A. Syarat Tumbuh dan Pengolahan LahanLahan untuk tanaman cabai rawit harus subur, yaitu kaya bahan organik. Derajat kesamaan tanah (PH) yang sesuai untuk tanaman antara 6,0 sampai 7,0. 1. Memilih dan Mengolah Lahan tanamPengolahan tanah/lahan adalah upaya mengubah tanah yang semula kurang menguntungkan bagi usaha tani menjadi menguntungkun. Bentuk pekerjaan pengolahan tanah untuk tanaman cabai rawit ada beberapa macam, misalnya membersihkan rumput. Selanjutnya membajak tanah selanjutnya dibuat bedengan atau petakan dan saluran air disekitarnya dengan ukuran agak lebar sesuai kondisi dan musimBedengan dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah sehingga saluran air menjadi dalam. Dengan cara itu pembuangan air akan lancar dan terhindar ari genangan, sirkulasi udara dalam tanah juga akan terjaga baik.2. Pengapuran tanah Dapat dilakukan dengan kaptan dolomit bertujuan untuk menetralkan tanah yang asam. Cara melakukan pengapuran adalah sebagai berikut : - Kapur ditebar secara merata dipermukaan tanah.- Tanah dicangkuli/dibajak tipis tipis dan diaduk – aduk kapur sampai tercampur rata- Tanah yang telah dicampur kapur diamkan selama 15 hari- Sebaikna disiram air atau dibiarkan terkena hujan berkali kali.Bila dilakukan dengan dosis yang tepat maka pengapuran akan memperbaiki tanah, jika dilakukan berlebihan makan akn merusak tanan yaitu dapat menyebabkan keracunan alumunium (AI), Tembaga (CU), Mangan (Mn). Akibat lain bunga akan mudah rontok karena kandungan fosfor dan moliddenum tidak larut.3. Pemupukan dasar Guna mempersiapkan nutrisi untuk tanman cabai, maka sebaiknya dilakukan pemupukan sebelum benih ditanam. Pemupukan awal dapat berupa pupuk organik kompos dan sisa jerami kering atau rerumputan untuk menambah kesuburan tanah. Jika tanah sudah baik maka per meter persegi lahan dapat ditambahkan 20 g NPK. Namun jika tanah kurang subur maka tiap ton organik ditambah dengan pupuk buatan dengan 43 kg. Urea, 60 kg TSP, dan 66 kg KCL. Pempukan dasar dilakukan dengan pemnuatan bedengan dan dicampur dengan tanah sedalam 20 cm kemudian lahan didiamkan selama seminggu. 4. Pemberian MulsaUntuk mempertahankan suhu dan kesuburan tanah serta melindungi erosi karena hujan maka permukaan bedengan sebaiknya ditutup dengan mulsa. Waktunya adalah setelah dilakukan pemupukan dasar. Jenis mulsa dapat dari jerami kering, tanman hijaun, polong-polongan, kacang-kacangan, atau plastik. Untuk penggunaan plastik sebaiknya pertimbangkan musim dan kondisi kelembaban tanah. Untuk daerah lembab mulsa plastik dapat menyebabkan tanah terlalu lama basah. Oleh karenanya diperlukan lubang untuk penguapan 5. Pembibitan dan penanaman cabai rawitDisela waktu persiapan lahan dilakukan pemilihan benih cabai rawit, biji yang akan dipakai untuk benih direndam didalam air hangat bertujuan untuk mempercepat perkecambahan. Atau dengan cara perendaman dalam pestisida selam 10 -15 menit. Lahan persemaian harus diolah dengan baik dan halus. Lahan persemaian perlu ditambahkan pupuk organik dan anorganik.Pemberian pupuk organik harus merata pada permukaan tanah. Untuk menjaga nutrisi bibit serta pemberian ZPT. Pemberian setiap lima hari sekali dengan cara disiramkan ke tanaman.Dengan dicampur 1 cc dicampur 4 liter air setiap 5 hari sekali di siram ketanaman.Bibit dapat terserang hama dan penyakit. Agar pertumbuhan menjadi baik, bibit harus terhindar dari serangan hama penyakit. 6. Penanaman bibit saat menanam bibit sedapat mungkin waktunya harus tepat. Diupayakan penanaman cabai dilakukan pada sore hari sampai menjelang magrib. Karena pada umumnya penanaman dilakukan tengah hari karena menyebabkan tanaman layu. 7. Membuat lubang tanam ( Disadur oleh Sri Dwi Rahayu Umbaginawangsasih dari buku Bercocok Tanam Cabai Rawit, Cabai Merah, dan cabai Jawa karya Husna Amin 2010)