Loading...

BERCOCOK TANAM UBI KAYU

BERCOCOK TANAM UBI KAYU
BERCOCOK TANAM UBI KAYU Ubi Kayu merupakan bahan baku aneka industry antara lain : tepung mocaf, tapioka, gula cair, bioetanol, makanan camilan, kalau di desa - desa lebih umum digunakan untuk kripik. Agar kebutuhan industri berbasis Ubi Kayu terpenuhi dalam jumlah besar dan kontiniu, maka penting sekali melakukan budidaya tanaman tersebut. Kelompok Tani Karya Nyata Desa Pekan Tebih dengan Luas lahan 5 Ha telah mencoba membudidayakan tanaman Ubi Kayu tersebut dengan perlakuan yang semi intensif, Tanaman ini merupakan tanaman tropis tetapi dapat pula beradaptasi dan tumbuh dengan baik di daerah sub - tropis. Curah hujan yang dibutuhkan berkisar 1500 - 2.500 mm/ thn, sinar matahari 10 jam/ hari dan ketinggian 2000 m dari permukaan air laut. PELAKSANAAN KEGIATAN BUDIDAYA Pembibitan Ubi Kayu Kelompok Tani Karya Nyata memperoleh Bibit dari berbagai sumber namun tetap di ambil bibit yang seragam atau satu jenis dan berasal dari tanaman yang mempunyai karakteristik : produksi tinggi, kadar tepung tinggi, umur panen 7 - 9 bulan, tahan terhadap hama dan penyakit, warna putih. Bibit dengan kualitas baik akan menghasilkan produksi yang tinggi dan kualitas yang tinggi pula, kemudian di potong sepanjang 20 – 25 Cm, bagian pangkal diruncing agar memudahkan penanaman, kulit stek tidak terkelupas terutama pada bakal tunas. Pengolahan Lahan Sebelum melakukan penanaman bibit Ubi Kayu, maka perlu dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu agar tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar dan umbi berkembang dengan baik. Sistem pengolahan yang dilakukan dengan menggunakan alat berat, karena kondisi lahannya juga cukup berat dan tidak memungkinkan untuk menggunakan cangkul, setelah tanahnya di balik - balik barulah di ratakan dengan Hand Tractor dan cangkul. Penanaman Kelompok Tani Karya Nyata sendiri telah melakukan penanaman pada awal Februari 2017 kemaren, penanaman bibit Ubi Kayu dapat dilakukan setelah bibit/ stek dan tanah disiapkan. Waktu yang baik untuk penanaman adalah permulaan musim hujan. Hal ini disebabkan Ubi Kayu memerlukan air terutama pada pertumbuhan vegetatif yaitu umur 4 - 5 bulan, setelah itu kebutuhan akan air relatif lebih sedikit. Jarak tanam secara monokultur 100 cm x 100 cm. Cara menanam Ubi Kayu sebaiknya stek tegak lurus atau minimal membentuk sudut 60 derajat dengan tanah dan kedalaman stek 10 - 15 cm. Pemupukan Untuk mencapai hasil yang tinggi perlu dilakukan pemupukan bisa dengan menggunakan pupuk organik (pupuk kandang, kompos dan pupuk hijau ) dan pupuk an-organik (Urea, TSP, KCL). Pupuk organik sebaiknya diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah. Tujuan utama pemberian pupuk adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Pupuk an-organik diberikan tergantung komposisi tanah. Kelompok Tani Karya Nyata sendiri menggunakan Urea 75 kg, TSP 50 kg, KCL 50 Cara pemberian pupuk adalah Pupuk dasar : 1/3 bagian dosis Urea, KCL, dan seluruh dosis P (TSP) diberikan pada saat tanam, pupuk susulan : 2/3 bagian dari dosis Urea dan KCL diberikan pada saat tanaman berumur 3 - 4 bulan. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sehat, baik, seragam dan memperoleh hasil yang tinggi. Pemeliharaan Ubi Kayu meliputi Penyiangan. Penyiangan dilakukan apabila sudah mulai tampak adanya gulma (tanaman pengganggu). Penyiangan kedua dilakukan pada saat singkong berumur 2 - 3 bulan sekaligus dengan melakukan pembumbunan. Pembumbunan dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga Ubi Kayu dapat tumbuh dengan sempurna, memperkokoh tanaman supaya tidak rebah. Penanggulangan Hama Dan Penyakit Tanaman Ubi Kayu Hama pada tanaman singkong antara lain; tungau daun merah dan kumbang, sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman Ubi Kayu adalah layu bakteri, Jamur Akar Putih dan bercak daun. Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman Ubi Kayu adalah; sanitasi lahan setelah panen (sisa tanaman dibakar ), bibit yang digunakan sehat dari varietas tahan penyakit, pengolahan tanah secara sempurna, pergantian tanaman dengan palawija/ tanaman lainnya. Cara-cara tersebut dapat secara efektif mengurangi serangan hama, namun untuk tanaman Ubi Kayu di Kelompok Karya Nyata baru satu gejala serangan yang terlihat yaitu Jamur Akar Putih, dan ini baru dilakukan pengendaliannya dengan cara mencabut dan membakar dari pada tanaman yang terserang tersebut.