BETERNAK KELINCI Kelinci merupakan hewan yang mudah diternakan, pertumbuhannya cepat, jarak beranak pendek dengan jumlah anakan mencapai 6-12 ekor. Namun perkembangan ternak kelinci tidak sepesat unggas atau ternak lainnya. Hal ini disebabkan banyak masyarakat yang belum mengenal daging kelinci.Dibandingkan dengan daging lainnya, daging kelinci memiliki keunggulan karena kandungan protein yang lebih tinggi, kandungan lemak dan kolesterol yang rendah. Oleh karena itu daging kelinci sangat dianjurkan untuk penderita penyakit jantung serta pasien penyakit asma. Baik dikonsumsi oleh usia lanjut, serta mereka yang memilliki masalah dengan kelebihan berat badan. Keuntungan lainnya tulang pada kelinci lebih tipis, komposisi dagingnya sehat serta memiliki serat yang lebih halus, sehingga mudah dikunyah dan lebih empuk. Dengan keunggulan-keunggulan tersebut perlu dikembangkan usaha ternak kelinci karena memiliki prospek yang cerah sebagai penopang ekonomi masyarakat. Berbagai macam produk dari ternak kelinci dapat dimanfaatkan antara lain anakan kelinci, bibit kelinci sebagai indukan, daging kelinci, kulit, kotoran sebagai pupuk, dan urin kelinci yang dapat dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC). Dari peluang-peluang tersebut dapat diterapkan usaha ternak kelinci terpadu yang terintregasi dengan usaha pertanian sehingga menghasilkan keuntungan ganda sekaligus ramah lingkungan. ?BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BETERNAK KELINCI A. BIBITPembibitan kelinci disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, misalkan untuk tujuan kelinci potong maka dipelihara jenis kelinci pedaging seperti California, Flemish Giant, atau New Zealand. Sedangkan untuk tujuan hoby atau kelinci hias maka dipelihara kelinci jenis hias seperti Rex, Satin, Angora, atau Loop.Dipilih bibit kelinci yang sehat yang ditandai dengan kondisinya licah dan aktif, nafsu makan tinggi, mata bulat cerah, selaput mata bersih dan jernih, hidung, mulut, bulu dan anus dalam keadaan bersih. B. PAKAN Pakan kelinci berupa hijauan dan pakan tambahan. Pakan hijauan dapat berupa rumput (rambanan) atau sayur sisa produk pertanian seperti wortel, kol, kubis, ketela rambat, dan kacang-kacangan. Pemberian pakan hijauan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air dan menghilangkan getah/rajun yang dapat menyebabkan kembung dan diare pada kelinci. Pakan tambahan berupa pelet atau konsentrat dapat diberikan apabila terjadi hijauan sulit diperoleh. Selain itu pemberian konsentrat dapat meningkatkan kecukupan kebutuhan nutrien pada kelinci. Pakan diberikan sesuai dengan kebutuhan kelinci yang disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. C. KANDANG Bahan kandang kelinci bisa dibuat dari bambu, kayu, ataupun kawat ram, tergantung biaya yang dimiliki oleh peternak. Sebaiknya kandang dibuat dengan sistem batery atau panggung dengan sekat untuk masing-masing kelinci, sehingga satu kotak kandang per satu ekor kelinci dengan ukuran 40x60x50 cm. Untuk kandang induk betina diberi kotak sarang untuk beranak.