Loading...

BERAS ARUK

BERAS ARUK
Beberapa lokasi di Indonesia masih ditemui daerah yang masyarakatnya masih mengkonsumsi pangan sumber karbohidrat non-beras sebagai makanan pokok. Diantaranya adalah masyarakat desa Tempilang kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat dan masyarakat kabupaten Belitung, provinsi Bangka-Belitung yang mengkonsumsi beras Aruk yang dibuat dari ubi kayu. Beras Aruk berasal dari ubi kayu. Desa Tempilang ini berjarak 75 km dari Pangkal Pinang arah ke barat dengan topografi datar bergelombang. Mata pencarian masyarakat Tempilang pada umumnya bergerak di subsektor perkebunan seperti petani kelapa sawit dan petani lada, disamping itu juga sebagai nelayan dan pekerja tambang timah. Masyarakat desa Tempilang telah mengkonsumsi beras aruk sebagai pangan pokok (sumber karbihidrang) secara turun temurun semenjak sebelum zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Hal ini disebabkan sulitnya mendapatkan lahan yang cocok untuk persawahan sedangkan ubi kayu dapat tumbuh subur di daerah tersebut, sehingga masyarakat berinisiatif mengolah ubikayu menjadi makanan penggganti beras, sehingga ditemukan pangan alternatif dari ubikayu tersebut yang dikenal dengan beras Aruk. Beras Aruk dimasak menjadi nasi dikonsumsi bersama sayur bersantan dan lauk ikan laut. Kandungan gizi beras Aruk Beras aruk cukup mengandung nilai gizi terutama kandungan energinya yang hampir setara dengan beras, dengan kandungan komposisi adalah sebagai berikut; 353,0 kkal energi ; 0,6 gram protein ; 0,8 gram lemak ; 85,9 gram karbohidrat ; 0,2 gram abu ; 12,5 gram air dengan 100% bdd (bahan dapat dicerna). (Sumber: Laboratorium Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, IPB). Proses pembuatan beras aruk. 1. Dipilih ubi kayu yang berumur kira-kira 1 tahun.2. Ubi kayu dikupas, dibersihkan dan dimasukkan kedalam karung kering.3. Direndam dalam air bersih mengalir selama 3 hari ( 3 x 24 jam).4. Ubi kayu ditiriskan dan dikeluarkan serat sumbunya.5. Ubi kayu dihancurkan dan diremas-remas pada air mengalir agar patinya hilang.6. Ditumbuk sampai halus.7. Hancuran ubi dimasukkan dalam karung dan diperas atau dihimpit, agar kering dan padat.8. Tepung padat ini dihancurkan dan diayak dengan alat ayakan butiran kecil.9. Butiran –butiran ini disangrai dengan menambahkan sedikit minyak goreng.10. Selanjutnya dikeringkan dengan sinar matahari selama setengah hari.11. Dapat disimpan dalam wadah yang bersih, keadaan ini tahan disimpan selama 6 bulan sampai 1 tahun.Saat ini pemerintah daerah provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Badan Ketahanan Pangannya sedang memproses hak paten dari Beras Aruk ini. Tahapan yang sedang dilalui adalah dalam penelitian oleh tim dari Universitas Sriwijaya.Agar beras Aruk ini dapat diminati masyarakat sebagai pangan alternatif dianjurkan kepada para penyuluh untuk tetap menyuluhkan tentang manfaat beras Aruk. Berhubung harga beras Aruk relatif lebih tinggi dibanding dengan harga beras biasa maka Pemerintah daerah Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan agar beras Aruk ini tetap disajikan pada acara-acara besar, acara keagamaan dan acara adat serta acara-acara lainnya agar pangan lokal yang berasal dari provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap tejamin keberadaannya. Sumber : Beras Aruk Pangan Pokok Alternatifr Non Beras (Masyarakat Bangka Belitung). 2009. Badan Ketahanan Pangan. Departemen Pertanian. http//www.radarbangka.co.id Penulis : Ir. Arman Moenek, M.Ed (Penyuluh Pertanian Madya)