Bawang merah menjadi salah satu tanaman hortikultura dengan peluang usaha yang menjanjikan untuk dibudidayakan. Bagaimana tidak, umbi yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ini selalu dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Selain digunakan secara langsung dalam bentuk segar sebagai bumbu masakan, bawang merah dapat diolah lebih lanjut menjadi bawang goreng. Bawang merah memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk dikonsumsi, karena mengandung kalori yang rendah, tidak mengandung lemak, mengandung vitamin C dan B6 yang tinggi, kadar mineral yang tinggi, mengandung antioksidan dan memiliki indeks glikemik yang rendah. Oleh karena itu bawang merah juga dipercaya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Masa pandemi covid-19 yang berlangsung di Indonesia berdampak negatif terhadap perekonomian, sosial dan budaya di masyarakat. Namun bagi petani bawang merah di Desa Kutuk Kecamatan Undaan Kabupaten menjadi berkah tersendiri. Harga bawang merah di tingkat petani mencapai harga Rp. 35.000,-/kg (4 Juni 2020, red), sebagaimana diungkapkan oleh Sudarman, salah satu petani pembudidaya bawang merah. Tingginya harga bawang merah ini tidak lepas dari kemauan dari petani di Desa Kutuk untuk menanam pada off season. Selain itu pasokan bawang merah dari sentra produksi, seperti Brebes dan Tegal semakin berkurang. Oleh : Alfian Eko Ardiyanto, SP NIP. 19860618 20101 1 014 PP Muda