Komoditi aneka kacang dan umbi seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu dan ubi jalar merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Hal tersebut dapat terlihat dengan semakin meningkatnya kebutuhan baik sebagai bahan pangan, pakan dan bahan baku industri maupun bahan bakar nabati (bioethanol).Sasaran utama Direktorat Aneka Kacang dan Umbi tahun 2017 yaitu 1) mewujudkan pencapaian swasembada kedelai dan tercapainya sasaran produksi aneka kacang dan umbi, 2) mewujudkan peningkatan diversifikasi pangan, 3) mewujudkan peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor, serta 4) mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani. Pencapaian keempat sasaran (target) utama diharapkan dapat memberikan dampak kinerja yang signifikan bagi pemenuhan kebutuhan pangan terutama ketahanan pangan nasional. Selain itu, dampak dari kinerja tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kesejahteraan yang memadai.Program pemerintah melalui Kementrian Pertanian Direktorat Aneka Kacang dan Umbi tahun 2017 difokuskan pada komoditas kedelai meskipun untuk komoditas lainnya tetap mendapat perhatian. Pencapaian target peningkatan produksi dijalankan dengan strategi :Peningkatan produktifitas yang dilakukan melalui pengelolaan tanaman terpadu (PTT)Perluasan areal tanam kedelai melalui optimasi Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Peningkatan Indeks Pertanaman (PIP) yang dilaksanakan pada lahan sawah maupun lahan kering, pembukaan lahan baruPengamanan produksi, dengan cara mengurangi dampak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serta serangan OPTStrategi dan kebijakan tersebut diambil dalam rangka pencapaian target swasembada kedelai pada tahun 2020. Sasaran pemerintah pada tahun 2017 untuk komoditas kedelai adalah 768.226 ha luas tanam, 729.814 luas panen kedelai, produktifitas 16,44 ku/ha, dan produksi 1.200.000 ton.Permasalahan yang dihadapi ditingkat petani terkait dengan komoditas kedelai antara lain masih kurang kompetitifnya harga kedelai, yang membuat petani kurang begitu bersemangat untuk melakukan budidaya kedelai sesuai PTT, penerapan PTT dianggap justru menambah biaya sehingga mengurangi keuntungan, karenanya Skenario peningkatan produksi kedelai tahun 2017 dapat terealisasi apabila seluruh faktor kunci dan pendukung peningkatan produksi dapat dipenuhi, antara lain :Fasilitasi pemerintah dalam penyediaan bantuan sarana produksiPenetapan kebijakan harga beli kedelai petani dan jaminan PasarPengaturan importasi kedelai dan penerapan tarif bea masuk impor kedelaiKondisi iklim yang mendukung pertanaman kedelaiBerkaitan dengan point pertama, pada tahun 2017 telah direalisasikan bantuan pemerintah dalam penyediaan sarana produksi kedelai. Bantaun tersebut meliputi penyediaan benih kedelai yang bersertifikat, bantuan pupuk, baik itu pupuk hayati, pupuk organik maupun pupuk anorganik, dan bantuan pestisida dengan total pagu yang dianggaran Rp 1.385.000 per hektar. Diharapkan dengan bantuan tersebut dapat membantu petani meringankan biaya budidaya sehingga keuntungan petani akan meningkat. Tidak dipungkiri bahwa bantuan penyediaan sarana produsi ini hanya salah satu langkah pemerintah dan harus diikuti dengan langkah-langkah strategis lainnya, misalnya saja yang paling sensitif adalah harga jual kedelai, dimana petani sangat menginginkan kejelasan kesesuaian harga yang ditetapkan pemerintah dengan harga jual pasar, karena selama ini harga yang didapat petani saat panen raya kedelai jauh dibawah harga yang ditetapkan pemerintah (HPP). Ditulis oleh : Yudi Cristian Windartha, Penyuluh Pertanian Kabupaten Jember