Amonium nitrat : Dalam keadaan mumi, kadar nitrogen (N)amonium nitrat 35 %, dengan rumus kimiaNH4NO3. Diproduksi sebagai pupuk dengankadar Nitrogen sekitar 33,5 %. Dalam keadaankering berbentuk kristal berwarna putih. Angkahigrskopisnya pada suhu 30°C adalah 40,6(ambang lengas nisbi udara 59,4), oleh karenaitu pupuk ini cenderunng untuk menjadi basahdan menggumpal kemudian keras seperti batubila mengering.Reaksi fisiologis pupuk amonium nitratmendekati netral dengan keasaman setara 60.Amonium nitrat dapat mengalami reaksiperombakan berganda dengan sejumlah garam-garam,termasuk KCl. Sifat ini dimanfaatkanuntuk membuat pupuk-pupuk majemuk ataupupuk lengkap. Dengan bahan alkali amoniumnitrat akan membebaskan amonia.Pupuk amonium nitrat dikelompokkansebagai bahan yang "berbahaya". Di dalamperdagangan biasanya mengandung sekitar 1%hidrokarbon-minyak dan 5 % kaolin untukmenjaga agar buti-butir kristalnya tidak melekatsatu sama lain. Dalam penyimpanan di gudangperlu dijauhkan dari sumber "panas". Karenapupuk dengan susunan tersebut (campur denganhidrokarbon dan kaolin) akan rnengadakanreaksi perombakan yang eksplosif bila terjadipemanasan setempat, dan letusan akan terjadipada seluruh massa.Amonium nitrat mumi tidak disarankanuntuk pertanian. Dalam perdagangan terdapatpupuk amonium nitrat yang telah "diolah"sehingga tidak berbahaya dengan berbagainama, antara lain "nitram" dan "nitrochalk",dengan N antara 20-30 %.Kalsium nitrat : Pupuk ini dengan rumus kimia Ca(N03)2.4H2O,mudahlarut dalam air. Pada suhu 20°Ckelarutannya 176 kg di dalam 100 L air. Sifatnyasangat higroskopis. Angka higroskopisnya padasuhu 30°C adalah 53,5 (dengan ambang lengasnisbi udara 46,5). Pupuk ini mempunyai pengaruhmenetralkan dengan nilai kebasaansetara sekitar 21. Di lapangan paraktis bereaksinetral.Kalsiurn nitrat yang bermanfaat bagi pertanianmengandung nitrogen antara 15-15,5 %,dan kadar CaO lebih kurang 28,5 %. Pupuk inidapat diperoleh dalam bentuk kristal. Di perdagangankristal Ca(N03)2 sering diberi selaputsehingga menjadi bentuk butiran (granuler) yangtahan terhadap air. Untuk menghindarikerusakan pupuk ini juga dikemas di dalamkantong atau karung yang kedap udara.Natrium nitrat : Sumber utama pupuk ini adalah deposit(endapan) nitrat alam di Chili. Oleh karena itupupuk ini dikenal pula dengan nama Chilisalpeter. Dengan rumus kimia NaNO3, pupukini bersifat menetralkan asam, dengan kebasaansetara sekitar 29. Natrium nitrat dijadikan tolokukur baku indeks garam-garam senyawa kimiaanorganik dengan nilai 100.Natrium nitrat sebagai pupuk alam (chilisalpeter) mengandung 15,5-16,5 % N dalambentuk nitrat, dan 35 % soda (Na2O). Disamping itu juga mengandung berbagai unsurhara mikro yang diketahui berjumlah hampir30, yaitu antara lain Ba, Bi, Be, B, Cr, Co, Cu,I, Fe, Mg, Mn, Mo, Si, Ti, V, dan Zn. Di antarasemua itu yang mempunyai pengaruh pentingbagi tetumbuhan dan dalam kadar yang sesuai,yaitu 400-500 ppm, mungkin adalah Boron.Pupuk ini biasanya diperdagangkan dalambentuk butiran.Natrium nitrat dapat pula diperoleh sebagaihasil sintetis, yang di dalam perdagangandikenal sebagai Arcadian salpeter. Kemanfaatannyasarna dengan hasil alam Chili salpeter.Namun, Arcadian salpeter tidak mengandungunsuk mikro sebagai ikutannya. Hal inisering dipandang kurang menguntungkan.Kalsium sianamida : Kalsium sianamida, dengan rumus kimiaCaCN2, yang murni (bukan hasil teknis)berwarna putih dan mengandung 35 % nitrogen(N). Jika mengisap air akan membentuksenyawa lain, volumenya bertambah besar danbertarnbah berat. Dengan demikian airnya tidakdapat dihilangkan dengan pemanasan.Pupuk kalsiumsianamida yang diperdagangkanbiasanya merupakan senyawakalsium sianamida teknis (acapkali disebuthanya sebagai "sianamida" saja, walaupundalam arti sebenarnya istilah ini adalah H2CN2)umumnya mengandung 18-20 % N. Kandungannitrogen dapat ditingkatkan hingga 28 %,namun yang beredar di pasaran umumnyaberkadar nitrogen sekitar 21 %. Pupuk kalsiumsianamida juga mengandung unsur-unsur lain,misalnya pupuk kalsium sianamida buatanAmerikajuga mengandung 15-20 % kapur, II% karbon, 2-4 % air dan sedikit oksida-oksidaaluminium, besi dan silika. Karena adanya"kotoran" karbon maka pupuk itu menjadiberwarna kehitam-hitaman, baik yang berbentukbutiran ataupun berbentuk debu halus.dalam keadaan bentuk debu acapkali dibubuhisejumlah minyak-mineral, untuk menjaga ataumengurangi "aroma" yang "menyengat" danterhamburnya debu selama dalam pengangkutanatau pemupukan di kebun.dalam bentuk yang manapun, 60 % dariCa total pupuk kalsium sianamida, separuhnyamerupakan kapur tohor (quick lime) yangmenyebabkan pupuk kalsium sianamidamemberikan reaksi alkalis, dengan nilai kebasaansetara sebesar 63. Reaksi tersebut terjadi pada tanah-tanah yangbereaksi netral atau masam. Reaksi kalsiumsianamida hingga menjadi urea memakan waktukira-kira 2-7 hari. Prosesnya akan lebih cepatpada tanah bertekstur halus dan lembab daripada tanah bertekstur kasar dan kondisinyakering.Pada tanah-tanah alkalis dengan pH lebihdari 8, akan terjadi suatu reaksi yang mengubahkalsium sianamida menjadi senyawa disianamida,(CN2H2)2atau disianodiamida (dicyanodiamide), NH=C(NH2)-NHCN, yang sukarditransformasikan menjadi urea, dan rendahdaya gunanya bagi tanaman, bahkan dapatmenjadi racun bagi tanaman. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.Sumber Gambar : www.tribunnews.com