Loading...

Bhokasie Pembenah Tanah Yang Ramah

Bhokasie Pembenah Tanah Yang Ramah
Berbicara mengenai masalah penurunan produksi, tentunya bukan saja menjadi masalah petani atau masyarakat, tetapi juga merupakan masalah bagi pemerintah dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan dan ekonomi rakyat. Hal ini seyogyanya harus menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah dalam mengatasinya secara bijak. Untuk dapat mengatasi hal tersebut, harus terobosan tekhnologi yang dapat dilaksanakan ditingkat petni dan bersumberdaya lokal misalnya penggunakan pupuk organik baik pupuk organik pada maupun cair dengan bahan aktif EM (Efektive Mikroorganisme), jenis pupuk ini selain menyediakan unsur hara bagi tanaman namun bisa meningkatkan kesuburan tanah karena EM juga bisa menguraikan bahan organik yang tidak bisa terserap dan bisa membantu dalam pembenahan baik bentuk secara fisik maupun kemis tanah. (Prof Dr. Teruo Higa ) Kita ambil satu saja pupuk orgaik padat biasa yang disebut Bhokasie, pupuk ini selain bahan tersedia dilapangan para petanipun mampu dan bisa membuatnya sehingga akan lebih efektif. Manfaat Bhokasie : –memperbaiki perkecambahan bunga, buah, dan kematangan hasil tanaman –memperbaiki lingkungan fisik, kimia, dan biologi tanah serta menekan pertumbuhan hama dan penyakit dalam tanah –meningkatkan kapasitas fotosintesis tanaman –menjamin perkecambahan dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik –meningkatkan manfaat bahan organik sebagai pupuk 1. Bahan Bhokaie : ( Untuk pembuatan 500 kg) 2. Pupuk kandang 850 kg 2.Bekatul10 kg 3.Sekam padi/Serbuk gergaji150 kg 4.Molase/tetes 1 l 5.EM-4 1 l 6.Air secukupnya Cara pembuatannya : 1.Larutkan EM-4 dan Molase ke dalam air 2.Pupuk kandang, sekam padi, dan Bekatul dicampur secara merata 3.Siramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 % 4.Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan susah pecah (megar) 5.Adonan Ditumpuk diatas tanah yang kering Secara bersap 6. Kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-7 hari 7.Pertahankan suhu adonan maksimal 500 C, bila suhunya lebih dari 500 C turunkan suhunya dengan cara membolak balik 8.Kemudian tutup kembali dengan karung goni 9.Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan 10.Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap hari 11.Setelah 3 minggu bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik Penyimpanan Bhokasie ; Bokasi hasil fermentasi bisa langsung dibawa kelahan Bokasi yang belum akan digunakan sebaikanya disaring dan dibersihkan dari kotoran yang belum lapuk kemudian masukan dalam karung plastik dan kemudian disimpan sampai akan digunakan, ( Oleh ; Heru Siyamto THL TBPP BPP. Kec. Jatinom ) SELAMAT MENCOBA