Bank Indonesia menaruh perhatian yang cukup besar kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kabupaten Cilacap, dengan menyalurkan sejumlah bantuan teknis maupun sosial, guna membangun sinergi dalam upaya meningkatkan produksi, kapasitas usaha, nilai tambah terhadap ekonomi masyarakat serta meningkatkan profesionalitas kelompok masyarakat dalam menjalankan usahanya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Rahmat Hernowo, ketika melakukan peninjauan lapangan program Pemberdayaan masyarakat dan Ketahanan Pangan BI Kantor Perwakilan Purwokerto di Desa Maoskidul, 10/11/2014 menyatakan, melalui kegiatan tersebut, telah disalurkan bantuan pembuatan Sarang Burung Hantu (Rubuha) sebanyak 50 unit senilai 76 juta rupiah dan rencana bangunan Karantina Burung Hantu Tito Alba senilai 20 juta rupiah. "Sedikitnya 40 unit rubuha sudah terpasang di tengah hamparan sawah di kasawan Desa maoskidul, sedangkan untuk lokasi pembangunan Karantina Tito Alba masih dalam tahap penetapan lokasi," jelas Rahmat. Program kegiatan lainnya telah disalurkan kepada masyarakat petani di Kabupaten Cilacap yaitu berupa bantuan Rice Mill Unit atau pengilingan padi senilai 92 juta rupiah di Desa Tambaksari Kecamatan Kedungreja. Sedangkan progam yang masih dalam tahap identifikasi yaitu program ketahanan pangan, guna mendukung kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di wilayah Kabupaten Cilacap. Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Rahmat Hernowo, program ;pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan yang diluncurkan tersebut sesuai dengan usulan yang diajukan masyarakat petani di Kabupaten Cilacap. Sementara itu Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan-BP2KP Cilacap, Eni Susiyanti, S.Pd. MM, ketika mendampingi peninjauan BI Perwakilan Purwokerto di lapangan mengharapkan, tindak lanjut program pemberdayaan masyarakat yaitu dengan pembuatan rubuha dan karantina Tito Alba di Maoskidul, dapat dibentuk tim pengelola di tingkat desa, setelah diperkuat dengan dibentuknya Peraturan Desa (Perdes). Hal senada diakui penyuluh pendamping Balai Penyuluhan Kecamatan Maos, Widi Riswanto yang menyatakan, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi kepada petani binaan, guna menyamakan pemahaman dalam pengembangan dan Pengelolaan Burung Hantu Tito Alba sebagai predator hama tikus, khususya di Desa Maoskidul. (ap)