Loading...

Bertanam dengan Sistem Surjan di Lahan Pasang Surut

Bertanam dengan Sistem Surjan di Lahan Pasang Surut
Perubahan iklim berdampak serius terhadap berbagai sektor di tanah air, termasuk sektor pertanian. Perubahan iklim mengakibatkan antara lain pergeseran musim tanam, kebanjiran, kekeringan, yang akhirnya menyebabkan penurunan produksi pertanian tanaman pangan seperti padi dan palawija. Sistem surjan memungkinkan dalam mengoptimalkan ketersediaan lahan dengan memadukan tanaman semusim dengan tanaman tahunan. Pada sistem surjan, bagian tanah bawah (tabukan) digunakan untuk budidaya padi sawah, dan bagian tanah atas (guludan) digunakan untuk budidaya tanaman palawija dan/atau tanaman tahunan seperti mangga, jeruk, pepaya, dll.Kotoran ternak atau pupuk kandang merupakan salah satu pembenah organik tanah yang berfungsi untuk memperbaiki kesuburan fisik, kimia, dan hayati tanah. Pemberian kotoran ternak ke dalam tanah diduga berpengaruh terhadap kuantitas pelepasan gas rumah kaca (GRK) yang tergantung pada karakteristik tanah dan ketersediaan air dan O2. Pemberian pupuk kandang yang telah matang umumnya mempunyai nisbah C/N rendah merupakan salah satu sumber bahan organic alternative untuk memperbaiki kesuburan tanah sawah tadah hujan. Pupuk kandang matang (nisbah C/N rendah) mengemisi metana lebih rendah daripada pengembalian jerami kering dan pupuk hijau.Pemilihan Varietas TanamanKawasan rawa menyimpan banyak keanekaragaman hayati dan plasma nutfah. Pemilihan varietas tanaman sangat penting dalam keberhasilan usaha tani di lahan rawa. Varietas tanaman yang adaptif rawa dan mempunyai nilai ekonomi tinggi merupakan pilihan yang cerdas dalam mengelola rawa. Komoditas yang paling banyak ditanam di lahan rawa sulfat masam adalah padi sawah. Selain itu, tanaman hortikultura juga dapat memberikan nilai tambah bagi petani di lahan sulfat masam. Untuk Tanaman padi dipilih varietas yang menghasilkan gabah tinggi sekaligus berdaya emisi rendah merupakan pilihan tepat dalam pengelolaan lahan sawah tadah hujan hal ini dapat diketahui dari indeks emisi. Hasil uji coba Balai Penelitian Lahan Rawa melalui demplot surjan : kombinasi varietas (Inpari1, Invari 6 dan Ciherang) dengan takaran pupuk kandang sapi ( 5 dan 30 t/ha) pada lahan sub optimal sawah tadah hujan. Kombinasi pupuk kandang dan varietas padi nyata berpengaruh positif terhadap hasil gabah, Hasil gabah tertinggi dihasilkan pada varietas Inpari 1 yang diberi pupuk kandang dengan takaran 30 t ha. Ini menunjukkan bahwa varietas padi Inpari 1 lebih tanggap terhadap pemberian pupuk kandang dengan takaran tinggi dibandingkan varietas Inpari 6 dan Ciherang. Hasil gabah rata-rata dari varietas Inpari 1, Inpari 6, dan Ciherang masing-masing adalah 6,27; 6,01; dan 5,70 t ha. Pemberian pupuk kandang dengan takaran tinggi dapat memberikan hasil tanaman buruk yang disebabkan oleh kelebihan garam atau hara yang berpotensi mencemari air tanah. Penataan lahan perlu dilakukan untuk membuat lahan tersebut sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan dikembangkan. Pelaksanaan penataan lahan perlu memperhatikan hubungan antara tipologi lahan, tipe luapan, dan pola pemanfaatannya. Surjan mengandung pengertian meninggikan sebagian tanah dengan menggali atau mengeruk tanah di sekitarnya. Sebagian tanah lapisan atas dalam praktiknya diambil atau digali dan digunakan untuk meninggikan bidang tanah disampingnya secara memanjang sehingga terbentuk surjan. Bagian lahan yang ditinggikan disebut tembokan (raise beds), sedang wilayah yang digali atau di bawah disebut tabukan atau ledokan (sunkens beds). Lahan bagian atas di tanami tanaman palawija (jagung, kedelai, kacang-kacangan, dan umbi-umbian), hortikultura, buah-buahan, dan juga tanaman perkebunan, sedang lahan bagian bawah (ledokan/tabukan) ditanami padi sawah. Lebar tembokan sekitar 3-5 m dan tinggi 0,5-0,6 m, sedangkan tabukan dibuat dengan lebar 15 m. Setiap ha lahan dapat dibuat sekitar 6-10 tembokan dan 5-9 tabukan.Tujuan pokok dari sistem surjan di lahan pasang surut ini adalah untuk membagi risiko kegagalan usaha tani sehingga dapat bertahan apabila tanaman padinya gagal.Selain itu sistem surjan dapat meningkatkan diversifikasi tanaman, menjaga agar tanah tidak menjadi asam, mengurangi bahaya kekeringan, mengurangi keracunan akibat genangan, memperkecil resiko kegagalan, mendistribusikan tenaga kerja agar lebih merata dan memanfaatkan tenaga kerja keluarga lebih optimal. Dan yang paling penting system surjan dapat meningkatkan pendapatan petani karena cropping intensity bertambah. Pengambilan dan penyusunan lapisan tanah yang dibentuk surjan dapat dibagi menjadi dua model, yaitu: (1) model tradisional dan ( 2) model inovatif dan kreatif. Pada model tradisional lapisan surjan dibuat dengan meletakkan bagian yang digali ke lapisan atas secara runtut sehingga kemungkinan besar lapisan atas surjan terdiri dari lapisan bawah (subsoil). Pada model inovatif dan kreatif lapisan surjan disusun sesuai dengan urutan asal. Model tradisional sangat berbahaya apabila lapisan bawah yang diletakkan sebagai lapisan atas surjan merupakan lapisan berkadar pirit tinggi. Berdasarkan cara pembuatan, surjan dapat dibagi menjadi dua cara pembuatan, yaitu: (1) dibuat sekaligus dan (2) dibuat secara bertahap. Arah surjan disarankan memanjang timur-barat agar tanaman (padi) pada bagian tabukan mendapat penyinaran matahari yang cukup. Surjan setiap musim atau setiap tahun dilibur (disiram lumpur) yang diambil dari sekitarnya untuk mempertahankan bentuk dan produktivitasnya. Peningkatan daya guna lahan pasang surut sulfat masam dapat dikembangkan dengan tanaman padi dan non padi, dimana tanaman padi dapat ditanam di lahan sawah, sedangkan tanaman selain padi dapat ditanam di lahan kering. Kombinasi cara pengelolaan demikian disebut dengan sistem surjan.Ruslia Atamaja ppmkp-bppsdmp (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) –Badan Litbang Pertanian 2013