Perubahan iklim harus diantisipasi melalui adaptasi dan mitigasi untuk mencegah akibat yang lebih buruk bagi pertanian. Anomali iklim harus disikapi sebagai tantangan untuk menemukan pensiasatan agar berbuah nilai tambah, bukan kerugian.Tinggi rendahnya tingkat kuantitas dan kualitas hasil suatu tanaman sebagain besar dipengarahi oleh varietas yang digunakan. Oleh karena itu pemilihan varietas menjadi sangat penting karena varietas unggul memiliki berbagai kelebihan misalnya produktivitas lebih tinggi, lebih toleran terhadap kondisi curah hujan, penyinaran matahari, suhu tanah dan sebagainya. Selain itu varietas yang tinggi produksinya dan tahan terhadap serangan berbagai jenis hama penyakit, kualitas hasil yang lebih baik seperti warna/penampakan, rasa dan lain- lain. Contoh varietas unggul yang tahan terhadap perubahan iklim antara lain; varietas padi Inpari 13, varietas jagung Hibrida P28, dan lain sebagainya. Bila terjadi perubahan iklim misalnya tanda- tanda akan terjadinya musim kemarau yang tidak lama lagi datang maka selanjutnya para petani disarankan segera mempersiapkan lahan usaha taninya untuk ditanami tanaman pangan yang agak tahan kering seperti tanaman jagung, tanaman kacang tanah, tanaman kacang hijau, tanaman talas, tanaman ubi kayu dan lain-lain. Semua tanaman itu dapat segera ditanam di lahan usaha tani yang telah tersedia. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah dengan jalan pengolahan tanah lebih awal atau habis pemanenan komoditi tertentu seperti padi langsung dilakukan penugalan penanaman jagung di samping larikan padi yang baru dipanen sehingga pengolahan tanah bersamaan waktu penyiangan jagung yang sudah tumbuh. Dengan jalan begitu maka waktu tanam dapat lebih maju dari sebelumnya, sehingga waktu turun hujan yang ada atau tersedianya air dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman pangan yang dikelola para petani di lapangan.Bila terjadi musim kemarau yang berkepanjangan dan sifatnya musim kemarau yang mendadak, sehingga untuk pengolahan tanah dan penanaman benih / bibit tidak memungkinkan lagi dilakukan segera, bila pun dipaksakan akan menyebabkan bibit/ benih tanaman pangan tidak akan tumbuh dengan baik. Maka selanjutnya yang dilakukan adalah memundurkan waktu pengolahan tanah dan penanaman tanaman pangan tersebut.Pada waktu musim kemarau yang terjadi berkepanjangan itu, petani berupaya mempersiapkan lahannya sebisanya misalnya menggaruk / membasmi rumput yang ada di lahannya dan memperbaiki bedeng atau tanggul-tanggul yang ada di lahan. Setelah hujan tiba selanjutnya para petani segera mengolah tanah / membalik tanah dan meratakannya. Jika kondisi lahan bagus / tanah gembur lahan tidak usah diolah langsung ditanam dengan menugalkan bibit tanaman yang akan diusahakan misalnya jagung, kacang tanah, kacang hijau atau tanaman lainnya.Prinsip Perubahan Pola tanam dapat dilakukan dengan tujuan memilih alternatif tanaman-tanaman yang akan dibudidayakan untuk memperoleh hasil yang tinggi dan memperoleh pendapatan yang maksimal. Walaupun perubahan pola tanam tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Ada pola tanam monokultur tumpang gilir dan polikultur/ multiple cropping/tumpangsari. Pola tanam yang menghasilkan pendapatan tinggi memiliki resiko kegagalan yang tinggi pula. Pola tanam dengan selingan padi-palawija tingkat kesuburan tanahnya lebih tinggi dari pada pola tanaman sejenis secara terus menerus.Untuk mengantisipasi dan adaptasi perubahan iklim yang terjadi dan mendapatkan produksi yang baik untuk kesejahteraan petani dan keluarganya, maka dapat dilakukan dengan jalan pelaksanaan diversifikasi tanaman pangan yang akan diusahakan para petani di lapangan. Dengan jalan ini diharapkan ancaman perubahan iklim yang terjadi terhadap penurunan produksi tanaman pangan dapat dihindari. Kita ketahui bersama banyak komoditi tanaman pangan yang tahan kekeringan tetapi secara keseluruhan nilai ekonomisnya memang rendah, sebaliknya banyak tanaman pangan yang kurang tahan terhadap perubahan iklim tetapi nilai ekonomisnya kurang tinggi. Oleh karena itu untuk mendapatkan nilai ekonomis yang tinggi dan mengurangi kegagalan panen dapat dilakukan tanaman diversifikasi antara tanaman ekonomis tinggi dengan ekonomis rendah misalnya tanaman jagung diversifikasi dengan tanaman ubi jalar, tanaman kedelai diversifikasi dengan tanaman talas dan banyak lagi tanaman yang dapat diversifikasi antara satu tanaman dengan tanaman lainnya Dengan perubahan ikilim yang terjadi maka intensitas serangan hama penyakit pada tanaman akan lebih meningkat, sehingga perlu melakukan antisipasi pengendalian hama penyakit yang lebih baik dan ramah lingkungan. Salah satu pestisida yang ramah lingkungan adalah pestisida organik atau pestisida hewani yang telah banyak dianjurkan para penyuluh pertanian. Karena pestisida organik dan hewani selain ramah lingkungan juga harganya lebih murah dan menampung tenaga kerja setempat. Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.idSumber: I.Nyoman Widiarta, Pengaruh Perubahan Iklim Global terhadap pertumbuhan hama tanaman padi dan musuh alaminya. Pusat penelitian dan pengembangan Tnaman pangan, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi