Loading...

BERAS ORGANIK MAKIN DILIRIK

BERAS ORGANIK MAKIN DILIRIK
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan tubuh dan lingkungan, berbagai jenis bahan makanan yang bersumber dari pertanian merujuk kepada produk organik. Salah satu komoditi yang sedang digembar-gemborkan saat ini adalah budidaya padi organik. Selain alasan tersebut diatas, alasan lain dari digalakkanya produk pertanian berbasis organik adalah perbaikan ekosistem yang selama ini telah banyak tercemar oleh residu pupuk kimia sintetis, peningkatan produksi dan produktivitas dan harga yang diminta relatif tinggi daripada beras non organik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pula kualitas hidup dan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya.Slogan " Back to Nature " atau " Kembali ke Alam " sudah menjadi tuntutan di era modern seperti sekarang ini, hal tersebut didasarkan pada kenyataan yang ada bahwa efek dari modernisasi di segala bidang yang bergaya instan berimbas pada kurang terperhatikannya keselarasan dan keserasian alam, tidak terkecuali dalam dunia pertanian.Berkaca pada hal –hal tersebut, di Kecamatan Bojonggambir mulai dirintis budidaya padi yang mengarah pada padi organik. di akhir Tahun 2016 ini Pemerintah meluncurkan paket kegiatan dengan Tema : " Peningkatan Kesuburan lahan dan Produktivitaspadi melalui Pemupukan Organik " dalam rangka memenuhi kebutuhan beras organik di pasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 4 kelompoktani di bawah binaan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bojonggambir yang tersebar di 4 Desa, yaitu Kelompoktani Niagara 02 Desa Kertanegla 20 Ha, Kelompoktani Tani Bakti Desa Mangkonjaya 20 Ha, Kelompoktani Zanzibar Baru Desa Wandasari 20 Ha dan Kelompoktani Pendey Rawey seluas 25 Ha.Sebelumnya beberapa waktu lalu Bupati Tasikmalaya berserta Menteri Pertanian Republik Indonesia meluncurkan Beras organik produksi petani Kabupaten Tasikmalaya Oleh : Tatan Sukmayandi, SST.