AYO MENANAM KACANG KEDELAIOleh : Neneng Winda Widyawati, S.Pi Penyuluh Pertanian BP3K Palabuhanratu Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timurseperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikatmeskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) Kedelai diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : PlantaeDevisi : SpermatophytaSub-divisi : AngiospermaeKelas : DicotyledonaeOrdo : PolypetalesFamili : LeguminosaSub Famili : PapilionoideaeGenus : GlysinSpecies : Glycine max (L) Merill.(Sumber : faostaT". FAO) Jenis Kedelai yang dibudidayakan adalah Glycine max yang merupakan keturunan domestikasi dari spesies moyang, Glycine soja. Dengan versi ini, G. max juga dapat disebut sebagai G. soja subsp. max. Kedelai merupakan tanaman budidaya daerah Asia subtropik seperti Cina dan Jepang. Sebaran G. soja sendiri lebih luas, hingga ke kawasan Asia tropic. (Faostat". FAO) Kedelai dikenal dengan beberapa nama lokal diantarnya adalah kedele, kacang jepung, kacang bulu, gedela dan demokam. Di jepang dikenal adanya kedelai rebus (edamame) atau kedelai manis, dan kedelai hitam (koramame) sedangkan nama umum di dunia disebut "soyabean". Kedelai adalah tumbuhan yang selalu peka terhadap pencahayaan. Dalam pencahayaan agak rendah batangnya akan mengalami pertumbuhan memanjang sehingga berwujud seperti tanaman merambat.Beberapa kultivar kedelai putih budidaya di Indonesia, di antaranya adalah 'Ringgit', 'Orba', 'Lokon', 'Davros', dan 'Wilis'. 'Edamame' adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang. (Iswara, Padjar) Meurut wikipedi bahwa kedelai merupakan bahan baku makanan yang bergizi seperti tahu dan tempe. Hampir semua lapisan masyarakat menyukai makanan yang terbuat dari kedelai. Bagi petani, tanaman ini penting untuk menambah pendapatan karena dapat segera dijual dan harganya tinggi. Tanamanini dapat diusahakan di lahan pasang surut. Hasilnya cukup memadai, namun caramengusahakannya berbeda daripada di lahan sawah irigasi dan lahan kering. Tanaman ini tidaktahan genangan. Oleh sebab itu, tidak dianjurkan menanam kedelai di lahan pasang surut yangbertipe luapan air A yang selalu terluapi baik saat pasang besar maupun pasang kecil. (Wikipedia). PenanamanKedelai dapat dibudidayakan secara tunggal (monokultur) atau ditumpangsarikan (diselingi) dengan jagung.Penanaman kedelai secara tunggal (monokultur),dilakukan dengan cara sebagai berikut :• Benih ditanam secara tugal.• Jarak tanam 20 cm x 40 cm.• Jumlah benih 2-3 biji per lubang tanam.• Benih yang sudah ditaruh di lubang tanam ditutup dengan tanah Tumpangsari dengan jagungJika tamanan kedelai ditumpangsarikan dengan jagung, biasanya cara tanamnya sebagai berikut :Jarak tanam jagung antar-barisan tanaman tidak boleh kurang dari 2 meter, sedangkan jaraktanam dalam barisan 40 cm. Kalau ditanam di lahan yang belum pernah ditanami kedelai, benih sebaiknya dicampur dengan rizobium seperti Legin. Bila rizobium tidak tersedia dapatmenggunakan tanah yang sudah pernah ditanami kedelai. Inokulasi rizobium bertujuan untukmengurangi pemakaian pupuk nitrogen (urea) karena tanaman kedelai dapat memanfaatkannitrogen yang ada di udara setelah diinokulasi dengan rhizobium Syarat TumbuhTanaman kedelai sangat cocok ditanam di lahan terbuka di daerah berhawa panas. Di Indonesia, tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 1.200 m dpl. Suhu optimal bagi pertumbuhan tanaman kedelai sekitar 25°C hingga 30°, curah hujan berkisar antara 150 mm – 200 mm/bulan dengan lama penyinaran matahari 12 jam/hari, dan kelembapan rata-rata (RH) 65%. pH bagi pertumbuhan kedelai dan bakteri Rhizobium adalah 6,0 – 6,8. Jika pH tanah kurang dari 6,0, Untuk menaikkan pH, dilakukan pengapuran misalnya dengan Kalsit, Dolomit, atau kapur bakar. Pemberian kapur dilakukan sekitar 2 hingga 4 minggu sebelum tanam bersamaan dengan pengolahan lahan. (Sumber Lintang Pertanian)Pemilihan BenihKualitas benih sangat menentukan kualitas kedelai pula. Oleh karena itu, agar dapat memberikan hasil yang memuaskan, harus dipilih varietas kedelai yang sesuai dengan kebutuhan, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan tanam, dan memenuhi standar mutu benih yang baik.Lahan TanamTanaman kedelai biasanya ditanam pada tanah kering (tegalan) atau persawahan. Pengolahan tanah bagi penanaman kedelai di lahan kering sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau, sedangkan pada lahan sawah umumnya dilakukan pada musim kemarau.Persiapan lahan penanaman kedelai di areal persawahan dapat dilakukan secara sederhana. Mula-mula jerami padi yang tersisa dibersihkan, kemudian dikumpulkan, dan dibiarkan mengering. Selanjutnya, dibuat petak- petak penanaman dengan lebar 3 m hingga 10 m dengan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Di antara petak penanaman dibuat saluran drainase selebar 25 cm – 30 cm, dengan kedalaman 30 cm. Setelah didiamkan selamn 7-10 hari, tanah siap ditanami.Jika areal penanaman kedelai yang digunakan berupa lahan kering atau tegalan, sebaiknya dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Tanah dicangkul atau dibajak sedalam 15 cm – 20 cm. Di sekeliling lahan dibuat parit selebar 40 cm dengan kedalaman 30 cm. Selanjutnya, dibuat petakan- petakan dengan panjang antara 10 cm – 15 cm, lebar antara 3 cm – 10 cm, dan tinggi 20 cm – 30 cm. Antara petakan yang satu dengan petakan yang lain (kanan dan kiri) dibuat parit selebar dan sedalam 25 cm. Antara petakan satu dengan petakan lainnya dibuat parit selebar 30 cm dengan kedalaman 25 cm. Selanjutnya, lahan siap ditanami benih.PenanamanPada penanaman kedelai, biji atau benih ditanam secara langsung. Lubang tanam dibuat dengan tugal sedalam 3 cm hingga 4 cm dengan jarak tanam sesuai dengan kondisi lahan. Dalam tiap lubang tanam dimasukkan 2 hingga 3 butir benih, kemudian ditutup dengan tanah tipis.Perawatan Atau Pemeliharaan1. Pemasangan MulsaUntuk mengurangi penguapan tanah pada lahan tanam dapat dilalukan pemasangan mulsa berupa jerami kering. Mulsa ditebarkan di antara barisan tempat penanaman benih dengan ketebalan antara 3 cm hingga 5 cm.2. PenyulamanPenyulaman perlu dilakukan yaitu pada 1 minggu setelah penanaman, tujuan penyulaman yaitu untuk mengganti benih kedelai yang mati atau tidak tumbuh. Penyulaman dilakukan jangan sampai terlambat karena dapat mengakibatkan tingkat pertumbuhan tanaman jauh berbeda.3. PengairanPengairan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Tanaman kedelai sangat memerlukan air saat perkecambahan (0 hingga 5 hari setelah tanam), stadium awal vegetatif (15 hingga 20 hari), masa pembungaan dan pembentukan biji (35 -hingga 65 hari). Pengairan dilakukan jangan sampai tanah terlalu becek atau bahkan kekeringan.4. Penyiangan Dan Penggemburan Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 20 – 30 hari setelah tanam. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan. Penyiangan kedua dilakukan setelah tanaman selesai berbunga. Selain itu, lakukan pula penggemburan tanah. Penggemburan dilakukan secara hati-hati agar tidak mernsak akaran tanaman.5. Pemupukan SusulanPemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 20 hingga 30 hari setelah tanam. Pemberian pupuk susulan hanya dilakukan pada tanah yang kurang subur saja. Pupuk yang digunakan berupa Urea dengan dosis 50 kg/hektar, selanjutnya ditutup dengan tanah dan meningkatkan hasil produksi kedelai, dapat digunakan pula ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) dan PPC (Pupuk Pelengkap Cair), dosis yang digunakan sesuaikan dengan dosis anjuran.6. Hama Dan Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman kedelai adalah Ulat jengkal, Ulat polong, Ulat grayak, Ulat penggulung daun, Kepik hijau, Kepik polong, Lalat kacang, lalat pucuk, Kumbang tanah merah dan kuning, serta Hama gudang. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah penyait sapu, kerdil, karat daun, serta busuk rhizoctonia. Sumber :1. Iswara, Padjar (19 March 2010). "Kedelai Setelah Satu Dekade". Majalah Tempo2. "FAOSTAT". FAO. 31 March 2010. Diakses tanggal 31 Maret 2018.3. "SBY Perintahkan Bongkar Gudang Kedelai". Kompas. 01 Agustus 2018.4. "Bulog Akan Impor 100000 ton Kedelai dari AS". Kompas. 01 Agustus 2018.5. "Harga Bahan Baku Melejit, Pedagang Tahu Gejrot Menjerit". Republika Online. 01 Agustus 2018.6. "Pedagang Tempe Berencana naikkan Harga Usai Demo 3 Hari". Detik. 8 September 2013.7. "Tahu Tempe Takkan Picu Inflasi". VOA Indonesia. 15 September 2013.8. "Pedagang Tempe di pasar Tradisional Beri Imbauan Libur". Detik. 8 September 2013.9. "Kemnakertrans Buka Sejuta Hektare Lahan Kedelai di Kawasan Transmigrasi". MetroTV News. 30 Oktober 2013.10. http://www.wikipedia.org, diakses 2 Juli 2018