Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia,Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun.Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur.Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bila di tanam pada akhir musim penghujan. Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7. Di Desa Takulat tepatnya dikelompok tani Usaha Bersama Bapak Hermadi melaksanakan Budidaya Sawi untuk memenuhi kebutuhan Pasar Sayur local di Desa Takulat, Bapak Hermadi Membudidayakan jenis Sawi F1 dari Panah Merah, awal usaha budidaya ini Beliu rintis dari tahun 2017 dengan membuka lahan Perkebunan Karet yang dirobuhkan / ditebang karena harga karet yang tidak menentu, awalnya beliu mencoba beberapa komuditas Hortikultura yang ditanam tetapi dengan keegigihan Bapak terbebut membaca peluang usaha dan pasar yang cepat dalam siklus umur panen beralih mencoba tanam sawi dimana sekarang Beliu bisa Panen dalam 1 minggu bisa 3-4 kali dengan banyak ikatan ± 750 ikat, mula – mula hasil sulit dipasarkan karena kalah kualitas dengan barang luar dari petani Hulu Sungai Tengah, tetapi dengan kegigihan dan keuletan beliu untuk belajar dan di bantu Penyuluh Pertanian sehingga hasil tidak kalah dengan dari luar berikut cara Budidaya yang dilaksanakan Bapak Hermadi. Teknik Budidaya Cara Budidaya Sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman. Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : Lombok besar, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan. Pembenihan Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam bercocok tanam untuk benih yang digunakan Bapak Hermadi benih yang F1 dari Panah Merah dengan umur Panen setelah pindah tanam 30 HST. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan.Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan. Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung. Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk kandang fermentasi 3 - 5 ton/ha. Pupuk kandang fermentasi diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan. Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 - 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Diberi Pupuk dasar Pupuk Kandang, Npk, dan POC setelah lahan siap tanam untuk mengurai bahan Kimia. Pembibitan Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman.Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 - 120 cm dan panjangnya 1 - 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 - 30 cm. Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah Pupuk Npk, POC Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 - 2 cm, lalu disiram dengan sprayer. 3 - 5 hari benih akan tumbuh semprot dengan larutan POC dosis scr periodik 3 - 5 hr sekali. Setelah berumur 3 - 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan. Penanaman Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah.Tinggi bedeng 20 - 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 300kg/panjang bedengan 18 m , NPK 2,5 kg. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 - 8 x 6 - 10 cm. Semprot dengan larutan POC dosis 10 ml/lt air/Menyesuaikan. Pemeliharaan Yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari. Penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru. Penyiangan biasanya dilakukan 2 - 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan. Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 1,5kg/18 M. Penyemprotan dengan larutan POC dosis 10 ml/lt air scr periodik 1 minggu sekali sampai masa panen. Panen dan Pasca Panen Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya. Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling pendek umur 40 hari. Terlebih dahulu melihat fisik tanaman seperti warna, bentuk dan ukuran daun. Cara panen ada 2 macam yaitu mencabut seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang berada di atas tanah dengan pisau tajam. Pasca panen sawi yang perlu diperhatikan adalah : Pencucian dan pembuangan kotoran. Sortasi. Pengemasan. Penympanan. Pengolahan. Demikian sekilas berbagi informasi tentang Budidaya Sawi, sebagai sumber referensi untuk anada semuanya dalam melakukan usaha yang sedang anda tekuni, salam sukses untuk sobat semuanya.