Kegiatan bercocok tanam identik dengan tanah, kotor, cacing dan hal lainnya yang bagi sebagian orang menjadi kendala untuk memiliki kebun atau bercocok tanam. Solusi dari masalah tersebut adalah budidaya tanaman secara HIDROPONIK aliasBERTANAM TANPA TANAH. Kondisi sayuran segar dan sehat sudah banyak yang membutuhkan apalagi jika pemanenannya bisa mendadak dan diperoleh hasil dari pekarangan rumah sendiri. Hal ini ibarat memiliki supermarket mini, tinggal mengatur jenis tanaman sayur apa yang mau di tanam dan jadwal penanamannya supaya hasil panen tidak melimpah atau sesuai kebutuhan. Kegiatan berkebun hidroponik di pekarangan bagi kalangan tertentu dianggap sangat penting sebagai kegiatan untuk mengisi kekosongan waktu atau membuat kesibukan serta menikmati pekarangannya yang lebih rimbun dan sejuk karena banyaknya sayuran yang di tanam bahkan bisa menjadi ajang silaturahmi dan menjadi bahan pembicaraan dan diskusi antar tetangga dan kerabat. Sistem hidroponik yang ada di pekarangan hendaknya tidak merepotkan, yang berstatus karyawan perusahaan atau yang hanya memiliki waktu sedikit di pagi dan sore hari, pilihlah sistem hidroponik yang sesuai dengan ketersediaan waktu yang ada yaitu Floating System / Sistem Rakit Apung. Sistem Rakit Apung dikenal juga dengan istilah Water Culture System. Prinsip sistem hidroponik ini adalah tanaman di tanam dalam keadaan diapungkan tepat di atas larutan nutrisi, biasanya dengan bantuan sterofoam sebagai penopangnya. Posisi akar menyentuh larutan nutrisi dan terendam, akar tanaman yang dibudidayakan dengan sistem ini rentan mengalami pembusukan, oleh karena itu dibutuhkan aerator untuk menambah oksigen terlarut. TEKNIK BUDIDAYA HIDROPONIK FLOATING SYSTEM PERSEMAIAN Semai benih pada media tanam berserat seperti rock wool, kapas, tisu atau busa lainnya yang sudah dibasahi dan disimpan pada nampan Simpan ditempat teduh, hindari sinar matahari langsung dan aman dari hujan setelah berkecambah kenalkan dengan sinar matahari minimal 6 jam dan aman dari hujan, jika sudah berdaun 2 beri larutan nutrisi AB Mix dengan EC 1,0 – 1,2 mS/cm, pH 5,5 - 6,5 Jaga kelembaban media tanam, beri larutan nutrisi secukupnya tidak harus tergenang 15 HSS (Hari Setelah Semai) Bibit siap pindah tanam PENANAMAN Isi kolam/ tempat larutan nutrisi dengan larutan nutrisi AB Mix setinggi 15 – 20 cm : EC 1,6 – 1,9 mS/cm (5ml AB Mix A : 5ml AB Mix B : 1 liter air baku), pH 5,5 - 6,5 Nyalakan aerator sebagai pengaduk larutan nutrisi dan suplai oksigen terlarut Pindahkan bibit dari persemaian ke netpot yang berada di lubang sterofoam Jarak tanam / lubang tanam : Kangkung, bayam 10 cm, Selada, Sawi/Pakchoy 17 cm Pemeliharaan dengan cara menambahkan larutan nutrisi jika terjadi penyusutan / berkurang maksimal ¼ dari volume awal. PANEN Sayuran lebih cepat panen, segar dan bebas pestisida Panen dianjurkan pagi hari Cara panen sayuran daun dengan cara dicabut atau dipotong dari netpot Usia panen : Kangkung, bayam10 – 15 HST, Selada, Sawi/Pakchoy 25 - 30 HST