Loading...

BERTANI ADALAH KEMULIAAN

BERTANI ADALAH KEMULIAAN
Tak dipungkiri bahwa sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Oleh sebab itu menggeluti dunia pertanian baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum adalah upaya untuk memperkuat perekonomian secara keseluruhan. Terang saja, kalau saja ada elemen baik itu pemerintah, swasta atau masyarakat umum tadi yang tidak peduli atau tidak mendukung sektor pertanian maka yang paling dashyat akibatnya adalah keamanan nasional, instabilitas nasional bisa terjadi disebabkan oleh kekurangan pangan misalnya. Tentu kita tidak menginginkan hal ini terjadi.Kita mengetahui, bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam peradaban dunia ini. Tanpa bermaksud merendahkan atau meremehkan sektor lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, teknologi dan sebagainya. Kita berandai-andai, kalau saja hidup ini tidak ada namanya pertanian atau bercocok tanam dan pelakunya adalah petani atau pun buruh tani, maka apa yang terjadi. Dari masyarakat tingkat ekonomi lemah paling bawah sampai masyarakat ekonomi kelas kakap sekalipun, mereka membutuhkan makan untuk menambah energi, untuk beraktivitas, berpikir. Dan bahan makanan itu bisa diperoleh dari hasil pertanian, hasil dari bercocok tanam petani. Bukan dari emas, perak atau juga lainnya. Sektor di luar pertanian adalah penunjang atau pelengkap. Maka kita harus yakin apalagi sebagai insan pertanian, sektor pertanian adalah kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Ada pepatah _food feed the world_, pangan memberi makan dunia.Adalah Bapak Odik Japar Sidik, seorang petani binaan yang berdomisili di Kampung Pamalayan Desa Pamalayan Kecamatan Bayongbong. Beliau adalah salah satu sosok petani maju sekaligus Ketua Kelompok Tani Barokah Tani yang berada di Kecamatan Bayongbong. Melalui profesinya sebagai petani Pak Odik biasa dipanggil, bisa menafkahi keluarganya dengan berkecukupan. Dengan luas lahan yang dikelola sekitar lebih kurang 3 hektar dan mempekerjakan pegawai puluhan orang setiap musim tanamnya, Pak Odik membudidayakan lebih dari satu jenis komoditas hortikultura. Ada tomat, cabe, kentang, dan bawang merah. Jenis komoditas tersebut yang sering dibudidayakan oleh Pak Odik.Untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang petani baik itu perilaku, keterampilan, dan sikapnya, Pak Odik juga tidak menutup diri (bahkan sekarang beliau tercatat sebagai Ketua Gapoktan) untuk menerima program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah, khususnya dari UPT/BPP Kecamatan Bayongbong. Beliau pun sudah sering mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas pertanian. Sehingga ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dapat ditularkan kepada anggota kelompok dan masyarakat sekitarnya.Pada tahun 2016-2017, ketika harga cabe rawit melambung tinggi di pasaran hingga mencapai 120 ribuan per kilo, bahkan ada daerah yang menjual eceran sampai 200 ribu per kilo. Bapak Odik kala itu turut membantu dalam memasok cabe rawit dengan harga sekitar 60 ribu dalam kegiatan operasi pasar (OP). Sebagai timbal balik yang merupakan ucapan terima kasih dari pemerintah atas jasanya dalam operasi pasar ((OP), Kelompok Tani Barokah Tani yang diketuai Bapak Odik pun mendapat bantuan program kegiatan dengan komoditas cabe. Itulah sekilas sosok Bapak Odik Japar Sidik sebagai seorang petani sukses di Kelompok Tani Barokah Tani Desa Pamalayan Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut yang hasil budidaya nya bisa dinikmati keluarga dan masyarakat sekitarnya bahkan lintas provinsi. Tapi masih banyak di Desa Pamalayan ini, petani yang cukup sukses yang belum terekspose, padahal hasil karyanya, hasil budidayanya dinikmati oleh banyak orang. Bravo petaniku. Bravo pertanian. (Agus Kartono)