E. TATA LAKSANA PENANAMAN1. Cara Penanaman. Terdapat dua macam cara yang dapat dipraktekan para petani dalam menanam kedelai yaitu dengan menabur dan membuat tugalan. Kedua cara ini mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen. Menanam dengan cara menabur mengandung beberapa kelemahan antara lain pertumbuhan tanaman tidak seragam dan tidak merata, sebagian benih bisa tumbuh pesat sedangkan yang lain kerdil, bahkan ada pula yang sama sekali tidak tumbuh (mati). Disamping itu ada tanaman yang tumbuh mengelompok, sebaliknya ada pula tanaman yang tumbuh terpisah. Kelemahan yang lain ialah bahwa kebutuhan akan benih sangat banyak (boros). Menanam dengan cara menabur juga mengandung kelebihan yakni hemat waktu tenaga dan biaya.Kelebihan penanaman benih dengan cara membuat tugalan antara lain jarak tanam bisa diatur sehingga jumlah benih yang dibutuhkan dapat diperhitungkan sebelumnya. Sedangkan kelemahannya ialah boros waktu, tenaga dan biaya dan bila cara ini dilaksanakan pada musim penghujan, pada areal yang draenasenya buruk, tugalan akan menahan air sehingga benih yang ditanam mudah menjadi busuk (Praktis Bercocok Tanaman Kedelai Secara Intensif, 2011). 2. Waktu Tanam, Jarak Tanam dan Jumlah Biji. Pemilihan waktu tanam kedelai amat penting, karena sangat berkaitan erat dengan kandngan air dalam tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar 75 – 120 hari. Waktu yang tepat untuk penanaman kedelai pada saat menjelang musim penghujan yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung uap air. Bila kedelai ditanam di tanah tegalan waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. Untuk setiap hektar dibutuhkan 30-50 kg kedelai varietas biji kecil dan 60-70 kg kedelai varietas biji besar. Untuk pananaman benih dengan cara ditugal sedalam 1-2 cm dengan jarak tanam kurang lebih 20 – 40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 cm x 20 cm, 25 cm x 2 cm atau 20 cm x 20 cm. Jarak tanam hendaknya diatur agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Pada tanah yang subur, jarak tanam lebih renggang dan sebaliknya pada tanah yang tandus jarak tanam dapat dirapatkan. Untuk jarak antara alur satu dengan yang lain dapat dibuat 50 -60 cm dan untuk alur ganda jarak tanama dibuat 20 cm dengan kedalaman 5 cm.Selanjutnya, benih kemudian dimasukkankedalam lubang sebanyak 2-3 biji kemudian di tutup dengan tanah bila kondisi tanah subur, bila kurang subur lubang diisi sekitar 3 -5 biji. Tunggalan tersebut ditutup dengan tanah gembur tanpa dipadatkan. Sekitar 3-7 hari setelah tanam akan tampak benih-benih yang tidak tumbuh. Untuk itu, pada masa tersebut segera dilakukan penyulaman. F. PEMELIHARAAN1. Pemupukan. Kedelai yang ditanam setelah panen padi sawah tidak mutlak harus dipupuk sebab kedelai ini sudah mendapatkan pupuk dari sisa-sisa pemupukan padi. Namun terkadang keasaman tanah sawah dan tegalan tinggi sehingga hasil panen kedelai dapat berkurang. Untuk mensiasati hal tersebut, tanah perlu untukk diberi kapur mati sebanyak 2 – 4 ton per hektar. Pengapuran dilakukan pada saat pengolahan tanah, kira-kira sebulan sebelum kedelai ditanam. Untuk pemupukan tanaman kedelai secara umum diberikan bersamaan dengan saat tanam atau 7-10 hari setelah tanam. Setelah ditabur pupuk dibenamkam ke dalam tanah. Pemupukan dasar dilakukan dengan menggunakanpupuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Namun pada umumnya pemberian pupuk majemuk (NPK) secara langsung tidak banyak berpengaruh terhadap kenaikan produksi. Namun demikian pemupukan pada tanah tandus amat diperlukan. Kedelai yang ditanam ditanah tegalan perlu diberi pupuk buatan secara bertahap. Adapun tujuan dari pupuk dasar N, P, danK adalah menyediakan unsur hara pokok yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Sewaktu tanam, kedelai membutuhkan unsur hara N sebagai pendorong pertumbuhan awal, unsur P untuk pertumbuhan biji dan mempercepat proses pematangan buah dan unsur K diperlukan untuk perkembangan pertumbuhan secara keseluruhan dan dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan. Dosis pupuk yang akan digunakan Urea 50 kg/ha, SP-18 75 kg/ha dan KCl 50 kg/ha. Pupuk diberikan 2 kali dalam satu musim. Pemupukan I (pertama) :Pupuk diberikan sebelum tanam dengan cara menaburkan pupuk pada garis tanam kemudian pupuk dicampur dengan tanah secara merata, dosis pupuk I (pertama) yang diberikan 2/3 dari dosis Urea dan KCl (Urea:33 Kg/Ha ; KCl: 33 Kg/Ha), sedangkan Pupuk SP-18 diberikan seluruhnya pada pemupukan dasar.Pemupukan II (Kedua) : Pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 20– 30 HST,menjelang tanaman kedele berbunga dengan cara ditabur mengelilingi tanaman dengan jarak ± 10 cm dari batang. Dosis pupuk yang diberikan 1/3 dari dosis Urea dan KCl (Urea: 17 Kg/Ha ; KCl: 17 Kg/Ha) (Maspari, 2010)2. Penyiangan gulma. Gulma dapat menjadi kompetitor dan merupakan faktor pembatas penting bagi produktivitas kedelai. Besarnya tingkat kerugian akibat gulma sangat bervariasi tergantung pada populasi dan macam spesies gulma yang ada. Selain menurunkan hasil,keberadaan gulma dapat menjadi tanaman inang bagi hama dan penyakit oleh karena itu perlu dilakukan penyiangan sebanyak 2-3 kali. Penyiangan terakhir sebaiknya bersamaan dengan pembubunan untuk mengurangi tanaman rebah. Penyiangan pertama dilakukan sebelum biji ditanam agar pada saat biji mulai tumbuh mereka tidak mendapat gangguan akar-akar rumput. Penyiangan berikutnya dilakukan setelah tanaman berumur 3 -4 minggu sebbab pada aat itu biasanya rumput telah tumbuh lagi memenuhi areal tanaman. Penyiangan yang baik dilakukan sampai ke akar-akarnya disertai dengan mendangir yakni menggemburkan tanah dengan cara mengaduk dan membolak-balik tanah.3. Pengairan / Penyiraman. Kedelai termasuk tanaman yang tidak tahan terhadap kekeringan. Untuk itu, tanaman sebaiknya tidak mengalami kekeringan pada fase kritis karena akan sangat menurunkan hasil. Fase kritis, yaitu saat perkecambahan,berbunga,serta pembentukan dan pengisian polong. Air sangat diperluakan sejak awal pertumbuhan sampai pada masa polong mulai berisi. Dapat dikatakan sejak tumbuh sampai pada fase pengisian polong, keadaan tanah hendaknya cukup lembab, struktur tanah gembur dan cukup sinar matahari. Oleh : Ir. Amirudin Aidin Beng, MM (Penyuluh Pertanian)Sumber :1. Herdy Frimanto, Bagus. 2012. Praktis Bercocok Tanam Kedelai Secara Intensif. Bandung : Angkasa2. Maspari. 2010. Ternyata Budidaya Kedelai Itu Mudah (http://www.gerbangpertanian.com/2010/04/budidaya-tanaman-kedelai-unggul.html, diakases 24 Maret 2015)3. Rosmiati, Siti. 2015 Skripsi :Pengaruh Kematangan Benih Terhadap Pertumbuhan Bibit Pada Beberapa Varietas Kedelai. (http://repository.uin-suska.ac.id/766/3/BAB%20II.pdf, diakses 24 Maret 2015)