Sering kali saya mendengar keluhan dari Ibu-Ibu KWT diwilayah binaan, gemana sih cara memelihara dan merawat tanaman cabe ? Menanam cabe memang membutuhkan perawatan ekstra ketimbang menanam tanaman lain, namun demikian keuntungan yang diperoleh dari menanam cabe sangatlah besar. Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa kita harus rajin dan cermat dalam merawat tanaman cabe Untuk itu, kita berkenalan sedikit tentang hama yang sering ada di tanaman cabe yukkk.. Thrips (Keriting Daun) Hama thrips ini tergolong jenis kutu daun (serangga). Serangannya paling hebat terjadi di musim kemarau. Gejala serangannya ialah daun cabe mulai keriting pada daerah pucuk lalu jika tidak segera ditangani pucuk tanaman akan kaku dan bungker (tidak bisa tumbuh). Jika muncul gejala awal maka segera semprotkan insektisida dengan interval 3 hari sekali. Setelah itu dilanjutkan dengan penyemprotan pupuk organik cair dan ZPT auxin agar tanaman bisa kembali menumbuhkan daun. Daun Bule Penyebab daun bule adalah virus gemini. Penanganan utamanya adalah dengan menyemprotkan insektisida dan penyemprotan pupuk organik cair agar warna hijau daun kembali Layu Anthraknose Layu anthraknose ini disebabkan oleh jamur anthraknose yang menyerang bagia akar. Maka dari itu sebaiknya sebelum ditanami, lubang tanaman diberi fungisida. Gejalanya ialah daun layu saat siang lalu kembali segar saat sore. Lama-lama tanaman akan mati. Jika sudah terserang maka kocorkan fungisida di bagian akarnya. Layu Bakteri Sama seperti gejala layu anthraknose hanya saja lebih tanaman lebih cepat mati. Penanganannya dengan pengocoran bakterisida. Lalat Buah Lalat buah ini akan menyerang ketika tanaman berbuah. Caranya menanganinya dengan menyemprotkan insektisida berbau menyengat. Ulat Ulat menyerang buah dengan melubanginya lalu memakan daging buah didalamnya. Cara penanganannya ialah dengan menyemprotkan insektisida di saat petang karena ulat aktif di malam hari dan bersembunyi saat siang. Pertanyaan kedua yang sering diungkapkan Ibu-Ibu KWT adalah Bagaimana sih cara menanam cabe dalam pot agar nantinya hasil panen semakin banyak?. Yang pertama (usahakan) gunakan kotoran kambing sebagai pupuk dasar karena kandungan zat haranya sangat tinggi, setelah itu usahakan agar menghindari panen di musim hujan. Kurangi penggunaan pupuk nitrogen (NPK, ZA, UREA) pada saat musim hujan Semprotkan bawang putih yang sudah dihancurkan dan dicampur dengan air. Atau bisa juga semprotkan dengan rendaman air tembakau pada saat tanaman mulai berbunga sehingga tanaman bisa berbunga dan berbuah lebih banyak. Selamat Mencoba dan Ayoo tetap semangat Ibu-Ibu KWT (Sumber : dari berbagai literatur) Shinta Istihsan, SP – Penyuluh Pertanian Kecamatan Buleleng - Bali