Indonesia sebagai negara tropis dapat menghasilkan semua jenis komoditas hortikultura. Di samping itu, dengan dukungan iklim tropis, kegiatan pertanaman dan panen dapat berlangsung sepanjang tahun. Lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan pun masih meliputi jutaan hektar. Budidaya tanaman buah-buahan di Indonesia seperti srikaya, umumnya masih bersifat usaha tani pekarangan yang jumlahnya sedikit dan tidak menerapkan teknologi maju. Usaha pengelolaannya pun masih sederhana, sehingga belum mampu memenuhi tuntunan pasar yang menghendaki keteraturan suplai dengan kualitas baik. Guna memenuhi tuntuan pasar, maka perlu suatu sistem usaha tani skala besar dengan pengelolaan modern dan diimbangi teknologi maju dalam produksi, pascapanen, dan pemasaran hasilnya. Teknologi dalam produksi srikaya adalah bagaimana melakukan pembentukan pohon, bagaimana cara mempercepat srikaya berbuah dan bagaimana meningkatkan kualitas buahnya. A Pembentukan Pohon dan Cabang Tanaman Petani srikaya akan sangat senang apabila tanamannya dapat berbuah baik serta mudah pada saat memanen. Oleh karena itu, petani selalu berusaha mencari cara agar tanaman strikaya dapat berbuah lebat dan pohonnya pendek sehingga batang dan ranting tanaman srikaya bisa dibentuk, yaitu : 1. Membentuk tanaman sejak masih muda sehingga menghasilkan pohon srikaya yang rindang dan rimbun serta menyenangkan untuk dipandang. Tanaman akan menjadi perdu dan pertumbuhan dahannya horizontal menyebar ke samping. Dengan pengaturan maka cabang-cabangnya pun akan tumbuh secara teratur. 2. Tanaman srikaya dapat dibentuk mulai dari bibit berumur 6 -12 bulan. Langkah awal adalah melakukan pemangkasan pucuk tepat di atas mata tunas dengan jarak sekitar 3-4 cm. Jika pohon sudah dipangkas maka akar menghasilkan tunas baru yang indah dan serasi. Jika tunas sangat banyak maka harus memilih dan menyeleksi tunas-tunas yang baik dan yang tidak baik tunas yang tidak layak untuk dipertahankan harus dipangkas dan dibuang. Dahan yang tidak dipangkas akan tumbuh dan menghasilkan buah yang banyak. Karena pohonnya tidak tinggi maka nantinya saat srikaya berbuah, hasilnya dapat dipanen dengan mudah. B Cara Mempercepat Srikaya Berbuah Untuk mempercepat srikaya berbuah, yaitu dengan menyemprot pupuk daun yang mengandung unsur P tinggi pada bagian bawah daun sebab mulut daun terletak di bawah daun. Dengan demikian penyerapan daun terhadap unsur hara yang disemprotkan sangatlah efektif. Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan sebelum pukul 09.00 pagi atau pada sore hari sebelum pukul 18.00. Waktu penyemprotan sangat baik dilakukan menjelang srikaya berbunga. Jika petani menginginkan agar srikaya berbuah di luar musim, maka tanaman dapat dipacu dengan pupuk KCL, dengan campuran Zeolit. Pemupukan ini dapat dilakukan seminggu sekali selama 2 bulan penuh. Perbandingan pemupukan adalah 1 sendok KCL dan 2 kg zeolit. Pemupukan ini sangat baik dilakukan saat tanaman berbunga dan jika tanamannya sudah pernah berbuah. Cara lainnya adalah dengan melakukan penyerbukan buatan, yaitu penyerbukan bunga. C Cara Meningkatkan Kualitas Buah Untuk menghasilkan buah srikaya yang berkualitas, dapat dilakukan dengan: 1. Peremajaan pohon. Tanaman srikaya yang sudah tua dapat diremajakan lagi, dengan cara memangkas pohonnya. Cara pemangkasan pohon dibuat miring, supaya air hujan dapat langsung mengalir dan tidak tertahan pada pohon yang dipangkas tersebut. Pohon yang dipangkas harus segera diberi lilin parafin sampai lilin tersebut menempel pada bekas pangkasan. Pemangkasan batang pokok harus diusahakan sekitar 1 meter dari permukaan tanah, sehingga tunas yang baru tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri yang berada di dalam tanah. Buah yang akan dihasilkan pun akan sehat dan tidak mudah busuk. Pemangkasannya dapat dilakukan hanya pada cabang-cabangnya sehingga tunas-tunas yang baru akan muncul setelah 2-3 minggu (pemangkasan dapat dilakukan di musim hujan). 1. Pemangkasan Akar. Pemangkasan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman, bahkan sampai dengan 40% sepanjang satu musim. Pemangkasan akar membuat tanaman srikaya cepat berbuah, rasanya lebih manis, daging buahnya menjadi lebih keras dan bahkan buahnya menjadi lebih tahan lama. Metode pemotongan akar srikaya dilakukan dengan menggali sekitar pohon srikaya sedalam 30-60 cm, kemudian akar dipangkas 1,5-2 m dari pangkal batang. Pemangkasan akar akan menghemat pemupukan dan dapat memperpendek jarak penanaman antar pohon. Pemangkasan akar sangat efektif jika dilakukan pada saat tanaman sudah mulai bebunga dan berumur 2 minggu sehingga pertumbuhan buah tidak terganggu. 2. Penjarangan Buah Metode lain dalam upaya peningkatan kualitas buah srikaya bisa dilakukan dengan"penjarangan buah". Manfaat penjarangan adalah untuk meningkatkan kualitas buah yang akan dipanen. Jumlah buahnya sedikit, namun kualitasnya sangat baik. Buahnya besar, mutunya tinggi, dan rasanya manis legit. Keuntungan lainnya adalah untuk mengurangi energi yang tersedia di dalam tanah agar tidak terserap terlalu banyak untuk buahnya, terutama jika buahnya cacat, sakit, tidak dapat dimanfaatkan-padahal sudah menyerap persediaan energi dari dalam tanah. Sebaiknya buah yang dijarangkan sekitar 50-60% dari buah-buahan yang ada dan disisakan buah dipelihara 50% saja. 3. Pencegahan Hama Penyakit Peningkatan kualitas srikaya juga dilakukan dengan pencegahan terhadap hama dan penyakit. Perawatan secara rutin, mulai tanaman berbuah sampai buah berumur 3 minggu sebelum buah dipanen. Usahakan juga sekitar pohon srikaya dibersihkan supaya terhindar dari hama dan penyakit serta terhindar dari binatang yang mengganggu. Disampaikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Juhaeni, Radi 1997 Budidaya Srikaya, Penerbit Kanisius, Yogyakarta 2. Sumarno Dwi S., Isto Suwarno, 2011 Srikaya Jumbo Potensi Unggul Si Buah Super, Penerbit, Lily Publisher, Yogyakarta