Bagi masyarakat perkotaan keinginan berkebun kerap terhambat karena terbatasnya lahan. Tapi dengan berkembangnya teknologi, hasrat berkebun bisa terpenuhi dengan menanam dalam pot termasuk bertanam anggur. Tanaman anggur yang ditanam dalam pot bisa ditempatkan dimana saja di sekitar rumah. Ajir tempat merambatnya pohon anggur bisa ditancapkan ke dalam tanah atau tanah dalam pot tempat hidup anggur sehingga bisa dipindah-pindahkan tempatnya. Kelebihan bertanam anggur di dalam pot adalah mudah perawatannya, mudah pengendalian hama dan penyakitnya serta mudah dipindah-pindahkan. Bahkan jika ditekuni bisa menjadi bisnis yang menarik dan menguntungkan antara lain dengan menjual dalam bentuk tanaman anggur di dalam pot yang sudah berbuah. Tanaman anggur dalam pot selain bisa dinikmati buahnya juga bisa menjadi hiasan rumah. Tanaman hias ini akan lebih eksotis lagi ketika bauhnya yang ranum mulai muncul sehingga bisa menjadi daya tarik sendiri. Kelebihan lainnya adalah tanaman berada dalam pot bisa dengan mudah diatur pembuahannya.1. Menyiapkan Pot.Pot untuk menanam anggur banyak bentuk, jenis, dan ukuran, bisa terbuat dari kayu, pot plastik, ember, drum atau kaleng bekas cat. Agar bisa berbuah secara optimal, pot yang digunakan tidak boleh terlalu kecil sehingga bisa memuat media tanam untuk mencukupi unsur hara tanaman anggur. Idealnya, pot berdiameter 30 cm, tinggi 40 cm atau lebih besar lagi. Semakin besar pot yang digunakan semakin besar pula daya tampung media tanamnya sehingga buah yang dihasilkan bisa lebih optimal. Pot harus dilubangi bagian bawah dan sampingnya, untuk mengurangi kelebihan air siraman. Tanaman anggur memang membutuhkan air yang cukup tetapi jika terlalu banyak air, akarnya akan terganggu yaitu menjadi busuk dan menyebabkan kematian. 2. Meyiapkan Media TanamTanaman anggur umumnya tumbuh baik di tanah yang gembur, subur dan mengandung banyak unsur hara, porous, dan memiliki pH netral (pH 7). Tanah yang terlalu liat dan drainasenya jelek akan menghambat pertumbuhan tanaman karena akar tanaman anggur sulit menembus media penanaman. Tanaman anggur yang ditanam bisa tumbuh dengan baik dan berbuah optimal asalkan persyaratannya harus dipenuhi. Media tanam yang digunakan bisa menggunakan campuran tanah merah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2. Kebutuhan unsur hara mikro dan makro bisa dicukupi dengan menambah pupuk NPK ke dalam media tanam sebanyak 2-3 senduk makan setiap 10 liter media tanam. Tanah yang digunakan sebaiknya dipilih tanah merah atau tanah dari kebun yang banyak mengandung humus. Pupuk kandang yang paling bagus digunakan adalah kotoran ayam, karena kandungan unsur hara baik makro maupun mikronya paling tinggi. Bisa juga digunakan kotoran sapi, kerbau, kambing, domba dan kuda. Namun pupuk kotoran ternak yang dipakai harus sudah dalam kondisi matang, yang ditandai dengan warnanya yang sudah berubah, tidak terasa panas dan tidak begitu bau. Jika pH media tanam yang digunakan masih terlalu rendah atau asam, bisa ditambahkan kapur pertanian atau dolomite ke dalam media tanam. Setiap 10 liter media tanam bisa ditambahkan kapur dolomite sebanyak 2 senduk makan atau tergantung pada derajat keasamannya. Mencegah penyakit yang mungkin masih bersarang di media tanam bisa dilakukan dengan cara menambahkan insektisida atau nematisida ke dalam media tanam. Perlakuan ini bisa mencegah akar tanaman rusak diserang rayap. Rayap merupakan salah satu hama yang sering merusak akar dan pohon anggur. Pestisida yang bisa diberikan adalah Furadan 3G sebanyak 1 senduk teh setiap 10 liter media tanam. Semua bahan media tanam dicampur menjadi satu dan dimasukkan ke dalam pot. 3. Penanaman Bibit anggur yang dihasilkan dari stek, okulasi dan cangkok bisa dipakai sebagai bibit untuk tanaman pot anggur. Bibit anggur yang siap ditanam sebaiknya sudah memiliki 5 helai daun yang sempurna dan tidak terkena penyakit. Idealnya bibit anggur ditanam dalam pot sudah berumur 2 bulan sejak stek, cangkok atau okulasi. Bagian bawah pot yang digunakan untuk menanam anggur sebaiknya diberi batu atau pecahan genteng atau bata agar tanah yang menjadi media tanam tidak hanyut ketika disiram. Media tanam yang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam pot sampai terisi setengahnya. Selanjutnya plastik penyapihan bibit anggur disobek secara hati-hati, jangan sampai media tanamnya pecah dan akarnya rusak. Selanjutnya bibit anggur diletakkan di tengah pot yang sudah terisi setengah media tanam. Setelah itu media tanam yang belum dimasukkan, diisikan ke dalam pot sampai batas tanam bibit anggur. Setelah melakukan penanaman, tanaman disiram dan disimpan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. 4. Penempatan TanamanTanaman anggur bisa tumbuh dan berbuah secara optimal jika memperoleh sinar matahari penuh setiap hari. Karena itu tanaman anggur dalam pot harus disimpan di tempat terbuka dan mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari tanpa gangguan tanaman lain. Jika anggur ditanam ditempat yang teduh tanpa sinar matahari, pertumbuhannya akan terhambat dan daunnya sering terkena cendawan. Untuk menghindarinya, pot anggur bisa ditempatkan di pekarangan rumah yang terkena sinar matahari atau di pagar rumah sebagai hiasan. Selain itu, pot anggur bisa ditempatkan di lantai atas (jika rumahnya bertingkat) sehingga kebutuhan tanaman terhadap sinar matahari untuk fotosintesis tercukupi. Disarikan oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan Pertanian. Sumber : 1. Bernard T.W. Wiryanta, 2004. Membuahkan Anggur di dalam Pot dan Pekarangan, Penerbit PT. Agromedia Pustaka, Jakarta. 2. Eko M. Nurcahyo. 1998. Anggur dalam Pot. Cetakan IX Penebar Swadaya, Jakarta.