Dalam penerapan di bidang pertanian, ternyata tidak semua pestisida mengenai sasaran. Kurang lebih hanya 20 persen pestisida mengenai sasaran sedangkan 80 persen lainnya jatuh ke tanah. Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian. Apabila masuk ke dalam rantai makanan, sifat beracun bahan pestisida dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, mutasi, bayi lahir cacat, CAIDS (Chemically Acquired Deficiency Syndrom) dan sebagainya (Sa'id, 1994). Oleh sebab itu, sudah saatnya kita sadar akan bahaya pestisida yang dapat merusak lingkungan dan mengancam kesehatan manusia. Sangat diharapakan para petani bijak dalam menggunakan pestisida misalnya dengan memanfaatkan bahan alami/organik untuk melakukan penyemprotan/pemupukan.Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Pestisida nabati menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar.Beberapa manfaat dan keunggulan pestisida alami, antara lain:1. Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan).2. Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.3. Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.4. Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam.5. Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri.6. Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi.7. Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati.8. Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga.Bahan-bahan atau ramuan yang dapat digunakan untuk pembuatan pestisida nabati sangat banyak disekitar kita, diantaranya : bawang putih, tembakau, kunyit, kenikir, daun nimba, serai, lengkuas, daun sirsak, rimpang jariangau, umbi gadung, bertawali, daun papaya, dll.Berikut ini salah satu cara pembuatan Pestisida Nabati dengan menggunakan " Rendaman Daun Tembakau, Umbi Gadung dan Bratawali "? Bagian tanaman tembakau yang baik untuk digunakan sebagai pengendali hama ataupun penyakit adalah daun dan batangnya, karena bagian ini memiliki kandungan nikotin yang tinggi, terutama pada tangkai dan tulang daun. Ekstrak tembakau bersifat sebagai insektisida, fungisida, akarisida. Efektif untuk mengendalikan hama penghisap.? Umbi gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.? Brotowali mengandung alkaloid, damar lunak, pati, glikosida, pikroretosid, zat pahit, pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin) bersifat sebagai insektisida, mengendalikan ulat, penggerek batang.Alat dan Bahan :- Umbi Gadung ½ kg- Tembakau ½ Kg (rendam semalaman dengan air 10 liter)- Bertawali ½ Kg- Air 10 liter- Baskom besar/Ember- Kayu pengaduk- Kain saring- Alat parut- Pisau- Jerigen- Alu dan lumping- CorongCara Pembuatan :- Kupas umbi gadung, lalu parut. - Hancurkan bertawali dengan cara ditumbuk/digeprek.- Campurkan hasil parutan umbi gadung dan bertawali yang telah dihaluskan ke dalam ember berisi air rendaman tembakau yang telah direndam semalam.- Aduk rata seluruh campuran bahan di ember.- Saring larutan tersebut dengan kain saring, lalu masukan larutan yang telah siap ke dalam jerigen, kemudian tutup rapat.- Simpan semalam sebelum digunakan.*Penggunaan untuk satu tangki, larutkan cairan pestisida nabati 1 liter dengan air 15 liter. Aplikasikan dengan menyemprotkan ke tanaman kedelai 15 HST atau juga bisa diaplikasikan setiap saat hama menyerang. Juga dapat diaplikasikan ke tanaman lain.Penulis : Dewi Mitalina