Loading...

BERANEKA PENYIAPAN BENIH PADI SESUAI DENGAN TIPE LAHAN

BERANEKA PENYIAPAN BENIH PADI SESUAI DENGAN TIPE LAHAN
Lahan usaha untuk budidaya tanaman padi yang diusahakan di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua yaitu lahan sawah dan lahan kering. Benih padi yang akan diusahakan sebaiknya berasal dari varietas yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian sehingga jelas asal usulnya, mendapatkan produksi dan mutu hasil sesuai standar serta ramah lingkungan. Benih padi yang akan diusahakan dan sudah dilepas oleh Menteri Pertanian beraneka jenis dan sudah disesuaikan dengan kondisi tive lahan (lahan sawah, lahan rawa, lahan kering, lahan gambut, dan lain-lain). Benih padi yang sudah disemaikan dan akan digunakan untuk budidaya spesifik lokasi sebaiknya mempunyai kondisi sehat, bebas hama dan penyakit serta vigornya memiliki daya tumbuh tinggi, cukup umur dan pertumbuhannya baik/subur dijamin kemurnian dan mempunyai jaminan tumbuh yang terbaik. Penggunaan benih padi diharapkan mendapatkan yang bersertifikat dan bila menggunakan benih sendiri sebaiknya benih mempunyai vigor tinggi, menghasilkan bibit yang sehat, berakar yang banyak, menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan yang seragam, ketika ditanam pindah, bibit dari benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar. Pengunaan benih padi yang akan digunakan sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu oleh petani sebelum dilakukan pesemaian. Pengujian benih tersebut dapat dilakukan secara mudah yaitu dengan cara direndam dalam larutan pupuk ZA dengan dosis 20 g ZA/liter air atau larutan garam dengan dosis 20 g garam/liter air untuk benih sebanyak 20 – 25 kg benih. Benih yang telah disiapkan untuk diuji/dipilih dimasukkan kedalam larutan garam/pupuk kemudian diaduk-aduk bila benih padi banyak yang mengambang maka benih yang mengambang sebaiknya dibuang, karena bila digunakan akan menghasilkan benih yang kurang kaik. Persiapan pembibitanUntuk persiapan pembibitan padi sebaiknya dilakukan dengan menyesuaikan tive lahannya, karena dalam persiapan pembibitan tanaman padi cukup banyak perbedaan, adapun perbedaan penyiapan benih padi antara lain adalah:Pada lahan kering/tegalan1. Untuk lahan kering seperti budidaya padi gogo dapat dilakukan dengan cara tebar langsung dilahan usaha, selanjutnya setelah tumbuh baru dilakukan pemencaran/penjarangan sesuai dengan jarak tanam2. Dilakukan penugalan terlebihdahulu sesuai dengan jarang tanam baru benih ditabur dan selanjutnya benih yang taburannya lebih banyak dilakukan pencabutan kemdian ditanamkan ke lubang tanam yang tidak tumbuh atau dimakan hewan/hama. Lahan sawah irigasi/tadah hujan1. Untuk dilahan sawah penyiapan sebaiknya dilakukan dengan menyesuaikan peralatan yang digunakan untuk pemindahan/penanaman benih padi, dimana peralatan yang digunakan untuk menanam benih padi apakah nantinya menggunakan mesin tanam (jarwo transplanter) atau dilakukan secara tandur tradisonal.2. Penyiapan benih padi juga dapat dilakukan dengan cara lebih awal/sebelum panen padi, hal tersebut bertujuan untuk mengejar musim tanam berikutnya. Adapun cara penyiapan benih padi lebih awal antara lain adalah persiapan benih padi dengan rentang 10 hari sebelum panen padi, yaitu dengan cara memanen padi lebih awal pada sebagian lahan padi usahannya yang sudah tua kemudian sisa bekas tanaman dibersihkan dan diolah secara sempurna/bisa juga diolah yang berbentuk bedengan kering lalu ditaburi benih padi hingga tumbuh dan siap untuk dipindahkan kelahan usahataninya.3. Penyiapan benih padi secara umum yang dapat dilakukan oleh petani dan benih tersebut dapat dipindah tanamkan ke lahan usahatani dengan mesin tanam atau manual antara lain adalah:A. Persiapkan Benih PadiBenih padi yang akan digunakan sebaiknya benih yang bersertifikat dan terjamin mutunya. Bila menggunakan benih yang dibuat sendiri sebaiknya benih padi dalam keadaan sudah benar-benar kering. Kebutuhan benih padi untuk satu hektar sawah diperkirakan membutuhkan 15-30 kg, itupun juga dapat disesuaikan dengan jarak tanam, benih padi VUB atau laokal dan atau jenis lahan yang akan diusahakan sawah, rawa, irigasi, tadah hujan dan lainnya. B. Benih Padi dilakukan Perendaman Benih yang telah dilakukan pengujian dan telah mendapatkan benih benar-benar bagus kemudian direndam air selama 6-12 jam. Selanjutnya ditiriskan dan dimasukkan karung goni dan diperam menggunakan daun pisang atau diperam dalam ruangan gelap selama 1 - 2 malam hingga benih berkecambah serentak.C. Penaburan Benih PadiBenih yang sudah tumbuh serentak kemudian ditabur dilahan benih yang sudah disiapkan seperti dilahan sawah, menggunakan tray/dapok/nampan, bedengan sawah dan lainnya.D. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan benih tidak lah sulit yaitu perlunya pengaturan penyiraman/pengairan air pada persemaian, pengaturan pengairan dilakukan secara rutin dengan cara pengairi dan membuang air pada pesemaian padi sampai berumur 14-18 hari atau siap tanam. Pada umur 7-10 hari setelah tebar perlu juga dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk ZA, selanjutnya juga perlu dilakukan pengendalian hama yaitu dengan cara diidentifikasi kerusakan terlebih dahulu. Selanjutnya bila benih sudah cukup umur 14-18 hari atau lebi dan lahan usahatani sudah sipak makan benih sudah siap tanam.Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan BPTP LampungSumber gambar : Kiswanto dan lainnya