Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman serealia yang paling produktif di dunia, sesuai ditanam di wilayah bersuhu tinggi. Jagung merupakan komoditas tanaman pangan sebagai bahan pangan kedua setelah padi, selain itu juga sebagai bahan pakan ternak dan bahan baku industri yang kebutuhannya masih dipenuhi melalui impor. Tanaman jagung tumbuh optimal pada tanah yang gembur, drainase baik, dengan kelembaban tanah cukup, dan akan layu bila kelembaban tanah kurang dari 40 % kapasitas lapang atau jika batangnya terendam air. Pada daerah dataran rendah umur jagung berkisar antara 3 – 4 bulan, tetapi untuk daerah dataran tinggi diatas 1000 m dpl berumur 4 – 5 bulan.Pematangan tongkol ditentukan oleh akumulasi panas yang diperoleh tanaman. Umur panen jagung dipengaruhi oleh suhu, setiap kenaikkan tinggi tempat 50 m dpl, umur jagung akan mundur satu hari. Syarat TumbuhCurah hujan ideal yang diperlukan tanaman jagung berkisar 85 – 200 mm/bulan. Fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Tanaman jagung membutuhkan sinar matahari penuh. Suhu optimum antara 26°C - 30°C, pH tanah antara 5,6-6,8, ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.Persiapan LahanLahan untuk tanaman jagung tidak ada ketentuan khusus, namun demikian lahan harus bebas dari gulma, disarankan lahan yang digunakan merupakan lahan bekas bera, lahan bekas tanaman jagung varietas yang sama dengan klas benih atau lebih tinggi.Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau traktor sedalam 15 – 20 cm dan dibuat saluran drainase untuk menghidari genangan air pada waktu hujan. Penanaman Benih ditanam dengan cara membuat lubang tanam sedalam 5 -10 cm dengan tugal atau cangkul (dikoak) kemudian dimasukan pupuk kandang yang sudah matang. Jarak tanam 75 cm x 40 cm dengan 3 biji/lubang. Setelah tanaman berumur 15 hari dilakukan penjarangan dan dipertahankan 2 tanaman per rumpun dengan cara mencabut tanaman yang tidak normal pertumbuhannya. Untuk mencegah serangan ulat tanah dan penyakit bulai, benih dicampur dengan Saromil pada takaran 2 gr/kg benih.Pemupukan- Dosis pupuk Urea, SP-36, dan KCI berdasarkan hasil analisis tanah.- Kotoran ayam sebagai pupuk dasar.- Pemupukan dilakukan dua kali yaitu 1/3 Urea dan semua SP-36 dan KCI diberikan pada saat tanaman berumur 10 – 15 hari setelah tanaman (HST). - Sisa 2/3 Urea diberikan pada umur 30 – 35 HST. - Pupuk diberikan dengan ditugal atau larik berjarak lebih kurang 5-7 cm di samping tanaman. - Setelah pupuk dimasukkan, lubang pupuk ditutup kembali dengan tanah agar tidak terjadi kehilangan unsur hara terutama N melalui penguapan.PenyianganPenyiangan gulma dilakukan dua kali yaitu pada umur 30 HST atau setelah pemberian pupuk susulan pertama. Penyiangan dapat dengan tangan atau cangkul. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman. Penyiangan kedua dilakukan pada umur 45 HST agar tanaman kelihatan bersih dari gulma.Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan atau setelah pemupukan susulan pertama. Tujuan pembumbunan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi.PengairanSetelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab. Menjelang tanaman jagung berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.Pengendalian Hama1. Lalat bibit (Aterigona exigua Stein)Gejala : daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati.Pengendalian : - Penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman.- Tanaman yang terserang dicabut dan dimusnahkan.- Sanitasi kebun.- Penyemprotan dengan bahan kimia.2. Ulat PemotongGejala : tanaman terpotong beberapa cm dari permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda rebah.Pengendalian : - Tanaman serentak atau pergiliran tanaman. - Penyemprotan dengan insektisida anjuran.Pengendalian Penyakit1. Penyakit bulai (Downy mildew)Penyebab : Cendawan Peronosclerospora maydis dan P. javanica serta P. Philippinensis.Gejala : Umur 2-3 minggu daun runcing, kaku dan pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih. Pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua.Pengendalian : - Penanaman menjelang atau awal musim penghujan.- Pola tanam dan pergiliran tanaman.- Penanaman varietas tahan.- Cabut tanaman yang terserang dan musnahkan.2. Penyakit busuk tongkol dan busuk bijiPenyebab : Cendawan Fusarium Gejala : Biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian : - Menanam varietas tahan.- Pergiliran tanaman.- Pengaturan jarak tanam dan perlakuan benih. PanenJagung siap dipanen jika klobot sudah mengering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap, dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas. Pemanenan umumnya dilakukan dengan cara memetik tongkol.Pasca Panen- PengeringanTongkol jagung dikeringkan secara alami dengan sinar matahari dan membutuhkan waktu 3 – 4 hari atau dengan alat pengering hingga kadar air mencapai 9 – 11 % (kering pipil). Jika pengeringan menggunakan pengering benih (seed drier), tongkol atau benih jagung yang masih berkadar air tinggi dikeringkan pada suhu 30 -35°C.- PemipilanTongkol yang telah kering dipipil secara manual atau dengan alat pemipil.- Penyotiran Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau biji pecah. Tujuan penyotiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas hasil panen. Penulis : Projo Prasetyo, S.TP (Penyuluh Pertanian BPP Kec. Dagangan)