Loading...

BERBAGAI PUPUK NITROGEN UNTUK TANAMANTEBU

BERBAGAI PUPUK NITROGEN UNTUK TANAMANTEBU
Pupuk nitrogen (N) : Urea, merupakan pupuk yangpaling banyak diproduksi di Indonesia. Padamulanya pupuk urea juga diimpor di samping pupuk amonium sulfat (AS), untuk dipergunakandalam berbagai lapangan pertanian, termasuk perkebunan. Pada saat ini urea sudahdiekspor.Urea merupakan pupuk nitrogen yangpaling tinggi kadamya yaitu Iebih kurang 45%. Dalam keadaan mumi urea berbentuk kristalserbuk, ringan, berwama putih. Dalam perdagangan urea kebanyakan berbentuk butir (prill)bulat dengan diameter lebili kurang I mm. Di samping itu sekarangtelah dibuat pula urea dalam bentuk tablet, dan urea yang diberi lapisan untuk mengurangi sifat higroskopis dan mengandung biuret yang bersifat racun bagi tanaman. Namun hal itu sekarang sudah banyak dikurangi, dankadar biuret sudah dapat ditekan hingga tidak membahayakan lagi. Karena sifat higroskopisnya,maka penyirnpanan urea perlu berhati-hati. Pada suhu 30° C urea mempunyai nilai ambanghigroskopisitas pada lengas nisbi 72,5.Di dalam larutan tanah urea dapat melarut,tetapi sebagai senyawa organik tidak mengalamidisosiasi menjadi ion-ion, sehingga tidakdapat dijerap oleh kompleks jerapan tanah.Dalam keadaan seperti itu urea mudah tercuci.Perubahan menjadi amonium karbonat itu dimulai beberapa jam sesudah urea berada di dalam tanah, dan selesai dalam waktu lebih kurang lima hari, tergantung pada keadaan lingkungannya. Kecepatan perubahan menjadi amonium berbagai faktor, antara lain kegiatan biologis tanah, kadar air tanah, kadar urea yang diberikan, dan suhu. Sesudah terjadi amonium karbonat, bahaya tercuci sudah tidak berarti lagi, oleh karena bentuk amonium (NH4+) dapat diserap oleh kompleks serapan tanah. Menurut penelitian mutakhir di Jepang, bentuk ureapun dapat juga "diikat" pada bagian-bagian tanah sampai suatu batas dengan kekuatan fisikal tertentu. Jadi sebenarnya kepekaan urea terhadap pencucian hanya pada periode yang singkat saja. Sesudah urea berubah menjadi amonium karbonat, bahaya yang lebih besar timbul justru oleh akibat hilangnya nitrogen karena menguap sebagai amoniak. Ini disebabkan amonium karbonat merupakan senyawa yang tidak mantap dan mudah berubah bila karbonat yang relatif agak mantap dan melepaskan amoniak. Amoniak yang lepas ini dapat hilang ke udara, tetapi dapat pula ditangkap kembali oleh lapisan tanah yang menimbuni pupuk (Marsadi Pawirosemadi, 1970). Oleh karena itu untuk mencegah kehilangan ini dapat dikerjakan dengan memendam pupuk urea cukup dalam (menimbun pupuk cukup tebal). Hal-hal yang memperbesar kehilangan adalah lubang pupuk yang terlalu dangkal sehingga tidak dapat tertutup sempurna, darl keadaan tanah yang cukup kering, lebih lagi jika tanahnya ringan. Meskipun bentuk amida urea dapat juga diserap tanaman, namun umumnya tanaman lebih menyukai bentuk ion amonium atau nitrat. Hal ini mungkin yang menyebabkan reaksi tanggapan tanaman terhadap urea tampak lebih lambat dibanding dengan jenis pupuk nitrogen anorganik yang lain.Amonium sulfat (AS): merupakan pupuk nitrogen yang paling banyak diimpor, karena jumlah produksi di Indonesia relatif sedikit jika dibanding dengan produksi pupuk urea. Dahulu pupuk AS ini merupakan pupuk utama untuk tanaman tebu di Indonesia (Jawa). Dengan adanya urea sedikit demi sedikit pupuk AS digantikan, terutama karena pertimbangan