Loading...

BENIH KEDELAI BERMUTU DAN BERSERTIFIKAT

BENIH KEDELAI BERMUTU DAN BERSERTIFIKAT
Kedelai atau disebut juga kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang telah dibudidayakan sejak ribuan tahun yang lalu. Saat ini, penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat, sedangkan pembudidayaan oleh masyarakat di Asia praktis baru di awal abad ke 20. Kedelai juga merupakan tumbuhan serbaguna. Sebab, akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, sehingga selain sebagai tanaman dengan kadar protein tinggi yang membuat tanah jadi gembur dan subur, juga sangat baik digunakan sebagai pupuk hijau maupun bahan pakan ternak.Bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia, kedelai sudah sangat familiar dan menjadi bahan kebutuhan pokok. Disamping sebagai sumber protein nabati, kedelai dapat diolah menjadi berbagai aneka kuliner yang bercita rasa tinggi. Makanan-makanan dari bahan kedelai ini sudah sangat dikenal dan hampir setiap hari dikonsumsi oleh keluarga maupun menjadi menu utama di resto-resto berkelas bahkan hotel berbintang. Diantara makanan olahan tersebut misalnya saja dalam bentuk tahu (tofu), bermacam saus penyedap (kecap, taosi, dan tauco), tempe, susu kedelai (yang sangat baik bagi orang yang sensitif laktosa), makanan ringan dan banyak lagi.Dalam beberapa tahun terakhir ini, kebutuhan masyarakat terhadap kedelai semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kesadaran akan perlunya makanan bergizi. Sedangkan di sisi lain pasokan dalam negeri masih belum mampu memenuhi seluruhnya. Salah satu cara mengatasinya dalam jangka pendek tentu saja harus mengimpor. Namun, kondisi ini tentu saja tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab, akan mengancam kedaulatan pangan kita khususnya kedelai serta ketergantungan kepada negara lain. Untuk itu, ketergantungan harus kita kurangi dengan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Salah satu langkah yang harus diambil adalah memotivasi dan mendorong petani melalui pemenuhan kebutuhan benih kedelai bermutu dan bersertifikat.Benih bermutu dan bersertifikat, memiliki peran yang sangat strategis dan merupakan salah satu faktor penentu sukses tidaknya hasil panen. Benih kedelai berkualitas juga berfungsi sebagai sarana pembawa teknologi baru, berupa keunggulan varietas dengan berbagai spesifikasi keunggulan. Diantaranya yaitu : daya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit, umur genjah untuk meningkatkan indeks pertanaman, keunggulan mutu hasil panen sehingga sesuai dengan selera konsumen. Berdasarkan program peningkatan produksi kedelai Nasional, kebutuhan benih pada tahun-tahun mendatang akan meningkat tajam. Sistem perbenihan kedelai pada tingkatan nasional maupun di daerah hingga kini belum berjalan sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan benih berkualitas diperlukan upaya membangkitkan minat petani menjadi penangkar benih di daerah sentra produksi kedelai. Akselerasi produksi dan distribusi benih sumber varietas unggul kedelai dilakukan melalui sosialisasi kepada petani atau penangkar dan pembekalan teknologi produksi benih kepada petani calon penangkar maupun penangkar benih di daerah sentra produksi dengan melibatkan pemangku kepentingan. Dengan strategi tersebut diharapkan akan terjadi percepatan waktu dalam adopsi teknologi produksi benih dan meningkatnya produksi benih kedelai.Dasar-Dasar Produksi Benih Kedelai Bermutu dan BersertifikatKedelai bermutu tinggi dapat diperoleh melalui pengelolaan pertanaman secara maksimal, meliputi: pemilihan lokasi tang tepat, musim tanam, kultur teknik, waktu tanam, penanganan pasca panen dan seleksi yang ketat. Untuk itu setiap produsen benih perlu menerapkan sistem pengendalian mutu benih secara internal yang meliputi aspek: mutu genetis, mutu fisik, dan mutu fisologis yang mengacu pada Sistem Manajemen Mutu. Pada prinsipnya tidak ada perbedaan teknik produksi untuk tujuan benih maupun tujuan konsumsi. Tanaman harus diupayakan tumbuh sehat dan bebas dari tekanan organisme pengganggu (OPT) serta harus diikuti oleh teknologi penanganan pascapanen yang benar. Penanganan pra panen sama pentingnya dengan penanganan pasca panen untuk tujuan produksi benih.Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh benih kedelai bermutu tinggi diantaranya adalah : 1)Varietas harus sesuai dengan agroekologi usaha kedelai, misalnya : a) lahan tegal pada musim hujan (MH1); b) lahan tegal pada akhir musim hujan (MH II); c) lahan sawah pada awal kemarau I (MK I) dan d) lahan sawah pada pertengahan musim kemarau II (MK II). Secara umum, waktu tanam yang tepat untuk produksi benih kedelai adalah pada MK I dan MK II; 2)daerah yang iklimnya cocok, yakni curah hujan sedang (150-200 mm per bulan); 3)Tanah subur dan cukup tersedia air sehingga diperoleh tanaman yang sehat dan menghasilkan biji yang bernas; 4)Pertanaman bebas dari gangguan hama, terutama hama yang merusak biji. Umumnya, semua jenis hama mempengaruhui mutu benih yang dihasilkan; 5)Bebas gangguan penyakit, tanaman yang tertular penyakit akan menghasilkan biji yang kurang normal; 6)Bebas dari gulma sejak kedelai tumbuh sampai panen; 7)Perbenihan dilakukan pada sentra produksi dan dipilih dari lahan yang subur dengan irigasi yang cukup serta bukan daerah endemik hama penyakit; 8)Tanam pada waktu yang tepat; 9)Pemeliharaan tanaman harus dilakukan optimal supaya tanaman tumbuh normal; 10)Dihindari penanaman dari lahan bekas varietas yang berbeda; 11)Panen tepat waktu serta penanganan pasca panen yang benar.Dengan tersedianya benih kedelai bersertifikasi, diharapkan para petani semakin bergairah menjalani usahataninya. Yang lebih penting lagi dalam beberapa waktu ke depan negara Indonesia sudah bisa mandiri dan sukses dalam swasembada kedelai sehingga kebutuhan masyarakat akan kedelai dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri dan tidak lagi tergantung pada impor dari negara lain. (Inang Sariati).Sumber:1. Paket Teknologi Produksi Benih Kedelai, Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Nusa Tenggara Barat, 2009.2. https://www.google.co.id/search?q=bibit+kedelai-varietas-kedelai-unggul-penemuan-baru-bibit-kedelai-unggul-oleh-batan3. https://www.google.co.id/search?q=kedelai