, M. Titik W, SP, Karsono, SP, Puji Lestari, SP, Kadiru serta POPT dan mantri tani Didik Kuswadi, SP, menggandeng Bapak Sorijudin, salah seorang ketua kelompok tani, untuk mewujudkan impian minapadi sebagai media belajar bagi penyuluh maupun petani sekitar dalam pengelolaan dua unsur yang berbeda tersebut. Dilahan sekitar 1.400 m2 keinginan itupun diwujudkan di Musim Tanam ini (MT 1) tahun 2017. Lahan dibersihkan dari gulma dan tumbuhan lain dengan cara diluku dan digaru dengan memanfaatkan alat mesin yang ada. Penyuluh juga ikut terlibat dalam penyiapan lahan ini. Selanjutnya pembuatan saluran atau parit kecil mengitari lahan untuk tanaman padi. Kegiatan pembuatan parit ini juga menggunakan alat mesin. Parit sekitar tanaman padi dibuat dengan kedalaman sekitar 60 cm dengan lebar sekitar 1,25 m. Kemudian lahan dibiarkan beberapa hari sebelum ditanami padi dengan diberi aplikasi pupuk organik. Sistem tanam yang digunakan di lahan percontohan BPP dengan sistem tanam pindah dengan umur sekitar 20 HSS. Varietas yang digunakan adalah ciherang, model tanam jajar legowo 5:1. Tetapi saran yang direkomendasikan adalah sistem Jajar Legowo 2:1. Pemupukan tanaman dilakukan setelah padi berumur sekitar 7 hari dengan urea dan phonzka. Sejak tanaman padi dipindahtanamkan, kondisi tanah dipertahankan macak-macak, sementara air dalam parit dipertahankan tersedia.Bibit ikan ditebar setelah tanaman padi berumur sekitar 2 pekan atau 14 hari. Pada lahan percontohan BPP Kec. Mejobo ini ditebari sekitar 500 ekor ikan Koi. Pilihan pada ikan Koi karena nilai estetika ikan yang tinggi. Diharapkan ketika ditebar di alam harapannya bisa lebih cepat besar dengan daya tahan hidup yang baik, karena banyaknya pakan alami di lahan sawah. Pemeliharaan dilakukan berupa pemberian pakan tambahan berupa pelet, pengelolaan air dan gulma air serta pengawasan. Tidak melakukan penyemprotan dengan pestisida berbahan kimia sintetis sangat dianjurkan pada sistem budidaya minapadi karena akan meracuni ikan-ikan khususnya yang dibudidayakan. Dan ternyata benar, bahwa ikan yang dibudidayakan di lahan minapadi ini ternyata memberikan perkembangan yang baik. Terbukti dari setelah 1 pekan ditebar, yang semula panjang sekitar 4 cm menjadi sekitar 6-7 cm. Pakan tambahan yang diberikan tidak boros. Ketika ikan Koi yang dibudiadayakan sekitar 3 pekan, sangat terlihat beberapa jenis ikan. Ada berwarna emas, perak, kepala hijau, lurik dan berbagai variasi warna lainnya. Hal ini menjadikan penyuluh yang dulu berkonsentrasi hanya dibidang tanaman pangan saja, kini juga mencari literatur terkait dengan perikanan khususnya Koi untuk menambah perbendaharaan keilmuannya. Selain ikan Koi yang dibudidayakan di lahan minapadi BPP Kecamatan Mejobo, juga dibudidayakan jenis ikan konsumsi, yaitu ikan Nila. Lebih dari 200 ekor benih ikan Nila ditebar juga. Setelah 1 pekan ikan Nila juga memberikan perkembangan yang baik terutama besar dan berat ikan. Diharapkan sekitar 2 bulan lagi, 1 pekan sebelum panen padi, ikan Koi dan Nila sudah panen dulu. Dengan demikian minapadi memberikan nilai keuntungan ganda bagi yang membudidayakannya. Dan yang penting pengelolaannya ternyata lebih ringan jika dibandingkan dengan budidaya sejenis atau monokultur. Mau mencoba minapadi ikan Koi? Indri Subekti P, SP (Penyuluh Kec. Mejobo)