Loading...

BAPAK BUPATI LAMPUNG SELATAN SECARA SIMBOLIS MENDIRIKAN RUMAH BURUNG HANTU (RUBUHA) BERSAMA PETANI.

BAPAK BUPATI LAMPUNG SELATAN SECARA SIMBOLIS MENDIRIKAN RUMAH BURUNG HANTU (RUBUHA) BERSAMA PETANI.
Pada Hari Kamis tanggal 7 April 2016 di daerah persawahan Waygalih Desa Sidoarsi Kecamatan Candipuro Lampung Selatan, Bapak Bupati Lampung Selatan Bp. DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum mengadakan launcing pendirian Rubuha, sekaligus pelepasan burung hantu yang. Acara itu dihadiri oleh Staf Khusus Gubunur Lampung, Para Anggota DPR Propinsi dan DPRD Lampung Selatan serta Kepala Badan serta Dinas Terkait lainnya lingkup pemda Lampung Selatan. Pada acara itu juga dilantik secara simbolis ketua PPNSI (Persatua Petani Nelayan Sejahtra Indonesia) yang baru yaitu Bp. Antoni Imam, SE tahun Priode 2016 - 2021. Bapak Bupati sangat terkesan dengan jerih payah petani dan penyuluh yang mau membuat terobosan yang baru bagaimana cara mengedalikan hama tikus dengan memberdayakan musuh alami Burung hantu (Tyto alba). Beliau Bapak Bupati berpesan "agar burung hantu (Tyto alba) dan Rubuha diperbanyak" sehingga dapat membantu para petani untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanain.Setelah Musim Tanam (MT 1) tahun ini yaitu pada musim gaduh atau Musim Tanam (MT 2) biasanya para petani di Desa Sidoasri dibuat Kesal atau jengkel oleh ulah tikus-tikus sawah. Tanaman padi yang mereka tanam sebagai salah satu penopang roda perekonomian telah diserang oleh tikus-tikus sawah. Harapan serta keinginan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal menjadi tinggal cerita, dan penyesalan yang justru mereka dapatkan. Padi yang mereka tanam hanya menghasilkan produktifitas yang minim. Pada musim tanam tahun ini di Desa Sidoasri jumlah luas tanam mencapai sekitar 512 hektar tanaman padi yang ditaman dengan produktifitas antara 7 – 8,3 ton perhektar. Pada hamparan sawah di dukuh way galih dan sidoluhur yang biasa terserang tikus. seperti diungkapkan oleh Mansur Bendahara dari GAPOKTAN "Musim tanam padi tahun 2015 kemarin kurang lebih 5 hektar padi mengalami puso/gagal panen karena serangan tikus", Karena merasakan kekecewaan yang seperti itu akhirnya para petani di Desa Sidoasri berinisiatif melaporkannya kepada Penyuluh pertanian WKPP Sidoasri yang baru yaitu Bapak Mur Joko, S.ST. Atas saran dan Bimbimbingan dari pihak BP4K Kabupaten Lampung Selatan, para petani dan penyuluh di Desa Sidoasri berinisiatif membuat "Rumah Burung Hantu (RUBUHA)" yang diletakkan di tengah areal persawahan mereka. Terobosan dengan pengedali tikus secara menggunakan musuh alami ini mungkin yang pertama di Lampung Selatan. Sehingga perlu ada dukungan dari semua pihak, Setelah dilakukan penyuluhan dua kali sekarang lebih dari 10 rubuha di Sidoasri secara suadaya telah dibuat oleh petani dengan menggunakan bahan yang baku yang ada disekitar mereka.Rumah burung hantu tersebut dibuat dengan menggunakan papan kayu, kemudian dipasang menggunakan bambu setinggi 5 meteri.Rumah burung hantu adalah sebagai tempat singgah bagi burung hantu yang merupakan salah satu pemangsa tikus. Burung hantu mempunyai kemampuan jarak pandang lebih dari 500 meter, dan satu burung hantu bisa memangsa sampai dengan 5-10 ekor tikus perhari. Dengan adanya rumah burung hantu tersebut para petani berharap tikus-tikus yang beberapa tahun kemarin telah merusak tanaman padi mereka dapat musnah atau juga pergi dari areal sawah mereka.Sebuah cara unik yang cukup efektif untuk memberantas hama tikus sawah. Tanpa harus menggunakan obat pembasmi hama atau juga bahan-bahan kimia lainnya yang justru kadang memiliki efek samping pada tanaman para petani. Dengan cara ini para petani juga menjadi belajar untuk terus menjaga keseimbangan ekosistem alam. Karena meningkatnya populasi tikus yang menyerang tanaman padi para petani juga disebabkan karena populasi pemangsa tikus tersebut sudah berkurang. Salam sukses selalu. Penulis : Mur Joko, S.ST ( Penyuluh Pertanian BP3K Candipuro WKPP Desa, Sidoasri )