Loading...

Benih Sumber Padi, Jagung dan Kedelai dalam Mendukung Target Swasembada

Benih Sumber Padi, Jagung dan Kedelai  dalam Mendukung Target Swasembada
Benih merupakan awal dari budi daya tanaman dan menjadi salah satu unsur teknologi yang memberikan kontribusi penting dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman. Penggunaan benih bermutu varietas unggul bersama-sama dengan terobosan teknologi budidaya lainnya akan memberikan efek sinergisme kepada peningkatan produktivitas tanaman dalam rangka mendukung target swasembada. Salah satu faktor yang mempengarui penggunaan benih adalah informasi ketersediaan benih secara komprehensif, akurat, dan tepat waktu. Bagi petani, informasi perbenihan diperlukan dalam mendapatkan benih sesuai jenis, varietas, jumlah, mutu, waktu, dan harga. Upaya pencapaian target swasembada pangan (padi, jagung, kedelai) perlu didukung oleh adanya penyediaan benih bermutu secara berkelanjutan. Benih varietas unggul yang produksi oleh Unit Pengelolaan benih Sumber (UPBS) Badan Litbang Pertanian dan peredarannya diawasi dan telah dilepas oleh Menteri Pertanian secara umum disebut sebagai benih bina. Benih bina diklasifikasikan dalam empat kelas benih, yaitu: Benih Penjenis (BS), Benih Dasar (BD atau FS); Benih Pokok (BP atau SS), dan Benih Sebar (BR atau ES). UPBS lingkup Badan Litbang Pertanian tidak hanya bernaung di bawah balai-balai komoditas, namun juga terdapat di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di setiap provinsi. UPBS balai komoditas menangani sebagian besar BS dan BD/FS dan sebagian kecil BP/SS VUB, sementara BPTP menangani BP/SS dan BR/ES. Selama periode tahun 2010-2014, UPBS tanaman pangan lingkup Puslitbang Tanaman Pangan telah memproduksi lebih dari seribu enam ratus ton benih sumber padi, jagung, dan kedelai, dan mendistribusikan lebih dari tiga perempatnya kepada berbagai stakeholder. Sesuai dengan alur/pola distribusi benih sumber maka benih BS didistribusikan ke produsen benih FS baik swasta, BUMN, maupun produsen benih milik pemerintah. Benih FS didistribusikan ke produsen benih SS dan untuk kegiatan denfarm varietas unggul. Sedangkan benih SS digunakan untuk pengenalan varietas unggul baru (VUB) dan percepatan diseminasi (bekerjasama dengan BPTP di tiap provinsi). Merujuk kepada data distribusi benih sumber (benih penjenis hingga benih sebar) dan luasan tanam terpetakan sejumlah varietas unggul padi, jagung, dan kedelai berdasarkan pringkat yang paling diadopsi di Indonesia adalah sbb:1. Padi : Ciherang, Mekongga, IR 64, Ciliwung, Cigeulis, Situ Bagendit, Inpari 1, Inpari 8,Inpari 11, dan Inpari 12 2. Jagung : Bisma, Arjuna, Sukmaraga, Srikandi Kuning 1, Srikandi Putih 1, Bima, Bima 2,Bima, 8, Bima 10, dan Gumarang 3. Kedelai : Wilis, Anjasmoro, Kipas Putih, Tanggamus, Ijen, Grobogan, Baluran, Orba, Lokon, dan Burangrang. (Sumber: Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan (2013) Memerlukan benih sumber tanaman pangan :Hubungi UPBS kami di nomor HP 081320008817 (Asep) untuk padi, 08124207271 (Rahmat) untuk jagung, sorghum, gandum dan 0816559497 (Titik) untuk kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubijalar, ubikayu. Ruslia Atamaja (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Sumber : Puslitbang Tanaman Pangan 2014