Loading...

Beres Panen, Petani Indramayu Geber Tanam

Beres Panen, Petani Indramayu Geber Tanam
Semangat petani menjaga stok pangan di tengah Pandemi Corona terus bergelora. Setelah masa panen berakhir, Petani Indramayu langsung menggebernya dengan kegiatan tanam bersama petani. "Wabah corona tidak menghalangi kami untuk ke sawah, Kami bantu pemerintah jaga stok pangan, Kalian (masyarakat) di rumah saja,” tutur Ketua Kelompok Tani Walahar II, Desa Bantarwaru, Gantar, Indramayu, Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk tetap memastikan pangan bisa diproduksi oleh pahlawan pangan dari pedesaan. Penyuluh Pertanian, Tating Cating menjelaskan, saat ini di Desa Bantarwaru memasuki masa tanam, setelah sebelumnya melakukan panen. Adapun luas areal sementara ini 35 Ha dengan varietas Inpari 32 dan Inpari 42 dengan umur tanam sudah 15 hari. Desa Bantarwaru, Kecamatan Gantar merupakan salah satu kecamatan di Indramayu yang unik. Sebagian lahan pertaniannya ada di areal hutan. Sebagian masyarakatnya juga tergabung dalam LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). ““Kami selalu berupaya tanam yang ramah lingkungan agar tetap lestari dan berkelanjutan. Penyuluh pertanian di Kecamatan Gantar giat dampingi petani, kami punya tanggungjawab untuk melaksanakan tugas," tutur Koordinator BPP Gantar, Dedi Setiadi. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takmid mengaku tetap optimis dan terus mempertahankan produksi padi ini meningkat di angka 1,5 juta ton gabah kering. "Terlebih di bulan Maret dan April ini walau tengah dilanda virus Corona, produksi padi dan jagung tetap tinggi. Petani panen raya," ujar Takmid. Takmid menyebutkan luas panen padi Indramayu Maret 2020 sebesar 3.677 hektare dan April 10.573 hektare. Adapun harga gabah kering panen saat ini menguntungkan petani, yakni Rp 5.300/kg. Takmid mengatakan Kementan setiap tahun menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten Indramayu dalam jumlah cukup besar. Mulai dari bibit, alat mesin pertanian, mesin penggilingan dan bantuan asuransi hingga dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karena itu, kondisi pertanian di Indramayu dalam bidang produksi padi saat ini masih tertinggi di Jawa Barat. Takmid menyebutkan salah satu contohnya, bantuan benih sebanyak 67,7 ton untuk lahan seluas 2.708 hektare yang tersebar di empat kecamatan yakni Losarang, Karangampel, Kandanghaur dan Gabuswetan yang sebelumnya mengalami kebanjiran di pertengahan Maret silam sudah dibagikan.