Loading...

BETERNAK AYAM KALKUN

BETERNAK AYAM KALKUN
Kalkun termasuk jenis unggas. Hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga mudah untuk dipelihara. Hewan ini juga memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan unggas lain, seperti ayam atau bebek. Hal tersebut tampak dari bobot tubuhnya yang sangat besar, yang dapat mencapai 6-8 kg. Ada beberapa tahapan dalam beternak ayam kalkun:Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang ayam kalkun antara lain : 1) Lokasi kandang harus jauh dari permukiman penduduk, jarak minimal antara kandang dengan pemukiman penduduk adalah sekitar 10 meter. karena setiap hari, kalkun selalu mengeluarkan kotoran yang mengandung berbagai macam mikroorganisme yang merugikan dan dapat pula membahayakan, baik bagi unggas sendiri maupun bagi manusia; 2) Lokasi kandang harus mudah diakses dalam proses distribusi seperti pakan , obat-obatan dll. Setidaknya, lokasi kandang harus mudah diakses oleh kendaraan roda empat. Dengan demikian, proses distribusi hasil panen dapat mudah dilakukan, serta dapat menghemat waktu dan biaya operasional; 3) Lokasi kandang harus jauh dari populasi udara dan kebisingan karena sangat terpengaruh kesehatannya jika kondisi kandang memiliki tingkat polusi udara dan kebisingan yang cukup tinggi; dan 4) lokasi kandang harus jauh dari risiko bencana alam. Jika lokasi kandang aman terhadap bencana maka proses beternak akan lebih aman dan nyaman.Jika ditinjau berdasarkan umur maka jenis kandang ayam kalkun yang biasa digunakan, antara lain : 1) Kandang DOC ayam kalkun biasanya berupa kotak kayu yang diberi lampu agar suhu di dalam kandang tetap hangat. Suhu kandang sebaiknya berada pada kisaran 35º-46º C. Kandang ini digunaka untuk DOC yang berumur 0-45 hari. Untuk ukuran kandang, dapat disesuaikan dengan lahan dan jumlah DOC yang dimiliki. Kandang yang dibuat hendaknya tidak terlalu sempit karena kandang yang sempit dapat mempengaruhi pertumbuhan DOC. Setiap kandang biasanya berisi sekitar 20-100 ekor DOC. 2) Kandang kalkun remaja. Setelah berumur 45 hari, DOC dapat dipindahkan ke kandang yang lebih luas, yaitu kandang remaja. Kandang tersebut sudah tidak memerlukan lampu lagi karena pada usia tersebut kalkun sudah dapat beradaptasi dengan suhu sekitarnya (suhu kamar). Kandang ini digunakan untuk menempatkan ayam kalkun yang sudah remaja, yang berumur 45 hari hingga 6 bulan (grower). 3) Kandang kalkun dewasa. Kandang tersebut berisi kalkun yang sudah dewasa dan siap untuk dikonsumsi, mulai dari umur 6-8 bulan (layar).Kalkun termasuk hewan omnivore atau pemakan segala jenis makanan. Kalkun yang berumur 0-3 minggu biasanya diberi pakan yang dibuat khusus oleh pabrik, biasa dikenal dengan nama "BR-1". Pakan tersebut memiliki komposisi gizi yang sesuai dengan kebutuhan DOC sehingga pertumbuhan DOC akan meningkatn jika diberi pakan pabrikan (BR-1). Setelah DOC berumur lebih dari 3 minggu, pemberian pakan dapat dikombinasikan antara BR-1 dengan makanan lain, sperti nasi, jagung, sayur-sayuran yang diiris –iris, dedak, gandum, kacang tanah, kacang hijau, dan lain-lain.Untuk menghasilkan anakan ayam kalkun yang berkualitas, diperlukan adanya seleksi induk. Ciri-ciri induk yang berkualitas, antara lain: 1) Induk berasal dari keturunan unggul; 2) sehat dan tidak cacat; 3) gerakannya aktif;4) Bulu-bulunya bersih, mengkilap, dan tidak rontok; 5) di sekitar anusnya bersih; 6) di sekitar lubang hidung bersih dan kering; 7) paruhnya bersih;8) matanya bersih dan bening;9) umurnya sudah mencapai sekitar 6-9 bulan.Proses perkawinan ayam kalkun terjadi secara alami dan dengan bantuan manusia. Untuk perkawinan secara alami, induk betina dan induk jantan ayam kalkun disatukan di dalam sebuah kandang. Rasio antara induk jantan dengan betina adalah 1 :>2. Artinya, 1 induk jantan dapat dikawinkan dengan 2 atau lebih induk betina. Dalam 1 kandang hanya dapat berisi 1 induk jantan karena jika lebih dari itu maka induk jantan akan saling berkelahi. Perkawinan dengan bantuan manusia dilakukan dengan cara induk betina dipegang, kemudian dirundukkan di hadapan induk jantan dengan posisi ekor induk betina menghadap induk jantan sehingga induk jantan akan terserang birahinya.Panen kalkun tergantung dari permintaan pasar. Jika konsumennya adalah peternak maka biasanya yang dicari adalah DOC yang masih berumur sekitar 0-5 hari. Kalkun yang siap untuk dikonsumsi biasanya berumur 6-9 bulan. (Penulis : Suwarna)Sumber : Bambang prasetio (2010) ;" 16 Peluang Usaha Top Bidang Peternakan, Panduan Sukses Menjadi Peternak Unggulan", Yogyakarta, Lily Publisher.