BANG JARWO akronim dari Pengembangan Jajar Legowo. Berbagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi telah dilakukan, namun hal ini belumlah cukup. Upaya untuk meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan dengan adanya inovasi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi usahatani tanaman padi. Salah satu alternatif teknologi adalah dengan sistem tanam jajar legowo. Pada hari Rabu dilakukan uji coba pelumpuran perdana Alsintan IndoJarwo Transplanter di Kelompok Tani IrmasJaya di wilayah binaan penyuluh pertanian Bapak Aip Rusdiana, SP. Pada kesempatan yang sama, Wadanramil 1325 Langensari dan para babinsa mempraktekkan penggunaan alat mesin tersebut. Alat yang merupakan alat mesin tanam yang masih baru bagi petani merupakan pengembangan bagi petani yang baru mengenal sistem tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo diperkenalkan penyuluh dengan mensosialisasikannya dalam kegiatan Sekolah Lapang dan di pertemuan kelompok. Untuk Tahap awal, penyuluh mengenalkan alat Caplak Legowo Manual dan mengaplikasikannya di kelompok tani. Pada perkembangannya petani di Kelompok tani IrmasJaya cukup antusias dalam menggunakan sistem tanam jajar legowo dan menggantikan sistem tanam tegel yang sudah turun temurun digunakan oleh para petani di wilayah tersebut. Secara bertahap para petani mulai tertarik dan beralih ke sistem tanam jajar legowo, walaupun secara bertahap para petani ada yang beralih secara langsung ke jajar legowo 2 : 1, ada juga yang berangsur bertahap mulai dari jajar legowo 6 : 1, 5: 1 dan 4 : 1. Teknologi legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan sehingga terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar barisan sehingga seolah-olah rumpun padi berada dibarisan pinggir dari pertanaman yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir (border effect). Inilah yang menjadi dasar mengapa Legowo di terapkan sebagai sistem tanam padi yaitu agar pertumbuhan dan hasil padi yang berada di pinggir biasanya akan lebih baik daripada yang terletak di tengah pertanaman, mempermudah petani dalam pemeliharaan mulai dari pemupukan, penyiangan, penyemprotan juga pengamatan dan meningkatkan jumlah rumpun dalam lahan yang sama. Sistem tanam padi jajar legowo kini semakin terkenal dan meluas dan termasuk salah satu dari komponen teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah yang terus di galakan untuk mendukung target produksi 1 juta ton beras kering giling (GKG). Sistem tanam padi jajar legowo, memiliki variasi antara lain: legowo 2 : 1, 3 : 1, 4 : 1, dan 5 : 1. Berdasarkan hasil penelitian jenis legowo yang direkomendasikan adalah yang menggunakan legowo 2 : 1. Jarak tanam disesuaikan dengan kondisi lahan dan kesuburan tanah di masing-masing lokasi berdasarkan uji tanah. Pada lahan yang sangat subur memakai jarak tanam antarbarisan 25 cm, dalam barisan 12,5 cm, dan antarlegowo 50 cm. Pada lahan yang kuran subur jarak tanam lebih lebar, yaitu antarbarisan 30 cm, dalam barisan 15 cm, dan antarlegowo 40 cm, atau bisa juga dengan antar barisan 20 cm dalam barisan 20 cm dan antar legowo 40 cm. Manfaat yang dirasakan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo1. Menambahnya jumlah tanaman padi2. Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan3. Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir4. Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi5. Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi6. Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida 7. Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja Syarat agar lahan dapat ditanam dengan sistem jajar legowo 2 : 1 adalah :1. Lahan tak terasering, jika bertera kemiringan lahan kurang dari 25 % dengan petakan minimal 3 meter2. Dosis pemupukan sebaiknya ditambah 10 - 20 % dari tanam pedi biasa/tegel3. Usahakan barisan searah sinar matahari4. Gunakan bibit mudah untuk memperbanyak anakan. Masalah umum sulitnya jajar legowo dikembangkan hingga saat ini adalah pola pikir/mainset petani yang kurang paham, seperti :1. Dengan tanam padi jajar legowo 2 : 1 akan mengurangi jumlah rumpun, padahal sebaliknya2. Jarak terlalu rapat antar tanaman dapat menurunkan anakan, padahal jarak legowo cukup luas untuk anakan berkembang.3. Tenaga tanam yang belum bepengalaman, hal ini terjadi karena belum terbiasanya para tenaga tanam. Solusinya dapat dilakukan dengan cara menggunakan caplak khusus legowo, sehingga mempermudah tenaga tanam.Perlu sosialisasi, pelatihan dan pengkajian yang serius dan intensif di semua wilayah agar penerapan sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dapat diterima dan diterapkan oleh para petani.