Oleh : Mokh.Toha,SP / NIP : 19630609 198709 1 001 Penyuluh Pertanian Kec. Pacet Kecamatan pacet yg terletak di lereng gunung welirang, dengan ketinggian 460 sd 9800 dpl luas areal sawah 2 848 ha meliputi 20 Desa 13 Desa berusaha tani tanaman pangan (2180 ha), sedangkan yang 7 Desa dengan luas 700 ha ,berusaha tani hortikulura ( Bawang merah, Bawang putih, dan bawang daun) Sejak tahun 1974 sd 1995 Kecamatan Pacet sudah dikenal ditingkat Nasional sebagai penghasil bawang putih lokal( Varietas Lumbu Hijau) dengan kwalitas terbaik mempunyai aroma khas sangat pedas, dengan luas areal yang di usahakan 200 sd 250 ha Usahatani bawang putih merupakan salah satu andalan dan harapan petani sebagai suatu penghasilan yang sangat menjanjikan dengan keuntungan yang cukup tinggi dapat mengidupi keluarganya, bahkan untuk biaya menunaikan ibadah Haji diperoleh dari hasil usaha tani bawang putih. Kemudian pada tahun 1996 Kejayaan petani bawang putih pacet mulai suram ,dikarenakan bawang putih import mulai masuk Negara Indonesia dan merupakan pesaing dari produk lokal, sehingga dampak yg harus diterima petani adalah daya saing harga. Akibat dari pesaingan tersebut, petani bawang putih pacet mulai cemas tidak lagi berusaha tani bawang putih mereka menentukan pilihannya untuk beralih usaha tani bawang merah. Namun demikian petani pacet sebagian kecil masih bersemangat ingin melestarikan tanamannya dengan total luas tanaman sekecamatan 6 sd 8 ha per musim. Pada tahun 2013 bawang putih import dipasar mencapai harga Rp.45.000,- per kg. ketika itu petani tergugah kepingin mengembangkan lagi, akan tetapi kuwatir bawang putih yg dihasilkan tidak laku dipasaran karena secara fisik umbinya kalah besar walaupun kwalitas aroma sangat pedas. Pada tahun 2017 sd sekarang petani mulai bersemangat untuk mengembangkan usaha tani bawang putih, pada tahun 2020 seluas tanaman 109 ha, tetapi Harapan dan wacana petani untuk memulihkan kejayaannya belum terwujud, karena harga bawang putih lokal sangat rendah dibanding dengan komoditas lain seperti bawang merah . Oleh karena itu dukungan Pemerintah pusat melalui kementrian pertanian sangat di harapkan khususnya dalam menekan laju import,serta dukungan sarana dan prasarana dalam budidaya bawang putih.