ekonomi yang didasarkan hanya pada nilai haranitrogennya. Pupuk AS dengan rumus persenyawaan (NH4)2S04 mempunyai kadar nitrogen berkisar antara 20,8 - 21,0 %. Nilai ini hanya separuh dari nilai nitrogen urea. Namun AS mempunyai kadar belerang (S) 24 %. Untuk tanah-tanah yang kahat belerang pupuk amonium sulfat mempunyai nilai khusus, dapat sebagai pupuk "lengkap" atau pupuk majemuk, karena belerangnya (S) bernilai sebagai hara yang sangat diperlukan. Pupuk AS relatif kurang higroskopis dibanding pupuk urea. Pada lengas udara nisbi 82 dan suhu 25° C pupuk amonium sulfat mulai menarik air. Jika kelengasan udara lebih kecil, pupuk ini tetap kering. Ambang lengas nisbi AS adalah 79,2 pada suhu 30°C. Pada musirn penghujan seringkali lengas nisbi udara dapat lebih besar dari 82, akibatnya pupuk amonium sulfat menjadi basah dan menggumpal,sehingga sukar jika disebarkan. Pupukamonium sulfat bersifat fisiologis masam, lebih masam dibanding urea; dengan nilai keasaman setara sekitar 110 dibandingkan urea yang nilainya hanya sekitar 80. Ion amonium diserap tanaman di samping ion nitrat. Ion amonium yang belum diserap tanaman, dalam keadaan aerob akan segera mengalami nitrifikasi menjadi nitrat. Jika ion-ion amonium, sulfat dan nitrat telah habis diserap oleh tanaman, maka relatif sisa asam di dalam larutan tanah yang dipupuk amonium sifat menjadi lebih tinggi dibanding dengan yang dipupuk urea untuk setiap kesatuan haranitrogen. Oleh karena itu pupuk amonium sulfatkeasaman fisiologisnya lebih masam daripadapupuk urea. Ion-ion amonium maupun nitratyang berasal dari amonium nitrat mudah diserapoleh tanaman, oleh karena itu pupuk amoniumsulfat termasuk pupuk yang bereaksi cepat,yaitu tanaman cepat tanggap terhadap dimasukkannyapupuk kedalam tanah di sekitar tanaman.Amonium khlorida : Pupuk amonium khlorida, dengan rumuskimia NH4CI dan kadar nitrogen (N) sebesar24%bereaksi fisiologis masam. Nilai keasamansetaranya 128, lebih besar daripada amoniumsulfat, namun lebih rendah dari amoniak anhydrousyang keasaman setaranya bernilai 148.Pupuk ini tidak terlalu higroskopis dengan bataslengas nisbi udara 77,2 padasuhu 30° C. Pupukini jarang digunakan pada tanaman tebu di Indonesia.Dari hasil percobaan di India dan Taiwan,tanggap tanaman tebu terhadap pupuk inisama dengan pupuk amonium suIfat, sedikit lebih baik daripada urea. Pupuk amonium khlorida diproduksidalam bentuk butiran (granuler), berwarnaputih. Proses nitrifikasi pupuk ini termasuklambat, sehingga tidah mudah tercuci.Amonium sulfat nitrat (ASN): Pupuk ini merupakan garam rangkap dariamonium sulfat dan amonium nitrat denganrumus kimia NH4NO3, (NH4)2SO4 dan kandungannitrogen (N) 26 %. Di pasaran terdapatdi antaranya yang ber"grade" N 30 % dengan S5 % dan N 27 % dengan S II %. Pupuk inidiperdagangkan dalam bentuk butir kristalberwarna kuning hingga kuning kemerahan.Dalam timbunan penyimpanan dapat menjadikeras (membatu), dan barus dihancurkanterlebih dahulu sebelum digunakan. Dahulupupuk ini dikenal dengan nama Leunasalpeter(Jacob dan UexkUn, 1963). Nilai pupuk initidak berbeda dengan pupuk amonium sulfat(AS), namun agak higroskopis. Reaksi fisiologispupuk ini dua kali lebih masam daripadaurea, tetapi masih kurangjika dibanding denganamonium sulfat; keasaman setara 93. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.Sumber Gambar : fp.pancabudi.ac.id dan aboutche-mistry.blogspot.com