Loading...

BELAJAR BERSAMA DI SEKOLAH LAPANG

BELAJAR BERSAMA DI SEKOLAH LAPANG
Poktan ( Kelompok Tani ) Sido Agung dan Sumber Agung di Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, belajar pertanian di Sekolah Lapang. Mereka belajar teori dan praktek pertanian serta pengamatan tentang tanaman padi. sedikitnya ada 20 petani belajar di sekolah ini.Sekolah Lapang adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Sekolah ini dilakukan seminggu sekali. Pada hari dan tempat yang telah disepakati para peserta berkumpul di tepi sawah. Semua petani yang ikut belajar adalah peserta (murid) dan dibantu seorang koordinator (PPL). Materi pelajaran pada praktek/penerapan, pengamatan, diskusi dan tukar menukar informasi dan pengalaman. Materi Pelajaran benar-benar merupakan kebutuhan petani dan disepakati bersama petaniKelas pertama ini petani sedang belajar tentang tanam padi dengan metode Jajar Legowo 2:1 ( Jarwo). Metode tanam Jarwo diketahui dapat meningkatkan hasil yang berlipat. Pertemuan minggu berikutnya pada materi pemupukan berimbang, dimana petani diajarkan cara menggunakan pupuk yang lebih efisien dan menganjurkan penggunaan pupuk organic/bokhasi/kompos serta penerapan agensi hayati.Pertemuan ketiga atau minggu ketiga,petani diajak untuk pengamatan di sawah, dimana petani dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing petani dalam kelompok mencatat apa saja yang ditemukan pada tanaman padi tersebut. Semuanya dicatat dalam buku masing-masing petani/peserta belajar. Bahkan ada yang menggambar serangga atau hewan yang ditemukan pada objek. Semua ditulis dengan sangat jelas seperti warna serangga, jenis atau nama serangga, kondisi tanaman dan perubahan yang terjadi pada tanaman padi tersebut. Selanjutnya dibantu oleh PPL selaku koordinator, petani malakukan analisa terhadap masalah tersebut dan membuat hipotesa. Dilanjutkan diskusi untuk mencari solusi dari masalah yang ditemukan. Lalu merekomendasikan beberapa solusi untuk segera dilaksanakanPengamatan minggu ketiga ditemukan gangguan wereng, keong dan ngengat putih pada tanaman padi. Agar tidak diserang keong dan ngengat putih, solusinya adalah memasang pagar plastik setinggi 60 cm keliling area tanaman padi agar keong tidak bisa masuk. Plastik diolesi minyak goreng bekas, tujuannya agar ketika ngengat hinggap diplastik, maka akan lengket.Diah menjelaskan ngengat putih adalah hama bagi tanaman padi karena akan meninggalkan telurnya di batang padi. Beberapa minggu kemudian telur itu akan menetas menjadi ulat. Ulat ini hidup di dalam batang padi dan memakan tengah batang padi, yang akibatnya padi akan mati pucuk.Untuk bibit padi yang sudah terkena serangan telur ngengat yaitu butiran kecil dalam jumlah banyak yang berwarna merah muda dan menempel di batang padi, solusinya adalah menyemprot bibit padi dengan cairan agensi hayati. Pertemuan keempat, petani melakukan penyemprotan tanaman padi yang disesuaikan OPT yang menyerang dengan menggunakan tindakan ramah lingkungan yaitu penyemprotan dengan agensi hayati dan pestisida alami. Diah mengatakan, Sekolah Lapang prinsipnya tidak menggunakan racun kimia, tidak membunuh pengganggu tanaman tetapi pengendalian pengganggu.Sekolah Lapang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dan mendorong petani untuk menanam padi. Sehingga menanam padi menjadi mata pencarian pokok tidak sekedar untuk makan. Untuk itu butuh pengetahuan yang baru tentang produk-produk pertanian terutama berkembangnya berbagai jenis benih padi.“Sekolah Lapang Pertanian adalah proses meyakinkan petani dengan cara dan model yang menguntungkan bagi petani dan ramah lingkungan,” ungkap Diah-PPL wilbi Kec.Bojonegoro.Sebelum pulang para petani membuat kesepakatan untuk menindaklanjuti pertemuan pada minggu berikutnya. Selain belajar bersama dalam cara bertani yang benar, sekolah lapang juga dapat menerapkan model pertanian yang berkelanjutan. (oleh Diah Ayu Ningrum, SP - PPL Kec. Bojonegoro, Kab.Bojonegoro)